1.1.18

Resensi Artikel : Tumpukan Sampah jadi Destinasi Wisata

TUMPUKAN SAMPAH JADI DESTINASI WISATA

Nurul Hidayah
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Berawal dari keluhan sampah wisata di daerah Parangtritis, pada pertengahan tahun 2015 para pemuda Dusun Mancingan, Parangtritis tergerak membersihkan lokasi tersebut secara sukarela. Mereka mengolah sampah wisata tersebut dengan membuat bank sampah sebagai solusi pengelolaan sampah jangka panjang. Pemilihan sampah pun dilakukan, sampah anorganik dijual, sedangkan sampah organik dibuat menjadi kompos.
Lokasi sekitar yang teduh dirimbuni pohon cemara membuat para pemuda Mancingan beranggapan lokasi tersebut nyaman untuk kamping, akhirnya mereka memutuskan membuat education camp yang bertujuan untuk memberi edukasi tentang bagaimana permasalahan sampah dan solusinya.
Lokasi tersebut disulap menjadi tempat wisata baru dengan nama Garduaction, singkatan dari Garbage Care and Education. Upaya edukasi sampah diaplikasikan dengan saat masuk para pengunjung disambut dengan bank sampah dan pemilihan sampah. Barang daur ulang sampah yang menarik juga memenuhi Garduaction, yang kemudian menjadi spot-spot foto selfie. Dilokasi tersebut juga disediakan sepetak ruang belajar.
Selain itu, mereka juga membuat dapur yang berfungsi sebagai kedai kopi. Meski lokasinya hanya berjarak beberpa meter dari gubuk-gubuk yang berstigma negatif prostitusi, sebagai tempat wisata edukasi mereka tetap menerapkan aturan di Garduaction, yaitu no free sex, no drug, no alcohol dan pengunjung juga harus membuang sampah pada tempatnya.
Untuk bisa masuk kelokasi tersebut, sampai saat ini masih gratis, pengunjung hanya ditarik uang parkir dan jika berkenan pengunjung bisa menyumbang seikhlasnya pada kotak  yang disediakan. Yang selanjutnya uang tersebut digunakan untuk pembangunan tempat tersebut, mereka berencana membuat showroom untuk memajang karya daur ulang sampah.


Sumber Tulisan : Anas Apriyadi, (2016),  Tumpukan Sampah Jadi Destinasi Wisata, Tribun Jogja, 3 Maret 2016 

0 comments:

Post a Comment