27.1.18

PENDIDIKAN KARAKTER



KOMPETENSI GURU SEBAGAI PENENTU KESUKSESAN PENDIDIKAN KARAKTER


Ningnurani, Fak : Psikologi, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta







Karakter berasal dari bahasa latin “kharakter”, “kharassein”, “Kharax”, dalam bahasa inggris: charakter dan Indonesia “karakter”, Yunani Character, dari charassein yang berarti membuat tajam.( Abdul Majid & Dian Andayani )
Sementara dalam kamus sosiologi, karakter diartikan sebagai ciri khusus dari struktur dasar kepribadian seseorang (karakter; watak).
karakter dapat di definisikan sebagai panduan dari pada segala tabiat manusia yang bersifat tetap, sehingga menjadi tanda yang khusus untuk membedakan orang yang satu dengan yang lain. (Zubaedi )
Sedangkan Guru adalah seseorang yang mendidik, mengajar, membimbing, melatih juga menilai dalam kaitannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua aspek, baik aspek Spiritual, Emosional, Budi Pekerti, Intelektual, dan Karakter.
Begitu kompleksnya peranan guru dan tantangan guru di masa sekarang sehingga mencetuskan sebuah gagasan dan ide dari Fakultas Psikologi Up 45 untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja dan dedikasi para guru. Ini terbukti dengan di adakannya acara tasyakuran dalam rangka perolehan nilai akreditasi “B” oleh Prodi Psikologi UP 45.
Acara yang berlangsung di Aula Seminar UP 45 ini, di hadiri hampir 99% insan -  insan yang berkecimpung di dunia pendidikan. Peserta seminar terdiri dari Guru PAUD, SD, SMP, SMA, mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Yogyakarta. Seminar yang bertajuk “  Kompetensi Guru Sebagai Penentu Kesuksesan Pendidikan Karakter “ ini, menyedot peserta sebanyak kurang lebih hampir mencapai 250-an peserta.
Animo para peserta ini sangat luar biasa, ini terbukti dengan adanya banyak pertanyaan – pertanyaan yang di ajukan seputar pendidikan karakter dan bagaimana sesungguhnya peran para guru untuk menjadikan anak didiknya menjadi manusia yang sukses dengan bekal karakter yang baik.
Narasumber yang mengisi seminar di datangkan dari orang – rang yang berkompeten di dalam bidanganya, yaitu : Bp. Armunanto ( staff UNICEF ), Drs. Indra Wahyudi ( Dosen senior di Fakultas Psikologi UP 45 ) dan Bp. Miftah ( DIKPORA ) serta di pandu oleh moderator yang super kocak yaitu Bp. Susilo Nugroho ( Den Baguse Ngarso )
Sesi pertama pemeberian materi oleh para narasumber seputar apa itu karakter dan bagaimana menciptakan karakter yang baik sesuai denagn jaman. Seperti uraian yang disampaikan oleh Bp. Armunanto( UNICEF ) “ Bahwa anemi yang di alami anak remaja berkisar antar 39- 64 % , ( kondisi anak- anak didik di dalam kelas yang sering mengalami ngnatuk, dan tidak semangat ). Itu sebabnya , perlu adanya perhatian yang maksimal di dalam pemberian gizi untuk anak- anak. Karena anemi dan kekurangan gizi ini akan berakibat sangat berbahaya bagi para remaja wanita, yang bisa mengakibatkan pendarahan yang berujung kematian saat melahirkan , dan terjadinya obesitas yang berlebihan di kalangan remaja laki-laki, juga mengakibatkan penyakit Degeneratif. “


Beliau juga mengatakan “ Jika di dalam mendidik anak- anak di sekolah, yang perlu di perhatikan oleh para guru ada 3 hal penting, yaitu : Pendidikan Fisik, Pendidikan Kognitif dan yang tidak kalah pentingnya adalah Pendidikan Moral dan Karakter “.
Karakter itu adalah sebuah persoalan yang suadah ada sejak anak usia dini ( baru lahir ). Adanya respon / rasa aman, atau “ Kelekatan “ yang di bangun seorang ibu terhadap anak- anaknya akan membentuk pola dan karakter anak di masa mendatang.
 Seorang ibu yang “ Mengabaikan “ akan berdampak kepada anak yang memberikan reaksi yang tidak berani berekplorsi terhadap apa yang ada di sekitar dan yang ada di lingkungannya. Sikap Ambivalen ( Tidak Pasti ) juga akan membentuk karakter anak yang tidak baik pula di masa depan.
Pola asuh yang baik adalah pla asuh yang Demokratis, yang bisa memberikan anak proses pembelajaran yang baik, sekaligus mendapat pendidikan karakter yang baik dari rule model akan adanya pembagian peran dalam pengasuhan di keluarga.
Teman sebaya jauh lebih menyenangkan bagi para remaja, yang mana ini terjadi karena pengaruh dari Medsos. Berteman menyenangkan di Medsos dengan teman sebaya itu tidak perlu bertatap muka dan bertemu langsung. Cukup dengan kisaran umur yang mempumyai range 2 tahun di atas umurnya atau 2 tahun di bawah umurnya itu menjadikan teman sebaya yang mengasyikan. Berteman di Medsos itu tidak akan berdampak Secara Langsung Terhadap Karakter, Tetapi Akan Mempengaruhi Pola Dan Cara Berfikir Anak. Itulah peryataan yang di ungkapkan oleh Bp. Indra W. ( Dosen UP 45 )
Kurikulum 2013 di rancang untuk menyiapkan anak – anak dalam kompetensi untuk menghadapi abad 21. Dan isi dari K13 adalah sistem pembelajaran yang menekannkan kepada “ Karakter, Literasi dan 4C . Program 5 hari sekolah yang di cetuskan oleh pemerintah, bertujuan agar dalam 2 hari itu anak-anak lebIh banyak belajar tentang “ Pendidikan Karakter dari keluarga dan lingkungan di mana anak itu tinggal dan berada. Itulah ungkapan Bp. Miftah dari DIKPORA.
Diskusi yang di lakukan dalam seminar ini berlangsung sangat seru dan menarik, sampai – sampai karena keterbatasan waktu, bnayak pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Acara ini di akhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Dekan UP 45 ( Ib. Muslimah ) dan pembagian Plakat sebagai rasa terimakasih untuk para narasumber dan moderator yang telah mengisi dan berperan serta dalam kesempatan seminar kali ini.


Dari diskusi seminar ini bisa di tarik kesimpulan bahwa :
1.      Pembentukan karakter untuk menciptakan kesuksesan seorang anak didik itu tidak hanya menhjadi tanggung jawab Guru. Guru hanyalah fasilitator dalam pengembangan karakter anak didik.
2.      Pembentukan karakter dan kesuksesan dari seorang anak itu adalah tanggung jawab utama dari orang tua.
3.      Peran orang tua dan pola asuh yang tepat yang di berikan oleh orang tua merupakan faktor penentu keberhasilan pembentukan “Karakter bagi anak untuk mencapai kesuksesan “.
Ucapan terimakasih, kami haturkan kepada :
1.      Mas Andri beserta kakak- kakak kelas angkatan Fakultas Psikologi sebagai Ketua Panitia dan Panitia
2.      Bp. Bambang Irjanto selaku Rektor UP 45 beserta Warek I
3.      Ib. Arundhati Shinta selaku Prodi Fakultas Psikologi UP 45
4.      Ib. Muslimah selaku Dekan UP 45
5.      Bp. Indra Wahyudi selaku Dosen Psikologi UP 45
6.      BP. Fx. Wahyu W. selaku Dosen UP 45
7.      Bapak / Ibu Karyawan dan Karyawati UP 45
8.      Bapak / Ibu Guru PAUD, SD, SMP, SMA, SMK se- DIY atas  Partisipanya.






Sumber Referensi :
Abdul Majid & Dian Andayani, Pendidikan Karakter Perspektif Islam (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2012), h. 11.


Soerjono Soekanto, Kamus Sosiologi (Jakarta: Rajawali Pers, 1993), h. 74.


Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter Konsepsi dan Aplikasinya dalam Dunia Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2012, h. 9





Peserta Seminar


Pemberian Materi oleh Narasumber

Pemotongan Tumpeng oleh Ib Dekan 

Pemberian Kenang-Kenangan Kepada Para Narasumber

0 comments:

Post a Comment