12.1.18

Menghilangkan Rasa Malas Dan Menumbuhkan Semangat Belajar di Kaitkan dengan Teori Sigmund Freud


Menghilangkan Rasa Malas Dan Menumbuhkan Semangat Belajar
 di Kaitkan dengan Teori Sigmund Freud
Tugas Psikologi Kepribadian 2
Suci Indah Permata Sari
163104101137



Setiap individu adalah unik, mereka mempunyai kekhasannya sendiri yang membedakannya dengan individu—individu lainnya. Termasuk si X, dimulai dari mengidentifikasi diri si X sendiri. Merujuk kepada teori instink freud, X mempunyai sejumlah energi psikis yang digunakan oleh kepribadian dia sendiri. Kepribadian X yang sangat menyukai makan terlebih makanan berat dan minum untuk merupakan instink hidup dan disatu sisi X merupakan anak yang cenderung tidak sabaran, sehingga seringkali menggunakaan instink mati X untuk melakukan agresi seperti marah-marah apabila keinginana X tidak terpenuhi. Selain tidak sabaran, karakter X yang lain seperti pemalas, mudah tersinggung, penakut, dan pada hal-hal tertentu terkesan acuh tak acuh/cuek. Pembentukan karakter kepribadian tersebut, apabila dilihat dari struktur kepribadian Freud adalah mendapati tiga tingkatan yaitu ego, id, dan superego.
Contohnya, ketika rasa malas X mulai muncul terlebih di waktu tengah kuliah, id X mendorong agar melakukan bolos kuliah namun, super ego X mengatakan bahwa X tidak boleh patah semangat, karena apabila X bolos maka X akan kehilangan jatah bolos yang seharusnya digunakan untuk keperluan yang penting . serta jika X bolos maka akan tidak mendapat ilmu. Ego X disini berupaya menertralkan dengan memberikan proses keputusan sadar agar X bisa melawan rasa malas yang diimbangi dengan sifat ambisius X.
Contoh lainnya adalah ketika id menyatakan X agar perfeksionis dalam tugas sehingga bekerja sendiri adalah cara paling efektif, super ego X mengatakan bahwa X tidak boleh egois dalam mengerjakan tugas yang seharusnya dikerjakan bersama-sama. Oleh karena itu, ego X secara sadar sering bertindak untuk menetralkan agar tugas dikerjakan bersama-sama terlebih dahulu kemudian dilakukan pengkoreksian kembali oleh X.
X  berasal dari Pekanbaru  dan sebagai anak yang tidak bisa jauh dari orang tua karena terbiasa dengan mereka, tinggal di kota perantauan ini X masih merasa kurang nyaman. Dalam hal ini membuat X terlalu khawatir, resah, dan takut untuk sendiri tanpa seorang teman. Anxiety atau teori kecemasan Freud pun juga menjelaskan bahwa terdapat reaksi individu terhadap ancaman ketidaksenangan yang belum dihadapinya. Macam kecemasan yang sedang X alami waktu itu adalah kecemasan realistis, yaitu ketakutan akan bahaya luar apabila X tidak mempunyai teman dan mendapati bahaya di kota yang baru.
Saran dari kepribadian X dengan teori psikoanalisa ini adalah dapat menjadikan tahapan-tahapan perkembangan dan proses kerja id, ego, super ego dengan selektif dan sewajarnya. Kecemasan atau anxiety dapat menjadi kita lebih peka dan memilah mekanisme pertahanan diri dengan bijak dan terus belajar berpacu menjadi pribadi yang lebih baik serta tidak hanya mengukur kesuksesan kepribadian kita dengan melihat satu teori ini saja.

Alwisol. 2008. Psikologi Kepribadian. Malang:  UMM Pers.

0 comments:

Post a Comment