13.12.17

Konsep Diri Remaja subur Triyono Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Menjadi Remaja Memang menjadi masa yang sangat menyenangkan , Pada masa remaja kita tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. yang berjalan antara umur 11 tahun sampai 21 tahun.kondisi ini membuat remaja kadang bingung dalam mencari jati dirinya apabila tidak memiliki konsep diri yang baik
Berangkat dari situlah mahasiswa psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (11 Desember 2017) mengadakan kegiatan psikologi berbagi dengan tema “Konsep Diri” di SMK Diponegoro Depok. Acara ini Memang menjadi agenda rutin pendampingan mahasiswa ke sekolah – sekolah setingkat SMA yang di agendakan 2x dalam 1 semester tidak lain tujuan nya adalah agar para remaja yang berada di sekolah – sekolah setingkat SMA dapat memahami dan juga faham mengenai masalah masalah remaja yang sangat komplek di antaranya adalah pemahaman tentang konsep diri seingga tidak aka nada masalah dalam melalui tugas perkembangan seorang remaja
Atusiasisme semakin terlihat ketika salah satu mahasiswa memberikan Materi dari teori kepribadian yang di bubuhi dengan setuhan  Rohani Islam mengingat kebanyakan siswa adalah Muslim Nurul hidayah dalam penjelasan Materinya menyampaiakan bahwa sesungguhnya manusia di ciptakan tidak lain adalah untuk menyembah kepada Allah  konsep ini di ambil dari Qs. Adz Dariyat : 56

 Agar tidak terlalu tegang pembawa acara yang kocak di bantu dengan team kreatif yang sudah  disiapkan  mulai mencoba untuk membacakan hasil tes kepribadian yang sudah di kerjakan di sela sela acara tersebut  salah satu siswa  syarif menyampaiakan bahwa  interpretasi yang di berikan  berdasarkan materi juga  80% tepat dan sesuai dengan kepribadian mereka , apapun kepribadianya asalkan memiliki konsep diri yang baik tentunya akan dapat membuat remaja menjadi remaja yang kuat dan juga berkarakter dalam memenuhi tugas perkembangan dan juga menggapai cita – cita nya 

0 comments:

Post a Comment