13.7.17

PAPAN SMART UNTUK MERANSANG PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI



PAPAN SMART
UNTUK MERANSANG PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK
DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


Alat peraga pembelajaran ini digunakan untuk kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), untuk usia 5-6 Tahun. 

 
 IRWANTO     
                                                                                        NIM. 163104101125
Program Studi Psikologi

Dosen Pembimbing:
Eni Rohyati, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

Alat permainan edukatif (APE) atau alat peraga pembelajaran (APP) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran anak di Taman Kanak-kanak. Alat permainan tersebut sangat menunjang dalam pembelajaran anak di sekolah secara efektif dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal.

Mayke Sugianto, T. 1995, mengemukakan bahwa alat permainan edukatif (APE) adalah alat permainan yang sengaja dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan. Pengertian alat permainan edukatif tersebut menunjukkan bahwa pada pengembangan dan pemanfaatannya tidak semua alat permainan yang digunakan anak di TK itu dirancang secara khusus untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak. Direktorat PADU, Depdiknas (2003) mendefinisikan alat permainan edukatif sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau peralatan untuk bermain yang mengandung nilai edukatif (pendidikan) dan dapat mengembangkan seluruh kemampuan anak.
Perbedaan antara alat permainan yang biasa dengan alat peraga pembelajaran adalah pada alat peraga pembelajaran (APP) terdapat unsur perencanaan, pembuatan secara mendalam yang mempertimbangkan karakterisitik anak dan mengaitkannya pada pengembangan berbagai aspek perkembangan anak yaitu bahasa, kognitif, fisik motorik, dan seni. Sedangkan alat permainan biasa dibuat dengan tujuan yang berbeda, yaitu untuk memenuhi kepentingan bisnis semata tanpa adanya kajian secara mendalam tentang aspek-aspek perkembangan anak yang dapat dikembangkan melalui alat permainan tersebut. Untuk dapat melihat dan memahami secara lebih mendalam mengenai apakah suatu alat permainan dapat dikategorikan sebagai alat peraga pembelajaran (APP) untuk anak TK atau tidak, terdapat beberapa ciri yang harus dipenuhinya yaitu:
1.      Alat permainan tersebut ditujukan untuk anak TK.
2.      Berfungsi untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak TK.
3.      Dapat digunakan dengan berbagai cara, bentuk, dan untuk bermacam tujuan aspek pengembangan (indikator) atau multiguna.
4.      Aman atau tidak berbahaya bagi anak.
5.      Dirancang untuk mendorong aktifitas dan mengembangkan kreatifitas anak.
6.      Bersifat konstruktif atau ada sesuatu yang dihasilkan.
7.      Mengandung nilai pendidikan.
Alat peraga pembelajaran (APP) yang dibuat oleh para guru TK, diharapkan dapat menjadi alat peraga yang menarik minat anak, mendorong aktifitas, mengembangkan kreativitas dan membantu anak untuk lebih memahami materi kegiatan yang disampaikan oleh guru. Dengan demikian tujuan pembelajaran di kelas dapat tercapai dan semua aspek pengembangan yang direncanakan dapat terlaksana karena anak merasa senang, nyaman, dan aman.

Untuk Mengembangkan Aspek Kognitif yang Dikembangkan
NO
INDIKATOR
KEGIATAN
1
Membilang/menyebut urutan bilangan dari 1-20.

Mengambil kartu angka dan mengurutkannya.
2
Membilang (mengenal konsep bilangan dengan benda) sampai 10.

Menghubungkan atau memasangkan lambing bilangan dengan benda-benda sampai 10 (anak tidak menulis)
Meletakkan kartu gambar dan kartu angka yang sesuai dengan jumlah benda yang ada pada gambar.
3
Menyebutkan hasil penambahan dan pengurangan dengan benda sampai 10.
Membuat soal dan menghitung hasil penambahan/pengurangan dengan kartu angka.

Permainan matematika di PAUD adalah kegiatan belajar konsep matematika melalui aktivitas bermain dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat alamiah. Tujuan permainan matematika di PAUD adalah agar anak dapat berpikir logis dan sistematis, memiliki keterampilan berhitung yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, memahami konsep ruang dan waktu, memiliki daya abstraksi dan apresiasi serta membangun daya kreativitas dan imajinasi anak Permainan matematika akan berpengaruh pada perkembangan sosial emosional, fisik, persepsi, visual dan spasial, kreativitas dan tentunya pada perkembangan kognitif. Penanaman konsep matematika harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan tanpa ada unsur pemaksaan, anak harus belajar dengan keinginannya sendiri.

Ideal (+)
Kurang Ideal  (-)
Mengklasifikasikan benda berdasarkan fungsi.
Mengalami gangguan perkembangan
Anaknya Pasif dan tidak bisa Mengklasifikasikan benda berdasarkan fungsi.
Menunjukan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti: apa yang terjadi ketika air ditumpahkan).
Mengalami gangguan perkembangan
Tidak aktif mengikuti pembelajaran
Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan.
Mengalami gangguan perkembangan
Tidak aktif mengikuti pembelajaran
Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya.
Mengalami gangguan perkembangan
Menunjukan inisiatif dalam memilih tema permainan (seperti : ayo kita bermain pura-pura seperti burung).
Mengalami gangguan perkembangan
Tidak aktif mengikuti pembelajaran
Memecahkan masalah sederhana dalam
kehidupan sehari-hari.
Mengalami gangguan perkembangan
Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran “lebih dari” “kurang dari” dan “paling/ter.”
Mengalami gangguan perkembangan
Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3 variasi).
Mengalami gangguan perkembangan
Mengklasifikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yang sama atau
sejenis, atau berpasangan yang lebih dari 2 variasi.
Mengalami gangguan perkembangan
Tidak aktif mengikuti pembelajaran
Mengenal pola ABCD-ABCD.
Mengalami gangguan perkembangan
Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil kepaling besar atau sebaliknya.
Mengalami gangguan perkembangan
Tidak aktif mengikuti pembelajaran
Menyebutkan lambang bilangan 1-10.
Mengalami gangguan perkembangan
Mencocokan bilangan dengan lambang bilangan.
Mengalami gangguan perkembangan
Mengenal berbagai macam lambing huruf vocal dan konsonan.
Mengalami gangguan perkembangan
Mengenal lambang bilangan.
Mengalami gangguan perkembangan
Mengenal lambang huruf.
Mengalami gangguan perkembangan
Membilang banyak benda satu sampai sepuluh.
Mengalami gangguan perkembangan
Mengenal konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari (gerimis, hujan, gelap, terang, temaram, dan sebagainya).
Mengalami gangguan perkembangan
Tidak aktif mengikuti pembelajaran
Mengenal benda berdasarkan fungsi (pisau
untuk memotong, pensil untuk menulis).
Mengalami gangguan perkembangan
Menggunakan benda-benda sebagai permainan simbolik (kursi sebagai mobil).
Mengalami gangguan perkembangan
Mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri.
Mengalami gangguan perkembangan
Mengurutkan benda berdasarkan 5 seriasi
ukuran atau warna.
Mengalami gangguan perkembangan

Kesimpulan
1.      Pada usia dini anak sudah sangat membutuhkan alat untuk bermain dalam rangka mengembangkan kemampuannya, sesuai dengan apa yang dilihat, dialami dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar mereka.
2.      Alat permainan edukatif adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau peralatan untuk bermain yang mengandung nilai edukatif (pendidikan) dan dapat mengembangkan seluruh kemampuan anak.
3.      Suatu alat permainan dikategorikan sebagai alat permainan edukatif jika memenuhi ciri-ciri sebagai berikut: alat permainan tersebut ditujukan untuk anak usia dini, difungsikan untuk mengembangkan berbagai perkembangan anak usia dini, dapat digunakan dengan berbagai cara, bentuk, dan untuk bermacam tujuan aspek pengembangan atau bermanfaat multiguna, aman atau tidak berbahaya bagi anak, dirancang untuk mendorong aktifitas dan kreatifitas anak, bersifat konstruktif atau ada sesuatu yang dihasilkan, dan mengandung nilai pendidikan.
4.      Adapun fungsi alat permainan edukatif yaitu menciptakan situasi bermain (belajar) yang menyenangkan bagi anak dalam proses pemberian perangsangan indikator kemampuan anak, menumbuhkan rasa percaya diri dan membentuk citra diri anak yang positif, memberikan stimulus dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar, dan memberikan kesempatan anak bersosialisasi, berkomunikasi dengan teman sebaya.
5.      Jenis alat permainan edukatif itu sangat banyak. Pada umumnya jenis APE untuk anak usia dini dirancang dan dikembangkan berakar pada jenis permainan yang telah dikembangkan lebih dulu oleh para pakar pendidikan anak dari negara maju, walaupun ada juga beberapa jenis APE yang dirancang dan dibuat oleh guru sendiri disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.
6.      Jenis-jenis APE untuk anak usia dini yang telah dikembangkan ini diilhami oleh alat-alat permainan yang diciptakan oleh para ahli pendidikan anak seperti Maria Montessori, George Cuisenaire, Peabody dan Frobel. APE-APE tersebut banyak ditemukan pada lembaga-lembaga PAUD di Indonesia.

 







0 comments:

Post a Comment