15.4.17

SESAAT BERSAMA ODGJ DI RS GRHASIA



SESAAT BERSAMA ODGJ DI RS GRHASIA
                            
                   
Nama    : yona sahputri luspartiwi
NIM       : 16.310.410.1136
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA
Kami mahasiwa dan mahasiswi fakultas psikologi universitas proklamasi 45 yogyakarta mengadakan acara kunjungan ke RS GRHASIA   Jl. Kaliurang KM.17, Pakembinangun, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582 pada Kamis 13 April 2017 . Pukul 07.45 kami tiba di rs grhasia lalu menuju ke salah satu gedung disana , dan kami sudah di siapkan tempat untuk acara kunjungan kami . rs grhasia terkenal dengan rumah sakit yang melayani pasien gangguan jiwa atau biasa orang-orang bilang bilang “orang gila “ , tetapi disini kami tidak bisa menyebut orang gila yang boleh adalah orang dengan gangguan jiwa( ogdj ).
Dalam istilah psikologi, gangguan jiwa yang dialami mereka disebut Schizofrenia. Orang-orang yang mengalami gangguan jiwa ini disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau Orang Dengan Gangguan Mental (ODGM). Disebut ‘dengan Gangguan Jiwa’ karena mereka diasumsikan dapat pulih kembali bila mereka selesai menjalani perawatan. Namun pada kenyataannya, tidak mudah bagi para ODGJ menjalani kehidupan normal. Mereka kerapkali disingkirkan oleh keluarga, teman, lingkungan pekerjaan, dan masyarakat sekitarnya.
Hal yang aneh sebenarnya karena salah satu penyebab mereka mengalami gangguan jiwa adalah permasalahan dalam keluarga atau dengan temannya. Penghalang utama para ODGJ dalam bermasyarakat adalah stigma terhadap mereka. Stigma berkembang lebih cepat daripada proses kesembuhan itu sendiri. Contoh stigma :
  • Dianggap gila dan selamanya akan gila
  • Dianggap orang-orang yang tidak bisa disembuhkan
  • Dianggap orang ‘aneh’ yang harus dijauhi
  • Orang yang berbahaya
Padahal dengan program rehabilitasi psikososial yang tepat, penderita gangguan jiwa dapat dipulihkan. Memang ada beberapa gangguan jiwa yang tidak dapat pulih 100%, tapi mereka mampu berfungsi minimal sebagai anggota masyarakat. Program dalam rehabilitasi psikososial cukup bervariasi yaitu medikasi (pengobatan), psikoterapi, terapi vokasional (ketrampilan kerja), terapi ketrampilan hidup, dan sebagainya. Program ini berlangsung selama ODGJ membutuhkannya.
Dukungan keluarga sangat diperlukan karena ODGJ tidak mampu menolong dirinya sendiri. Mereka rentan juga menjadi korban kejahatan (daripada menjadi pelaku), rentan menjadi korban bullying, dan korban kekerasan seksual. Oleh karena itu, peran serta masyarakat luas diperlukan dalam proses pemulihan mereka. Penolakan terhadap kehadiran mereka akan mengakibatkan gangguan mereka semakin parah, kualitas hidup mereka menurun, dan juga meningkatkan intensitas kekambuhannya.
Bertemunya pasien disana membuat kami mempunyai pengalaman yang berkesan dengan melihat dan mewawancarai beberapa pasien rawat inap . melihat kondisi mereka yag merasakan kebingungan , kesedihan , kebahagiaan , membuat kami berfikir untuk tetap menghargai dan menghormati mereka yang  yang sedang mengalami gangguan jiwa . jangan perlakukan mereka dengan kasar , tapi perlakukanlah mereka dengan baik dan hati-hati .
Sumber : https://nairaklinikpsikologi.wordpress.com/tag/odgj/

0 comments:

Post a Comment