20.4.17

Gangguan Kecemasan


Oleh Nurul Hidayah (153104101104)
Mata Kuliah Psikologi Abnormal

Dalam hidup kita tidak bisa menghindari perasaan cemas. Dalam beberapa hal kecemasan dengan kadar yang sedang dapat membantu kesuksesan kita. Ketika akan menghadapi ujian kita merasa cemas, perasaan cemas tersebut dapat mendorong kita untuk melakukan persiapan sebaik-baiknya untuk  menghadapi ujian. Hal ini selaras dengan penjelasan Yarkes dan Dodson (dalam Durand dan Barlow, 2006) bahwa sejak hampir satu abad silam para pakar psikologi telah tahu bahwa kita dapat bekerja dengan lebih baik jika kita merasa sedikit cemas.
Namun perasaan cemas yang berlebihan akan merugikan. Perasaan cemas berlebihan akan begitu menyiksa penderitanya. Ketika diserang kecemasan kita tetap merasa gelisah meskipun kita tahu bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Durand dan Barlow (2006) menjelaskan kecemasan adalah keadaan suasana hati yang ditandai oleh afek negatif dan gejala-gejala ketegangan jasmaniah dimana seseorang megantisipasi kemungkinan datangnya bahaya atau kemalangan di masa yang akan datang dengan perasaan khawatir.
Durand dan Barlow (2006) menjelaskan bahwa pada manusia, kecemasan bisa jadi berupa perasaan gelisah yang bersifat subjektif, sejumlah perilaku (tampak khawatir, gelisah, resah) atau respons fisiologis yang bersumber di otak dan tercermin dalam bentuk denyut jantung yang meningkat dan otot yang menegang.


Referensi :

Durand, V Mark dan Barlow, David H. (2006). Psikologi Abnormal Edisi Keempat. Yogyakarta. Pustaka Belajar. 

0 comments:

Post a Comment