10.1.17

resensi artikel MENGASIHI ANAK PENDERITA HIV/AIDS



Tri Mei Wulandari
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Jogjakarta

                AIDS masih menjadi penyakit yang menakutkan  bagi masyarakat. Kebanyakan penderita AIDS dihindari oleh masyarakat. Akan tetapi tidak bagi Puger Mulyono. Pria asal Solo yang bekerja sehari-hari sebagai tukang parkir ini berhasil mendirikan rumah singgah bagi anak-anak penderita HIV/ AIDS. Rumah singgah itu dinamakan Lentera. Harapannya nama Lentera dapat menjadi cahaya yang menerangi tumbuh berkembangnya harapan dan masa depan anak-anak yang hidup dengan penyakit HIV/AIDS. Awal pendirian rumah singgah ini banyak penolakan dari warga di sekitar Solo. Karena mereka takut tertular virus tersebut. Namun semangat beliau tak patah arang. Untuk membiayai rumah singgah itu,beliau tak segan-segan mengeluarkan tabungan pribadinya. Karena masyarakat luar daerah Solo belum banyak yang mengetahui keberadaan rumah singgah ini. Jadi belum banyak donatur untuk membiayai keberlangsungan rumah singgah Lentera. Disamping itu adanya penolakan warga akan adanya rumah singgah Lentera, menjadikan rumah singgah ini belum dikenal masyarakat luar.

Kompas. Rabu, 4 Desember 2016  

0 comments:

Post a Comment