12.1.17

RESENSI ARTIKEL : FASILITAS MCK MENDESAK



RESENSI ARTIKEL :

DELIANA VICRIA NURACHYANI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA

FASILITAS MCK MENDESAK


            Setelah masa tanggap darurat bencana gempa Aceh 7-20 Desember 2016, para pengungsi korban gempa Plidie jaya masih menghadapi masalah belum ada fasilitas mandi, cuci, dan kakkus yang memadai. Pengungsi harus pergi ke sungai atau menumpang rumah warga yang masih meiliki MCK layak. Para pengungsi harus berjalan 100-200 meter dari pengungsian ke Sungai Meureudu jika hendak mandi, mencuci, dan buang air. Tidak ada tempat tertutup di sekkitar sungai sehingga tidak memunginkan bagi kaum perempuan untuk mandi ataupun buang air di sungai tersebut. Disekitar sungai juga tidak ada penerangan saat malam. Mereka berharap
pemerintah memperhatikan dan mengatasi masalah itu selama masa transisi darurat bencana ke pemulihan dalam 90 hari, mulai 20 Desember 2016 hingga 20 maret 2017.

            Selain tidak ada fasilitas MCK ketersedin air bersih terbatas. Air sumur di kampong itu berwarna coklat, berlumpur dan dangkal pasca gempa. Pemerintah memang menyediakan tiga tempat penampungan air bersih di pengungsian. Namun, itu masih terbatas jika dibandingkan jumlah pengungsi di sini. Untuk itu, air tersebut hanya digunakan untuk masak dan wudu. Korban gempa berharap pemerintah membantu membersihkan rumah mereka yang ambruk dan rusak berat akibat gempa. Dengan demikian mereka bisa membangun tenda atau mendirikan rumah semi permanen di lokasi rumah mereka tersebut. Wargatidak sanggup utuk membersihkan rumah sendiri. Hlal ini karena biaya atau ongkos sewa alat berat untuk membersihkan rumah sngat tak terjangkau.
            Dalam resensii artikel ini untuk segera mengatasi masalah keterbatasan fasilitas MCK dan embersihan rumah warga, baik yang ambruk maupun rusak parah, selama transisi darurat bencana ke pemulihan. Pemerintah pun perlu melakukan pendataan sebelum bertindak.
Sumber:

Dri. (2016). Fasilitas MCK mendesak. Kompas. 23 Desember

0 comments:

Post a Comment