1.1.17

Allah Menjawab Tanpa Hitungan Detik

                                                   Allah Menjawab Tanpa Hitungan Detik

                                                                              oleh :
                                                                          Siti Hanifah 
                                                                      (16.310.410.1151) 



Di siang yang panas itu, setelah bermandikan keringat karena panasnya kompor yang menyala di dapur yang sempit dan pengap, seorang santri (read --sebutan untuk seseorang yang tinggal di pondok pesantren atau surau untuk orang muslim mempelajari ilmu agama) sedang melaksanakan piket masak yg biasanya bergilir satu minggu sekali masak untuk seluruh santri dan keluarga ndalem (read-- sebutan untuk keluarga bapak kyai-pengasuh pondok pesantren), tak jauh dari dapur terdengar suara wanita yang tak asing dia kanal, ya tak lain tak bukan itu suara temannya di Madrasah Aliyah dulu hingga saat ini dipesantren. Santri ini baru teringat hendak menghadiri soft opening yang berapa lalu dia baca dengan temannya disepanduk pinggir jalan. Sontak tanpa mandi dan tanpa persiapan apapun, dengan terburu-buru berangkatlah santri dan temennya ini ke suatu soft opening salah satu mall terbesar di Jogja, mereka berangkat pukul 10.00 WIB, padahal acara di mulai pukul 10.00 WIB begitulah tulisan jam yang teringat jelas dibenak sang santri ini, tapi sebelum santri ini mulai berangkat tadi, dia sudah berniat akan menjual barang miliknya untuk hasilnya dia berikan kepada temannya yg satu kampung dengannya yang sedang tertimpa musibah. Karna dia tau betul temannya ini benar-benar sangat membutuhkannya. Alhamdulillah sampai di Mall pukul 10.45 WIB dan acara inti belum di mulai, dari jauh diatas panggung masih terlihat jelas acara penampilan seni dari berbagai daerah yang memeriahkan acara ini, dan tibalah acara inti yang membahas tentang sedekah atau lebih pas dengan Shodaqoh, dalam beberapa ceramah yang beliau berikan sang Ustadz ini memaparkan tentang Firman Allah mengenai sedekah/shodaqoh disini beliau menuturkan bahwa Allahlah yang akan mengganti bahkan melipatgandakan harta yang diinfaqkan karena Allah, atau untuk menolong sesama. Santri itu berfikir, kenapa dia harus repot-repot menjual dan memberikan hasil jualannya kepada temannya, dan jarak rumahnya yang jauh dari jogja bahkan dia belum tahu apakah temannya mau menerima atau malah tersinggung, pikiran itupun berkecamuk dipikirannya. Disitulah dia berfikir keras. Terlintas dikepalanya kenapa tidak langsung mencoba/mengaplikasikan apa yang difirmankan Allah tersebut seperti apa yang dipaparkan oleh sang Ustadz tadi, maka santri itupun langsung menginfaqkan sedikit barang yang dia punyai dengan harapan Allah akan membantu temannya karena Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin (Hanya kepada Allah-lah saya menyembah dan hanya kepada Allah-lah tempat meminta pertolongan), santri itu maju ke depan dan menaruh barang tersebut di tempat yang telah disediakan oleh panitia, yang akan disumbangkan/disalurkan untuk orang-orang yang membutuhkan, dia berniat karna Allah dan semoga Allah membantu temannya yang jauh disana. Antara percaya dan tidak percaya  belum ada 1 menit dari santri itu berdiri, Allah SWT sudah mengganti dengan yang lebih baik, berlipat ganda, yang bahkan tak pernah di duga oleh santri tersebut, yakni berupa Undangan dari Allah untuk mengunjungi Baitullah. Mekah-Madinah. Kok bisa? Ya. santri tersebut dapat menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan sang Ustadz kepada beberapa ratus orang yang ada disana dan yang benar akan pertanyaan tersebut akan berangkat Umroh secara gratis. Dan benar santri ini pun berangkat Desember 2016 lalu dan dia mendengar kabar saat dia masih di acara soft opening saat itu bahwa temannya yang hendak ditolongnya tadi mendapatkan bantuan atau rizqi yang tidak disangka-sangkanya.
Maha Benar Allah atas segala Firman-Nya, Allah menjawab doa hambaNya dan pastinya menjawab juga doa santri tersebut dan pasti juga menjawab doa seluruh umatnya dengan keyakinan yang kuat. Disitulah Allah benar-benar menjawab tanpa hitungan menit.









0 comments:

Post a Comment