3.1.17

Demi menjadi ummu warobatul bait kelak

Chusnul Rizatul Untsa
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Surat untuk calon anakku kelak ::: dari calon ibumu 

Ini surat pertama bunda untukmu sayang


Lama sudah bunda tidak mengayuh pena pena bunda yang mengecil dan membiarkannya menari di papan kertass putih..
lama nak rasnaya bunda tidak bermain kata - kata indah bermuara cerita.. Tapi entah penat malam ini membekukan doa-doa bunda dalam sepertiga malamNya..

Mungkin sedikit aneh bunda menulisnya sambil membayangkan raut mukamu yang menggemasskan (nantinya).. Aamiin Yaa Rabb
ini adalah serpihan kecil dari doa bunda barusaja..
kau anakku ..
perempuan kah atau laki-laki kah ..
Bunda bahagia Alloh menitipkanmu pada janin bunda..

Ini bukan lagi sedikit aneh , tapi memang terlalu aneh imajinasi bunda , doa bunda melangkah jauh sebelum waktunya..
Pada malam ini di 5 menit lepass dari pukul satu tertanggal empat februari 2015..
Usia 20th bunda yang tengah mengimajinasikan keluarga kecil kita sayang..bunda belum tau siapa ayahmu (ehh sekarang ayahmu sholeh ga nak ? cakep tidak ? atau jago tidur heheheh , Ayahmu pasti tetap yang terbaik untuk bunda siapapun nanti )
Bunda tengah berada di kota Yogyakarta .. Kota dimana bundamu meniti pengalaman juga ilmu pengetahuan..
Singkatnya bunda disini tengah bekerja sambil kuliah sayang , (sekarang bunda jadi apa ya nak saat kamu baca ini ^_^)
Bunda menitikan air mata setelah berdoa meminta kamu hadir di dalam keluarga kecil bunda kelak , barusaja bunda ngadu sama Alloh ingin sekali punya anak sholehah / sholeh , berparas cantik , dan berbakti pada agamanya.. (ini doa bunda waktu itu di thn 2015 sekarang bantu bunda mewujudkannya yaa sayang)
Kamu telah menjadi anugrah untuk bunda dan ayah walau hanya dalam wujud doa ,,
Sekarang bagaimana keadaanmu sayang , apakah kau sehat ?

Perjuangan demi perjuangan melatih setiap jengkal yang bunda pijak , dimana pengorbanan kesakitan juga kepedihan sudah menjadi teman..
Semua untuk meraih mimpi yang sudah lama dan bunda tidak mau terlalu lama menggantungnya disana..
Ananda sekarang pun harus sama , gantungkan cita tak cukup satu atau dua , buat tangga selebihnya..
Tangga mimpi..

Sewaktu bunda masih belia masih usia sebelas dua belas dan seterusnya , nenek dan kakekmu , iya ibun ayah bunda mengajarkan banyak hal..
Termasuk cara mencintai dan mengasihi anaknya seperti yang bunda lakukan padamu .. Sewaktu kasih sayang itu mereka wujudkan pada bunda pada suatu ketika beliau berkata ' sha abis lulus SD langsung mondok saja ya''Sontak ketika usia belia bunda dihadapkan dengan permintaan konyol bagi bunda..
bersikeras agar tidak masuk pondok pesantren ketika itu.. Bunda belajar lebih rajin agar mendapat nilai bagus dan bisa beasiswa ke SMP favorit bunda waktu itu.. (bunda dulu smp favorit lhoo sayang hahaha kalo ayahmu kaya gimana sayang , hihiii bunda senyum2 bayanginnya lhawong bunda gatau siapa ayahmu , sekarang bunda tidak dekat ataupun mengharap pria menyanding bunda , huuhhh tp yaa entahlah :/ )
eitss akhirnya bunda dapat nilai memuaskan dan mendapat keringanan masuk smp favorit , akhirnya kakek nenekmu mebiarkan bunda masuk sekolah smp (astaghfirullah :( , 'kok astaghfirulloh bunda ? ' iya sayang astaghfirulloh :'( }

Diwaktu kelulusan SMP pertanyaan yang sama dr nenekmu nak , bunda tolak mentah2 lagi , mungkin usia dan keadaan bunda waktu itu terlibat ..
dengan cara yang sama bunda menolaknya.. belajar serius agar masuk SMA dengan biaya rindang lagi dan kakek nenekmu akan membolehkannya lagi ..
dengan tekun ( ehh sedikit tekun , :D ) bunda berhasil masuk SMA favorit dengan potongan beasiswa juga :) saat itu alhamdulillah , tapi saat ini bunda bilang astaghfirulloh :'( ( kok astaghfirulloh lagi bunda ?'')

Nduk , le anak bunda paling sholeh / sholeha..
Ini surat pertama bunda untukmu sayang .. surat pertama bunda berisi doa beku yang abadi ..
Bunda menyesal sekali saat pertama kali menolak pinta kakek nenekmu menyekolahkan bunda di pondok..
Saat usia bunda sekarang bunda mengerti peran pondok dan bimbingan agama yang baik ..
Bunda menulis ini agar sekarang saat kau membaca ini tau betapa sayangnya bunda padamu :* {()}
Tuntutlah ilmu mu dampingi agamamu sempurnakan ikhtiarmu bersama Islam..
Ini harapan abadi bunda sayang..

Bantu bunda mewujudkannya ..
Ini segelintir bukti bunda bahwa bunda mencintaimu jauh sebelum bunda menikah atau bahkan bertemu dengan ayahmu..
Bunda merindukanmu jauh sebelum bunda tau kau ada di janinku..
Bunda lebih merindukan doamu sayang , doa anak sholekhah :')
Bunda menitikan air mata melantunkan doa ini..

Jadilah permata syurga yang menginjakkan jejaknya di bumi ..
terimakasih sudah hadir dalam pangkuan bunda , love you sayang :)
(bayanginnya kamu manggil umi / bunda / mamah / ibun lari dengan tergopoh dengan senyum maniss tak terhingga )



----------


Bagiku dengan mengingat calon buah hati kita, hidup sesulit apapun akan tetap kita perjuangkan..
bahkan ketika saya mulai merasa di jalan yang akan membawa salah yang saya ingat adalah calon keluarga saya nanti. Karna jika sesuatu yang buruk terjadi kepada saya dan sampai ditanyakan oleh suami dan anak saya kelak maka saya harus pastikan bahwa cerita itu hanyalah cerita -cerita yang membanggakan mereka. Mengingat calon anakku kelak membuatku menupayakan perbaikan diri mulai dari kemaren lusa, kemaren, dan sekarang.

0 comments:

Post a Comment