6.12.16

RESENSI ARTIKEL :SULISTIYORINI MENGAKU BELAJAR DARI YOUTUBE

RESENSI ARTIKEL :SULISTIYORINI MENGAKU BELAJAR DARI YOUTUBE

WAHYU RELISA NINGRUM

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA

            Rumah komunitas Rajut Solo adalah suatu wadah bagi para rajuters Solo Raya dan sekitarnya dalam mengembangkan hobi merajut, sehingga dapat mengahsilkan pendapatan dari hobi tersebut. Tidak hanya sebagai tempat pertemuan, rumah komunitas rajut juga digunakan sebagai tempat membahas tentang produk hasil rajutan dari anggota komunitasnya.
            Komunitas Rajut Solo didirikan pada tahun 2012 secara tidak sengaja, dan sekarang telah beranggotakan sekitar 30 sampai 40 anggota yang aktif. Setiap anggota biasanya mempunyai keahlian masing-masing, misalnya tas, sepatu, selimut hingga sweater. Pemasaran produknya pun tidak hanya pasar dalam negeri, melainkan luar negeri, yaitu Jerman, Belanda, dan Australia.
            Keahlian merajut tidak hanya berdasarkan hobi sejak kecil semata, melainkan ada yang belajar melalui Youtube. Salah satunya Sulistiyorini. Dia mengaku bahwa tertarik belajar merajut, sehingga dari website video itulah Sulistiyorini belajar merajut dan menekuninya hingga sekaran. “Akhirnya bisa menghasilkan karya semacam tas rajut sampai payung hiasan rajutan,”ujarnya.

            Hal positif yang dimiliki artikel ini adalah memberikan motivasi kepada pembaca bahwa suatu keahlian tidak hanya berawal dari hobi semata, melainkan dapat berawal ketertarikan terhadap suatu hal dan selanjutnya dipelajari dengan penuh ketekunan. Sehingga suatu saat dapat mendapatkan hasil yang diinginkan maupun hasil yang melebihi atau diluar perkiraan. Contohnya keahlian merajut yang dipelajari melalui Youtube ini.
            Kritik terhadap artikel ini yaitu tidak dijelaskan suka duka, baik perjalanan Komunitas Rajuters Solo maupun usaha yang dijalani oleh komunitas tersebut dalam pemasaran produk-produknya.
           

Sumber : Tribun Jogja, 29 September 2016. Halaman 7



0 comments:

Post a Comment