23.6.16

Ringkasan Artikel : Wisatawan Jadi korban Pantai Selatan




Chusnul Rizatul Untsa
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

                Lima wisatawan asal Magetan Jawa Timur mengakhiri masa liburan dengan sangat dramatis di Pantai Baron. Pasalnya Ia dan empat rekan lainnya terseret ombak lantaran mandi diarea luar garis batas peringatan bahaya. Bahkan satu diantaranya dinyatakan hilang. Kelimanya yaitu Mukhlis (12), Firman (12), Ira (12), Sutini (50) dan Dwi Setya (12). Dwi Setya lah yang hingga kini belum diketemukan. Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah korban dan rombongan berada di bibir pantai saat siang. Bermain air tanpa menghiraukan imbauan tim SAR. Padahal pengawas Pantai tidak henti – hentinya memperingatkan para wisatawan agar tidak mendekatai bibir pantai yang sedang tidak bersahabat.
                Secara mengejutkan gelombang besar datang dan seketika itu juga menyeret kelima wisatawan tersebut. Tim SAR segera bergegas ketika mendapat laporan. Sebelum kejadian pihak tim SAR sudah mewanti – wanti untuk tidak bermain terlalu jauh dari bibir pantai, imbauan ini di bunyikan via pengeras suara namun ternyata tidak juga dihiraukan.
                Evakuasi korban membutuhkan waktu berjam – jam. Ke empat korban di evakuasi secara bergantian dengan senggang waktu yang tidak terlalu lama. Akan tetapi untuk Dwi Setya korban terakhir yang sampai ke esokan harinya belum ada tanda – tanda di temukan juga. Tim SAR terus berupaya melakukan pencarian. Anggota disebar di sejumlah titik, meski cuaca sangat tidak mendukung untuk mempermudah pencarian. Namun pihak keluarga tetap berharap anggota keluarganya ditemukan dengan keadaan selamat.
                Dengan cuaca ekstreme seperti ini destinasi pantai sangatlah tidak dianjurkan. Pasalnya posisi bulan sedang dekat dengan bumi membuat gravitasi bumi naik. Itu menyebabkan air laut ikut pasang. Dan ombak – ombak besar di luar prediksi menrjang seluruh pantai – pantai selatan.


Sumber :

Gun/yog/fj., (2016). Lima Terseret Ombak, Satu Hilang., Radar Jogja., 26 Mei 2016

0 comments:

Post a Comment