8.1.16

Ringkasan Artikel: Ditemukan, Obat Manjur untuk Mengatasi Fobia



Sri Mulyaningsih 
Universitas Proklamasi '45

Mungkin Anda termasuk yang punya fobia terhadap binatang tertentu yang merepotkan. Anda sudah mencoba mengatasinya dengan berbagai cara. Jangan khawatir, peneliti dari Amsterdam menemukan obat manjur untuk mengatasinya.

Periset dari University of Amsterdam membangun konsep "rekonsolidasi" untuk menemukan obat untuk arachnophobia, jenis fobia terhadap laba-laba. Teorinya, ketika memori diaktifkan, memori itu dapat diubah secara fundamental untuk memperkuat atau melemahkannya. Teori itu ditemukan 15 tahun silam oleh ahli ilmu saraf, Dr Joseph LeDoux yang menemukan pemberian obat pada saat aktivasi memori menakutkan yang menyebabkan amnesia terhadap ketakutan tersebut. Namun, hingga sekarang amnesia yang diinduksi oleh obat hanya secara menyakinkan terlihat pada ketakutan yang diciptakan di laboratorium dan dialami hewan-hewan dan peserta sehat. Peneliti kemudian merekrut 45 orang sukarelawan yang masing-masing takut pada laba-baba untuk keperluan penelitian. Mereka diacak untuk menerima satu dosis propranolol, sejenis obat beta-blocker yang digunakan mengobati penyakit jantung dan tekanan darah tinggi atau menerima plasebo (obat tanpa khasiat). 

Obat itu diberikan setelah mereka diberi paparan terhadap hewan menakutkan berkaki delapan itu. Sukarelawan yang mendapatkan propranolol menunjukkan perilaku penghindaran hewan penyebab fobia yang berkurang drastis dan cenderung mendekati laba-laba. Efek ini berlangsung selama satu tahun.

Dr Merel Kindt dari University of Amsterdam mengatakan,"Di sini kami membuktikan untuk pertama kali obat yang menyebabkan lupa diberikan berkaitan dengan reaktivitasi memori yang mengubah perilaku menghindari menjadi mendekati pada orang dengan ketakutan akan laba-laba.Pengobatan baru ini lebih mirip bedah daripada terapi." Menurut peneliti, saat ini pasien dengan penyakit kecemasan dan kelainan stres pascatraumatik secara tipikal mendapatkan sesi berulang terapi cognitive behavioral atau mendapatkan obat yang diminum setiap hari. Pengobatan itu menyebabkan penurunan gejala secara berangsur dan seringkali sementara. Imbuh Dr Kindt, "Intervensi revolusioner yang baru ini meliputi intervensi satu kali dan singkat yang memberikan ketakutan akan sesuatu, sama sekali menghilang secara tiba-tiba."
Peneliti mengatakan, masih dibutuhkan riset lebih jauh. Menurut mereka, peneliti lain harus memperluas penemuan ini untuk pasien dengan fobia lebih parah dengan tambahan pengujian hasil dengan variabel lain. Penemuan ini mungkin akan mengarah ke strategi pengobatan baru yang menghapus dampak emosi dari memori yang amat sangat. Hal itu akan mengubah paradigma dalam pengobatan psikoterapi. Penelitian ini sudah diterbitkan dalam jurnal Biological Psychiatry.
Sumber:
Dhorothea,Kontributor Health,KOMPAS,13 Desember 2015,Hal:1

0 comments:

Post a Comment