9.1.16

Suara Dua Pengunjuk Rasa di Istana

Ringkasan Artikel : Suara Dua Pengunjuk Rasa di Istana


Antoni Firdaus
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Aidil Afdan Pananarang, asal Makasar, Sulawesi Selatan kuliah semester ketujuh di Universitas Telkom Bandung, Jawa Barat. Dalam tiga bulan terakhir, ia telah dua kali memimpin aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakata.
Ardan Yusuf, asal Ternate, Maluku Utara, Lulusan Universitas Muhammadiyah Ternate itu kini menjadi salah satu pemimpin di Dewan Pemimpin daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku Utara, Kamis 29 Oktober 2015, di Balai Diklat Departemen Agama Sulut, ia melintarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Salah satu kritik yang dilontarkan terhadap Pemerintahan Jokowi-Kala berkaitan soal asap, janji swasembada beras, perbaikan dunia sepakbola di Indonesia dan sebagainya. “Memperbaiki persepakbolaan di Indonesia jangan hanya seremonial saja,” tuturnya.
Ardan sempat lupa nama presiden RI saat ini ketika bicara di muka forum tanwir IMM. “Saking keselnya, saya lupa nama presiden sekarang. Saya jengkel karena dalam menghadapi tragedy asap dan kebakaran huta, Pak Joko malah ditampilkan oleh beberapa media massa sedang duduk-duduk dengan beberapa orang dari suku tertentu di Sumatra. Ini, kan, pencitraan,” ucapnya.
Sumber : J Osdar, Suara Dua Pengunjuk Rasa di Istana. Kompas, 18 November. Hal 2

0 comments:

Post a Comment