13.6.20

STRES DALAM DUNIA KERJA.


Phrahasti Sito Resmi / 19310410038

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45


Setiap manusia di dunia ini pasti bekerja untuk biaya hidup, entah itu bekerja yang berat ataupun ringan. Tetapi banyak individu yang mengalami stress saat bekerja karena pusing memikirkan pekerjaan yang menumpuk. Stresss kerja sangat berdampak besar pada pekerjaan karena sangat berpengaruh, disaat individu mengalami stress dan memaksa untuk menghendel atau menangani semua pekerjaan bisa jadi pekerjaan itu akan hancur karena tidak ada kefokusan untuk melakukan pekerjaan itu. Jika mengalami stress kerja seharusnya istirahat sebentar konsul kepada dokter untuk mencegah kestressan pada diri, atau minta izin cuti sebentar untuk liburan agar otak bisa fress kembali. Jika dibiarkan terus-menerus, stress kerja bisa mnyebabkan masalah kesehatan fisik (seperti penipisan rambut, sariawan, jerawat, asma, diabetes), masalah kesehatan mental seperti gangguan tidur, gangguan kepribadian, gangguan kecemasan, dan depresi serta meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Karena stress kerja bisa terjadi tanpa disadari dan itu bisa berdampak negatif.

T. Hani Handoko (2001:193) mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kondisi kerja yang sering menyebabkan stress bagi para karyawan , diantarnva adalah: Beban kerja yang berlebihan, Tekanan atau desakan waktu, Kualitas supervisi yang jelek, Iklim politis yang tidak aman, Umpan balik tentang pelaksanaan kerja yang tidak memadai, Kemenduaan peranan, Frustasi, Konflik antar pribadi dan antar kelompok, Perbedaan antara nilai-nilai perusahaan dan karyawan, Berbagai bentuk perusahaan. Setiap orang pasti mengalami stres, baik di luar organisasi maupun di dalam organisasi apapun. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat menghindari stres, untuk itu karyawan maupun pimpinan berkewajiban mengelolanya dengan baik. Ketika seorang karyawan maupun manajer mampu mengelola stresnya dengan baik, maka konsekuensinya adalah fungsional (positif), sebaliknya jika mengabaikan stres yang muncul, konsekuensinya adalah negatif terhadap individu maupun organisasi.

Ada beberapa teknik pengukuran stres, salah satunya adalah dengan menggunakan PSQ (Perceived Stress Questionnaire) yang dikembangkan oleh Herbert And Carsten, yang dimensi pengukurannya meliputi: . Stress reaction adalah mengukur tingkat stres seorang individu di tempat kerja berkiatan dengan kekhawatiran, ketegangan, dan kegembiraan yang dirasakan seseorang ditempat kerja pada saat melaksanakan tugas-tugas kantor.  Perceived environmental stressor atau demands adalah tuntutan lingkungan. Seorang karyawan akan merasakan kelelahan emosional dan hasil kerja yang tidak maksimal akibat dari tuntutan organisasi yang berlebihan (organizational stressor). Stres kerja adalah suatu reaksi seseorang sebagai respon penyesuaian terhadap berbagai tuntutan baik yang bersumber dari dalam ataupun dari luar organisasi yang dirasakannya sebagai peluang dan ancaman yang dapat diukur melalui stress reaction dan  demands.


Refensi :
Saina Nur. 2013. Konflik Stress Kerja Dan Kepuasan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pegawai.  Emba. Vol. 1 No. 3, 739-749
Peni Tunjungsari. 2011. Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Kantor Pusat PT. Pos Indonesia (PERSERO). Peni. Vol. 1 No. 1.



4 comments: