13.6.20

PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI : GOOD OR BAD? LET’S OBSERVE!

Ujian Akhir Semester (Semester Genap 2019/2020)


Tirsa Venta Han / 19310410058
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi  Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 


Anak usia dini adalah anak yang sedang pesat sekali dalam masa pertumbuhan serta perkembangannya. Usia dini menjadi usia dimana lingkungan sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan seorang anak, teristimewa orang tuanya. Perkembangan perilaku sosial setiap anak berbeda, tergantung pada lingkungan tempat anak berada. Pengaruh positif yang diberikan lingkungan kepada anak akan membuatnya berkembang optimal sesuai norma dan etika yang berlaku. Namun, jika lingkungan memberi pengaruh negatif bagi anak, maka anak akan cenderung melakukan penyimpangan sosial dikemudian hari.  Pada usia dini, anak sedang senang-senangnya belajar dengan menjadikan orang tua sebagai miniaturnya.


Apa yang diamati oleh anak akan cenderung membuat ia menirunya. Contoh sederhananya yaitu seperti anak memperhatikan orang tuanya yang selalu tidak lupa mengucapkan terima kasih kepadanya saat ia membantu mereka. Hal yang sering diamati tersebut, kemudian membuat ia melakukannya dan menirunya. Anak usia dini adalah anak yang sedang memasuki masa golden age, dikatakan dengan masa keemasan karena berdasarkan penelitian dijelaskan bahwa pada masa usia dini anak memiliki kecerdasan hingga 80%, sedangkan sisanya 20% akan didapatkan setelah usia 8 tahun. Masa keemasan anak diperoleh ketika anak berada pada usia 0-8 tahun lebih besar dibandingkan dengan usia setelah 8 tahun (Akmal, 2013:3).

Persoalan sederhana yang berhubungan dengan anak usia dini adalah perilaku sosial yang masih belum terbenahi dengan baik dan emosi yang masih belum stabil. Tulisan ini lebih tertuju pada perilaku sosial anak yang harus dibentuk sejak usia dini agar nantinya sesuai dengan harapan orang tua serta sesuai etika dan norma yang berlaku. Dapatkah para orang tua membayangkan jika perilaku anak mereka nantinya menyimpang di keluarga dan masyarakat? Tentu saja para orang tua tidak ingin hal itu terjadi. Idealnya, orang tua harus memperhatikan dan mengamati lingkungan sekitar anak agar perkembangan perilaku anak sesuai dengan harapan dan norma.

Jadi pertanyaan yang harus dijawab dalam tulisan ini adalah apa yang dapat dilakukan lingkungan sekitar anak khususnya orang tua untuk mengembangkan kemampuannya dalam  berperilaku sosial yang baik. Hal ini penting karena dua alasan. Pertama, anak akan tumbuh dan berkembang sesuai kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungan sekitarnya. Pavlov (Santrock, 2007:52) menyatakan bahwa perilaku didasari dari pola kebiasaan, hal ini ia buktikan dari risetnya di awal tahun 1900an yang membuktikan bahwa pola kebiasaan memberi pengaruh besar terhadap perilaku. Kedua, anak yang perkembangannya tidak didukung oleh lingkungannya, maka akan menimbulkan penyimpangan sosial. Dukungan dan stimulasi yang tepat sangat diperlukan pada tahapan usia ini, karena berpengaruh untuk tahapan usia selanjutnya (Manispal:8). Oleh sebab itu, orang tua dan lingkungan sekitar anak, sangat memerlukan strategi yang tepat untuk mengembangkan perilaku sosial anak.

Strategi tepat untuk mengembangkan perilaku sosial anak yang baik
  1. Mendidik anak dengan arahan baik agar perkembangan anak juga ke arah yang lebih baik. Menurut (Syamsudin, 2017) faktor penentu kepribadian dan karakter anak tergantung pada pola asuhnya. Jika pola asuh tepat maka anak akan berkarakter baik. 
  2. Mengamati kebiasaan anak, apakah sudah sesuai dengan pola asuh yang diberikan? Jika sudah, berikan penghargaan kecil kepada anak. Jika belum, berikan motivasi lebih agar anak terpacu untuk dapat mengikuti kebiasaan-kebiasaan positif tersebut.
  3. Memberikan pemahaman mana yang baik dan mana yang buruk. Usia dini merupakan usia dimana rasa ingin tahu anak sangatlah besar, jadi berikanlah pemahaman yang baik dari apa yang ingin diketahuinya. 
  4. Hindari tontonan tidak baik. Bukan dalam artian film atau sinetron dan sebagainya. Namun, dalam artian perilaku orang tua. Misalnya mempertontonkan cekcok antara ayah dan ibu atau hal-hal lain yang tidak seharusnya dilihat anak.


Mengembangkan kemampuan anak dalam berperilaku sosial yang baik memerlukan kegigihan dalam mendidik anak tersebut. Peran orang tua sangatlah penting namun tetap memerlukan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga. Pengamatan pada kebiasaan anak perlu dilakukan oleh orang tua agar perilaku anak nantinya dapat sesuai dengan harapan, etika dan norma yang berlaku. Didiklah anak dengan keras, bukan dengan kasar. 

DAFTAR PUSTAKA
Akmal, Yenina.,dkk. Bunga Rampai Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: FIP Press, 2013.
Santrock, J., W. (2007). Children ninth Edition. America : Mc Graw Hill.
Masnipal, Siap menjadi Guru dan Pengelola PAUD Profesional. Jakarta: PT. Elex Media                        Komputindo, 2013.
Syamsudin, G. A. (2017). Dampak pola asuh ibu sebagai tenaga kerja wanita                                        (TKW) terhadap   kepribadian remaja. Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak, 1(2),                    219–244.

SUMBER GAMBAR
http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/pendidikan/pentingnya-mengajarkan-nilai-moral-                pada-anak.html#sthash.ph8kOtbF.dpbs (Diakses pada tanggal 13 Juni 2020)
https://www.guesehat.com/apa-saja-6-aspek-perkembangan-anak-di-usia-dini (Diakses 14                 Juni 2020)


88 comments:

  1. Makan atap,mantap❤️✨🔥

    ReplyDelete
  2. Wow, sangat bermanfaat sekali kak.thanx yah😍

    ReplyDelete
  3. Sangat menambah wawasan 👍🏻

    ReplyDelete
  4. terima kasih, artikelnya sangat membantu��

    ReplyDelete
  5. Terima kasih untuk Artikelnya sangat bagus dan bermanfaat skali😘😇🙏

    ReplyDelete
  6. Terima kasih telah memberi informasi yg penting👍🏻

    ReplyDelete
  7. Terima kasih telah membuka ilham saya

    ReplyDelete
  8. Bagus Sekali Artikelnya, sangat membantu❤

    ReplyDelete
  9. Jadi dari dalam hal ini orang tua dan anak sama2 berperan penting dalam pembentukan perilaku sosial. Good 👍🏻

    ReplyDelete
  10. Bermanfaat sekali artikelnya.. good luck

    ReplyDelete
  11. Anak usia dini punya perilaku sosial yg belum stabil, sehingga butuh pendampingan orang tua. Sangat bagus artikelnya kak👍🏻

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Saya suka artikel seperti ini, sangat menambah ilmu bagi kita sebagai orang tua dalam membimbing anak juga

    ReplyDelete
  14. Wah artikelnya mantap jiwaa

    ReplyDelete
  15. Artikelnya sangat membntu. Saya sbgai org tua mnjd paham ttg peran saya utk perkembangan perilaku anak. Thnks y, good luck.

    ReplyDelete
  16. Terima kasih sekali untuk penulis artikel ini. Sangat bermanfaat😊

    ReplyDelete
  17. Judulnya dan isinya menarik sekali loh... membantu, trims

    ReplyDelete
  18. Artikel ini sngat mmbntu saya dlm mndidik anak. Terima ksh.

    ReplyDelete
  19. Mantap sekali artikelnya kak

    ReplyDelete
  20. Saya sebagai org tua sgt merasa trbntu dgn artikel ini. Mksh ya.

    ReplyDelete
  21. Trm ksh, ini sngt membntu saya sebagai orang tua.

    ReplyDelete
  22. Artikelnya mantap kak. Sukses!

    ReplyDelete
  23. Hmmm artkl yg menarik skli, tks

    ReplyDelete
  24. Saya sebagai seorang ibu setuju dengan pendapat penulis bahwa anak usia dini memiliki rasa ingin tau yang besar.oleh sebab itu orang tua harus selalu memberikan pemahaman dan juga pengawasan bagi anak. Semangat penulis semoga sukses .

    ReplyDelete
  25. Penulis lihai dalam menyuarakan argumen.

    ReplyDelete
  26. Sangat setuju dengan penulis bahwa memang lingkungan dapat mempengaruhi perilaku anak . Lingkungan yang baik membentuk karakter anak yang baik pula.

    ReplyDelete
  27. Terima kasih. Saya jd tahu bgaimana strtgi yg baik utk mengembngkn perilaku sosial anak usia dini.

    ReplyDelete
  28. Good sukses slalu kedepanx

    ReplyDelete
  29. Kita sebagai orang tua juga harus menjadi panutan bagi anak, agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan yang merugikan. Bagus sekali artikelnya

    ReplyDelete
  30. Saya setuju bahwa pada anak usia dini orang tualah yang paling berpengaruh. Jadi polah asuh orang tua akan membawa kebiasaan2 yang melekat menjadi kepribadian anak. Pola asuh baik? Anak akan berkarakter baik, begitu pun sebaliknya. Bagus sekali, good luck sist 👍

    ReplyDelete
  31. Artikelnya bagus dan juga sangat bermanfaat untuk kedepannya ☺️

    ReplyDelete
  32. Setuju setuju setuju banget sama kalimat akhirnya "Didiklah anak dengan keras, bukan dengan kasar." orang tua kebanyakan mendidik anaknya dengan kekerasan katanya agar anak patuh, padahal justru itu akan menimbulkan luka batin pada anak yang bisa saja membuatnya melakukan penyimpangan sosial dikemudian hari untuk membalaskan luka batinnya. Thx kak, artikelnya sangat bagus.

    ReplyDelete
  33. Saya suka artikel ini, bermanfaat.. sukses kedepan yah, tetap smngt💪 GBU🙏

    ReplyDelete
  34. Artikel yg sgt membantu. Thnk u kak🙏

    ReplyDelete
  35. Artikelmu sangat bagus, tetap smangat dalam menulis ya!

    ReplyDelete
  36. Artikelnya bagus. Good luck ya enta♥️

    ReplyDelete
  37. Bagus penyampaian permasalahannya,sangat berguna buat saya. Semangat terus untuk menulis

    ReplyDelete
  38. Mantap kak, semoga ilmunya bermanfaat❤

    ReplyDelete
  39. Semangat kakak, artikelnya membantu. Penjelasannya mudah dipahami. Thank u😊

    ReplyDelete