13.6.20

Motivasi Baik, Kepuasan Anti Menukik

UJIAN AKHIR PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI (SEMESTER GENAP 2019/2020)

Oleh:
ALIA NANDA RUMEKTI
(19.310.410.066)
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

            Kepuasan kerja atau job satisfaction adalah salah satu hal yang cukup sering dibahas oleh kalangan industri. Kepuasan kerja adalah suatu sikap relatif tentang perasaan suka atau tidak suka terhadap suatu pekerjaan (Fattah, 2017). Kepuasan kerja memiliki hubungan yang erat dengan motivasi kerja. Suatu motisvasi kerja dapat mempengaruhi kepuasaan kerja dan sebaliknya (Widiyanto, 2013). Motivasi merupakan salah satu komponen penting dalam kepuasan kerja. Hal ini terangkum dalam Teori  dua faktor Herzberg.
Ada enam motivasi yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Teori Herzberg. Motivasi tersebut adalah:
1.    Prestasi,
2.    Penghargaan,
3.    Kenaikan pangkat,
4.    Pekerjaan itu sendiri,
5.    Pertumbuhan pribadi, dan
6.    Tanggung jawab (Normijati, 2013).
Motivasi kerja memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan kerja. Tingginya motivasi kerja akan meningkatkan kepuasan kerja. Kepuasan kerja setiap karyawan tentu berbeda. Ada karyawan yang puas dengan gaji tinggi. Ada pula karyawan yang puas dengan posisi yang baik, kerja yang mudah, penilaian selalu baik, dan sebagainya. Buruknya, ada karyawan yang sangat sulit merasakan kepuasan dalam pekerjaannya. Hal itu tentu berdampak tidak baik bagi perusahaan. Produktivitas perusahaan dapat menurun atau karyawan akan keluar dari perusahaan.

Permasalahannya adalah tidak semua perusahaan paham dan peduli pada kepuasan kerja karyawan. Padahal, pemahaman tentang kepuasan kerja dapat membantu organisasi membuat langkah penting dalam produktivitas (Frazier, 2005). Artinya, pemenuhan akan kepuasan kerja ini sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Peningkatan motivasi menjadi poin penting dalam permasalahan ini. Lalu, apa saja yang diperlukan dalam meningkatkan motivasi untuk mendongkrak kepuasan kerja?
            Ada lima hal yang sangat mungkin dilakukan untuk meningkatkan motivasi demi kepuasan kerja:
1.    Memberikan hadiah pada karyawan yang mencapai target pekerjaan.
2.    Membuat kontrak dan memberikan jaminan.
3.    Membuat aturan yang tidak menyiksa karyawan.
4.    Memberikan tugas sesuai dengan porsi dan bayarannya.
5.    Mempekerjakan karyawan sesuai bidang atau pengalamannya.
Motivasi kerja dan kepuasan kerja perlu dicapai melalui kerjasama antara karyawan dan perusahaan. Misalnya dari sisi pemberian pekerjaan dan gaji yang diterima. Karyawan dengan pekerjaan relatif ringan, hendaknya diberikan gaji yang sepadan. Karyawan dengan pekerjaan yang berat dan membutuhkan effort lebih, hendaknya diberikan gaji yang lebih tinggi. Perusahaan sudah semestinya memperhatikan karyawan dan kepuasannya. Sedikit saja lengah, maka ketidakadilan sangat mungkin dirasakan oleh karyawan. Perusahaan tidak bisa membiarkan terciptanya rasa tidak adil antarkaryawan. Rasa tidak adil akan menimbulkan ketidakpuasan bagi karyawan (Shinta, 2012). Ketidakpuasan ini akhirnya akan merugikan perusahaan.

Daftar Pustaka:

Fattah, H. (2017). Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai: Budaya Organisasi, Perilaku Pemimpin, dan Efikasi Diri. Yogyakarta: Elmatera.
Frazier, D. P. (2005). Job Satisfaction of Innternational Educators. Florida: Boca Raton.
Normijati. (2013). Kajian Tentang Aktualisasi Teori Herzberg, Kepuasan Kerja, dan Kinerja Spiritual Manajer Operasional. Malang: UB Press.
Shinta, A. & Wijono, D. (2012). Kesenjangan Antara Harapan dan Kenyataan: Fenomena Kekecewaan Karyawan Terhadap Organisasi. Jurnal Maksipreneur, 2(1).
Widiyanto, M. A. (2013). Statistika Terapan. Jakarta: Elex Media Komputindo.


6 comments: