12.6.20

Kebermanfaatan Seminar sebagai Metode Training



Ujian Akhrir Semester Psikologi Industri dan Organisasi
(Semester Genap 2019/2020)
Dosen Pengampu : Dra. Arundati Shinta, MA
Trias Sabila Rahmah
19310410036

Sumber daya manusia adalah salah satu kekuatan perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk mampu dalam mengelola sumber daya manusia secara terencana (Setiawan dan Hidayat, 2015). Kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh sejauh mana sistem di bidang sumber daya manusia ini sanggup menunjang dan memuaskan keinginan karyawan maupun perusahaan. Peningkatan pengetahuan, skill, perubahan sikap, perilaku, koreksi terhadap kekurangan-kekurangan kinerja dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas melalui pelatihan. Pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan faktor yang mendorong tercapainya peningkatan kompetensi karyawan, guna memperoleh kinerja yang baik bagi perusahaan (Irzal dkk, 2017).


Ilustrasi seminar (Sumber: Dunia Pendidikan)

Pelatihan dianggap menjadi sarana yang efektif dan banyak memberi manfaat karena dapat meningkatkan kualitas, penambahan wawasan, kemampuan baru terhadap suatu bidang pekerjaan, dan untuk menunjang karir seorang karyawan di masa mendatang. Salah satu metode training yang lazim digunakan oleh perusahan adalah seminar. Seminar merupakan sebuah bentuk pengajaran akademis (pembahasan masalah secara ilmiah) dengan cara presentasi. Baik diberikan di sebuah universitas, perusahaan, atau organisasi tertentu atau diberikan oleh profesional. Seminar juga dinilai cukup efektif karena efisiensi waktu serta biaya. Biasanya metode seminar ini diiringi dengan sesi tanya jawab.

Tujuan seminar pada karyawan secara umum adalah untuk mendiskusikan suatu masalah dan mencari solusi terbaiknya. Selain itu seminar juga bermanfaat untuk memotivasi peserta seminar agar mampu menjalankan pekerjaan dengan efektif dan profesional serta membuka gembok pemikiran karyawan agar masih ada waktu untuk memperbaiki diri menjadi karyawan yang berkualitas.

Permasalahan yang kerap terjadi saat pelaksaan seminar adalah trainer yang mudah bosan serta kurangnya keterlibatan trainer atau karyawan dalam kegiatan seminar. Sebagian besar trainer hanya duduk diam dan mendengarkan ceramah atau pemaparan dari narasumber. Hal ini tentunya membuat seminar menjadi pasif dan tidak efektif karena trainer yang juga pasif.

Peserta Seminar (Sumber : SarjanaEkonomi.co.id)

Supaya trainer tidak cepat bosan dalam seminar, pemateri bisa menyiasati seminar dengan menyediakan berbagai video-video atau visual yang merepresentasikan materi yang akan disampaikan. Pada dasarnya, tujuan seminar adalah memotivasi para trainer agar mampu menjalankan pekerjaan dengan efektif, bukan hanya menyampaikan materi tanpa peduli bahwa para peserta sudah menerimanya dengan baik. Jadi, membawakan materi dengan gaya yang santai dan menyenangkan merupakan tugas setiap narasumber dalam seminar.

Solusi untuk mengatasi trainer yang pasif ini yakni dengan membuatkan sebuah tim diskusi untuk membahas berbagai materi yang telah berlangsung dalam seminar. Misalnya, setelah presentasi selesai, pimpinan dapat membuat beberapa tim kecil dari para peserta dan membuat mereka membahas atau mereview materi yang sudah dibahas dalam sebelumnya. Hal ini akan sangat efektif dan membantu untuk mengumpulkan ide dan masukan dari setiap karyawan, hal ini juga akan meminimalisir seminar yang pasif dengan tujuan untuk membuat setiap orang berbicara dan mengeluarkan pendapatnya.

Sebagai karyawan, akan sangat bermanfaat jika mengikuti seminar yang diadakan oleh perusahaan. Adanya pelatihan atau seminar bertujuan agar apa yang diketahui dan dikuasai saat ini maupun untuk masa mendatang dapat membantu karyawan untuk mengerti apa yang seharusnya dikerjakan dan mengapa harus dikerjakan serta memberikan kesempatan untuk menambah pengetahuan.

Manfaat yang didapat dari adanya seminar untuk karyawan ini adalah motivasi karyawan dalam bekerja menjadi cukup tinggi. Karena mereka akan diajak untuk berpikir dan narasumber akan memberikan motivasi yang berdampak pada kondisi psikologi mereka sehingga mereka tidak hanya semangat dalam menjalani hidup namun juga semangat dalam bekerja dan memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bekerja.

Daftar Pustaka :
Setiawan, V; Hidayat, R. 2015. Pengaruh Metode Pelatihan Terhadap Kompetensi Karyawan NDT (Non Destructive Test) Pada PT XYZ. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 3(2) 142-149. Prodi Administrasi Bisnis Terapan, Politeknik Negeri Batam

Irzal, M; Saerang, I; Jopie, R J. 2017. Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Jurnalis Media Online Di Detikawanua.Com. Jurnal EMBA Vol.5 No.2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado

Sumber Gambar :
https://duniapendidikan.co.id/wp-content/uploads/2019/03/seminar.png
https://sarjanaekonomi.co.id/wp-content/uploads/2019/10/seminar.jpg



20 comments:

  1. Artikelnya sngat bermanfaat, terlebih dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan seminar. Agar peserta tak mudah jenuh saat pelaksanaan seminar berlangsung👍

    ReplyDelete
  2. wah ternyata banyak manfaat yg kita dapatkan dari seminar ya

    ReplyDelete
  3. Mantap artikelnya, kata-katanya mudah untuk di mengerti...

    ReplyDelete
  4. Mulai sekarang saya akan mencoba mengikuti seminar

    ReplyDelete
  5. Saya setuju dengan apa yang dikatakan penulis, jika seminar mampu memberikan motivasi bagi karyawan. Tetap semangat dalam menulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, tapi jika seminarnya aktif dan pesertanya ikut berpartisipasi😊 Makasih ya😊

      Delete
  6. Artikel nya sangat bermanfaat kak buat karyawan yang ingin mengikuti training dengan metode seminar

    ReplyDelete
  7. Sangat menarik kak artikelnya, kalau ternyata dalam seminar harapan peserta itu tinggi pada pembicara, namun ternyata realitanya pembicara malah di "skak mat" oleh pertanyaan dan komentar-komentar peserta seminar, apa langkah tepat yang harus dilakukan oleh pembicara. Terima kasih����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai pembicara tentu saja harus bisa menguasai materi seminar dan menguasai jalannya seminar, jadi jika ada pertanyaan yg menjebak dia tidak akan merasa terjebak dan bisa tetap menanggapi dengan baik.

      Delete