16.4.17

GANGUAN JIWA JUGA MANUSIA

KUNJUNGAN RSJ GRHASIA
JUDUL
GANGUAN JIWA JUGA MANUSIA
OLEH
FATKHUL AZIZ
16.310.410


Pada dasarnya manusia itu hidup didunia saling mengerti dan memahami tentang kelebihan dan kekurangan masing -  masing,saling menghargai ,saling menghormati.tapi di zaman yang serba teknologi manusianya bersifat individualis, acuh tak acuh ,segala sesuatunya serba instan ,berkurangnya kepedulian lingkungan sekitar,dan menipisnya interakasi sosial.
            Inilah salah satu penyebab timbulnya konflik sosial dan problem sosial dilingkungan masyarakat,menjadikan masyarakat tertekan tidak bisa menyesuaikan keadaan zaman .untuk memenuhi kebutuhan perilaku dan pola pikirnya menyimpang ada yang berhalusinasi  ,berwaham tinggi.orang berhalusinasi itu merasakan ,melihat ,mendengar sesuatu ada disekitarnya tapi orang lain tidak merasakannya,sedangkan waham adalah mempunyai keyakinan yang kuat tapi salah.perilaku – perilaku sesorang seperti di atas tidak hanya di kota – kota besar saja kota kecilpun banyak yang mengalaminya seperti yogyakarta dan sekitarnya,yang direhabilitasi di Rumah Sakit jiwa GRHASIA .
            Pada hari rabu tanggal 13 april 2017,saya dan kawan – kawan dari fakultas psikologi  beserta dosen pembimbing datang ke Rumah Sakit Jiwa GRHASIA, dalam rangka kunjungan untuk mengenal lebih dekat dengan RSJ GRHASIA dan para pasiennya,dengan tujuan untuk mengetahui apa fungsi RSJ GRHASIA serta  mengamati ,mempelajari perilaku para pasienya sebagai bekal dalam ilmu psikologi.
            Pada kunjungannya  saya dan kawan pertama ,diperkenalkan  sedikit tentang sejarah RSJ GRHASIA.rumah sakit ini berdiri pada tahun 1938 dengan nama Rumah Sakit JIWA LALI JIWA,dan pada tahun 1989 beubah menjadi Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi DIY,pada tahun 2003 berubah menjadi RS GRHASIA dan pada tahun 2011 berubah menjadi RSJ GRHASIA, sampai sekarang.,yang mempunya motto :pelayanan ramah berbudaya senyum.dengan visi,menjadi pusat pelayanan kesehatan jiwa,menjadi pusat pelayanan yang berkualitas dan beretika.
            Yang kedua kami diperkenankan untuk mengunjungi bangsal – bangsal pasien,dalam kunjungan ke bangsal pasien ,saya telah mengamati perilaku para pasien ,ada yang duduk – duduk,berjalan mondar mandir ada yang Cuma tidur – tiduran. Yang paling menarik dalam pengamatan saya ,pasien yang mengalami waham yang tinggi sebut saja mr AR,umur 40 tahun.dia menceritakan bahwa dirinya sehat ,pernah mau nikah tapi gagal  gara – gara orang tuanya meninggal dan semenjak itu sering dapat bisikan – bisikan .kalau melihat cara bicaranya seperti orang normal ,dia memperkenalkan diri ,menanyakan kita dari mana ,tujuan datang ke bangsal untuk apa,tapi setelah kami ngobrol dengan mr AR lama kelamaan ngomongnya ngelantur kemana – mana,selama lima menit dia duduk terus kembali meperkenalkan diri lagi ,menanyakan kita dari mana dan tujuannya untuk apa,dia bertanya pada perawat kenapa saya disuruh istirahat lima menit,biar untuk mengatur nafas jawab perawatnya,
            Perawatnya mengatakan pada saya bahwa mr AR mengalami waham yang tinggi,dia belum lama tinggal di bangsal itu sekitar dua minggu ,dari awal datang ya seperti itu,cara penanganannya diberi kelonggaran untuk beraktivitas,selalu diajak ngobrol dan selalu di ingatkan dengan sang maha pencipta.
            KESIMPULAN
            Dari observasi ini saya menyimpulkan bahwa para pasien yang ada di RSJ GRHASIA sama seperti kita ,bedanya kita sehat dia sakit,jangan dijauhi justru kita dekati.dia juga punya hak untuk dihargai.
            Bahwa gangguan waham tinggi berawal dari persepsi yang salah dan berkeyakinan yang kuat tapi salah dimata orang lain

            Segala macam gangguan jiwa bukan kutukan tapi penyakit yang bisa disembuhkan dengan melakukan pendekatan – pendekatan yang manusiawi.

0 comments:

Post a Comment