10.1.17

RESENSI ARTIKEL : ANAK PUNK TAK TERHENTIKAN




Chusnul Rizatul Untsa
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

            Anak punk cenderung bertato dan bertindik. Kesan menakutkan dan urakan sangat melekat erat di kehidupan mereka.          Sama halnya yang dilakukan Erik Kristianto yang akrab dengan sapaan Erik Soekamti. Bertindik besar di kedua daun telingana dan gemar memakai kaos berlengan pendek. Dengan status vokalis yang memiliki sua juta penggemar, ia adalah harapan remaja yang menggemari punk di industri music.
            Dibalik itu semua banyak orang yang tidak tau bahwa ia memiliki tempat pendidikan yang ia nama Does University. Tempat itu bukanlah universitas formal melainkan tempat kelompok belajar tentang animasi. Itu bagian dari tanggung jawab sosialnya setelha band yang ia bentuk 2001 lalu membesar. Dia menginginkan potensi – potensi grafis mereka tersalurkan.
            Salah satu tatonya yang bertuliskan ‘unstopable’ sangat mencerminkan kepribadiannya yang tidak terhentikan. Setiap kali berbicara ide dan gagasannya selalu meloncat kesana kemari. Ia memiliki ambisi yang besar tentang animasi. Meski ia lebih memilih mencintai music.


Sumber:
Yasa, P Raditya(2016). Anak Punk Yang Tak Terhentikan. Kompas, 17 November 2016, hal 16
           

0 comments:

Post a Comment