21.12.16

Artikel : Cara Mudah Menghadapi Anak Pemarah

Cara Mudah Menghadapi Anak Pemarah

Tri Jumiati
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


                Anak  pemarah merupakan salah satu masalah yang biasanya harus dihadapi oleh para orangtua, karena pada kenyataannya banyak anak yang selalu marah ketika keinginan atau permintaannya tidak dituruti oleh orangtuanya. Para orangtua seharusnya bisa lebih sabar dan dapat mengetahui dengan jelas apa yang diinginkan oleh anaknya, sehingga anak tidak terbiasa untuk marah ketika keinginan atau permintaannya tidah terpenuhi.
            Jika anak sedang marah karena keinginannya tidak dituruti oleh orangtuanya, biasanya si anak akan melampiaskan kemarahan dan kekesalannya dengan cara membanting pintu, melempar sesuatu, menendang meja, mengacaukan segala hal dan berteriak-teriak penuh kemarahan.

            Sebenarnya yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah salah satunya adalah anak tersebut memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu dan permintaan yang kuat terhadap sesuatu barang yang benar-benar diinginkan oleh si anak. Ketika orangtua tidak memperbolehkan anak tersebut untuk melakukan sesuatu yang dia inginkan dan tidak menuruti permintaan si anak, disaat itulah biasanya si anak akan marah dan langsung melampiaskan kemarahannya terhadap sesuatu yang dia kehendaki.

            Maka yang akan terjadi adalah si anak akan melakukan seperti apa yang biasa dilakukannya dirumah. Ketika si anak sedang sekolah, misalnya disaat dia menginginkan suatu barang seperti yang sedang dibawa oleh temannya, dia akan bicara kepada gurunya bahwa dia juga menginginkan barang tersebut, bahkan anak tersebut tidak segan akan langsung merebut barang itu dari temannya. Ketika guru  melarang si anak untuk melakukan hal tersebut maka si anak pasti akan marah. Contoh yang lain, misalnya si anak ingin melakukan sesuatu dan dilarang oleh gurunya, maka yang akan dilakukan si anak adalah tetap melakukan hal tersebut dan ketika guru memperingatkannya lagi maka si anak akan marah dan akan langsung melampiaskan kemarahannya.

            Untuk mengatasi hal tersebut yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah melatih dan membuat anak terbiasa untuk jujur dan lebih terbuka terhadap apa yang sedang dipikirkan dan mencoba agar anak mau menceritakan semua yang terjadi kepada orangtuanya. Jika anak sudah terbiasa jujur dan terbuka maka sebagai orangtua kita juga akan lebih mudah menasehati dan membuat si anak mengerti tentang apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dilakukan.


            Selain itu, ketika anak melakukan kesalahan dan mempunyai keinginan untuk melakukan sesuatu atau menginginkan suatu barang, sebaiknya sebagai orangtua kita harus memperingatkan kepada si anak tentang akibat yang akan diterimanya jika dia melakukan suatu kesalahan. Sebagai orangtua juga berusaha untuk tidak berkata kasar atau keras kepada anak agar anak juga berusaha untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan atau dicontohkan oleh orangtuanya. Jika anak sudah terbiasa terdidik seperti itu dirumah, maka si anak juga akan melakukan hal yang sama di sekolah seperti apa yang dilakukaknnya dirumah. Tidak hanya itu si anak juga akan melakukan hal tersebut dimanapun dia berada. 

0 comments:

Post a Comment