17.9.15

Ringkasan Artikel 5: Pengurangan Emisi dari Hutan
Yang Bukan “Bisnis “Biasa
Susanti
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Emisi adalah  sisa hasil pembakaran. Pengurangan emisi dari hutan adalah upaya untuk mengurangi sisa hasil dari pembakaran dari hutan. Persoalan yang berhubungan dengan pengurangan emisi dari hutan adalah Indonesia memiliki komitmen menurunkan emisi gas rumah kaca 26 persen dari proyeksi emisi dari “bisnis” biasa (business as usual). Hal ini terjadi karena bagi Indonesia, upaya pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi lahan (gambut) adalah hal terpenting. Indonesia merupakan satu-satunya negara dengan emisi gas rumah kaca terbesar, sekitar 84 persen (WRI, 2007), berasal dari kerusakan hutan dan degradasi lahan gambut. Dampaknya hutan menjadi obyek korupsi, saat konflik antara masyarakat dan korporasi, warga dengan pemerintah, serta ada banyak soal tenurial melibatkan masyarakat lokal/adat. Bencana menjadi dampak terujung dari kekacauan tata kelola. Laju deforestasi hutan di Indonesia pada periode 2000-2009 sekitar 1,5 juta hektar per tahun (Forest Watch Indonesia). Tahun 2012, pada acara khusus forum Konferensi Pembangunan Berkelanjutan Rio+20 di Brasil, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, memaklumatkan, laju deforestasi Indonesia tinggal 450.000 hektar per tahun. Angka itu masih terus jadi perdebatan karena berdasarka metode penelitian lainnya, angkanya masih di atas 1 juta hektar. Solusi untuk masalah tersebut adalah dengan adanya program REDD+ (Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Plus). “Plus” dalam program REDD+ bermakna luas. Mulai dari meningkatkan cadangan karbon dari langkah mengonservasi hutan, menjalankan pengelolaan hutan berkelanjutan, atupun merehabilitasi/restorasi kawan hutan.seiring dengan keleluasaan cakupan persoalan program REDD+, perlu kerja yang “bukan bisnis seperti biasa” (business as usual). Menurut Manajer Proyek UNREDD+ Roy Rahendra, hingga kini sudah 11 provinsi menjalankan program REDD+, mencakup 37 kabupaten.
Hubungannya dengan psikologi lingkungan yaitu program REDD+ tidak akan berjalan jika tidak diimbangi dengan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan hutan. Hal tersebut salah satunya diwujudkan dengan meningkatkan pendidikan masyarakat lokal.

Daftar Pustaka

Kompas. 2015. Pengurangan Emisi dari Hutan. Kompas, 4 Juni 

0 comments:

Post a Comment