9.11.22

SAMPAH YANG DISULAP MENJADI SEBUAH KARYA OLEH SEORANG PEREMPUAN

 SAMPAH YANG DISULAP MENJADI SEBUAH KARYA OLEH SEORANG PEREMPUAN 

Tema : Peranan Perempuan dalam Pengelolaan Sampah

Essay Ujian Tengah Semester Psikologi Lingkungan 

Meylita Ayu Herbafalony

NIM : 21310410084

Kelas Reguler / Semester 3

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


    Lingkungan hidup adalah salah satu hal yang menyeluruh dan utuh, ruang dengan semua benda, makhluk hidup, daya, dan keadaan termasuk manusia dan perilakunya yang sangat berpengaruh pada alam, perikehidupan, kelangsungan, dan kesejahteraannya (UU No.32, 2009). Berbagai permasalahan mengenai lingkungan hidup sampai saat ini masih sering dijumpai, sehingga kondisi lingkungan rusak dan tidak terkendali. Permasalahan sampah ini terjadi karena beberapa faktor seperti, masyarakat yang masih minim pengetahuan dalam pengelolaan sampah, perhatian pemerintah yang masih rendah dalam pengelolaan sampah, rendahnya tanggung jawab dunia industri terhadap dampak lingkungan dan hanya mementingkan faktor ekonomisnya. Untuk itu dalam pengelolaan sampah disekitar kita dibutuhkan partisipasi masyarakat. Pelibatan masyarakat dalam mengendalikan sampah dalam skala rumah tangga, agar efektif maka diperlukan adanya partisipasi perempuan.

    Menurut Irwan tahun 2009, partisipasi perempuan sangat berkolerasi dengan kualitas lingkungan, hal tersebut dibuktikan jika perempuan aktif dalam pengelolaan lingkungan maka lingkungan akan menjadi bersih, teratur, indah, dan hijau. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk menciptakan kualitas lingkungan yang baik dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan mengubah sampah menjadi produk yang menghasilkan nilai ekonomi. Hal inilah yang saat ini menjadi dasar dilakukannya program pengelolaan dan pemanfaatan limbah sampah oleh Ibu-ibu di Kampung Tamansari Yogyakarta, Kampung Kadipaten Yogyakarta dan di Kampung Wijirejo Bantul.


(Gambar 1)

    Dapat kita lihat pada (Gambar 1) bahwa ternyata dengan daur ulang sampah menjadi sebuah karya yang berguna itu sangat mudah untuk dilakukan. Ibu Ismi yang merupakan salah satu warga di Kampung Tamansari Yogyakarta sangat peduli dengan lingkungan. Beliau melakukan daur ulang sampah dari botol plastik bekas menjadi barang untuk hiasan meja berbentuk orang-orangan. Untuk bahan dan alatnya pun mudah untuk di dapatkan seperti, botol plastik bekas, lem, dan cat warna. Tidak hanya itu, Ibu Ismi juga memproduksi kerajinan tangan dari bahan bekas dengan bermacam bentuk (kucing, topeng dari kertas koran, dsb). Tentunya tidak hanya menumbuhkan jiwa yang kreatif tetapi juga akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. 


(Gambar 2)

Pengelolaan sampah tidak hanya dengan membuat kerajinan tangan saja, namun bisa dilakukan dengan menabung sampah di bank sampah. Seperti halnya pada (Gambar 2) tersebut. Para warga Kampung Kadipaten Yogyakarta terutama para ibu-ibu yang menjadi pengurusnya memiliki kegiatan baik dalam pengelolaan sampah, setiap seminggu sekali mereka melakukan pengelolaan sampah dengan cara melakukan pemilahan sampah sebelum di setorkan di bank sampah, menabung di bank sampah, penimbangan sampah, dan mengisi buku tabungan sampah. Selain itu, pelaksanaan bank sampah juga memiliki potensi ekonomi kerakyatan yang cukup besar berupa kesempatan kerja dalam melaksanakan manajemen operasi bank sampah dan investasi dalam bentuk tabungan.

(Gambar 3)

    Selain pengelolaan sampah dengan membuat kerajinan dari sampah dan menabung di bank sampah, terdapat pengelolaan sampah dengan cara lain yaitu membuat sampah menjadi pupuk kompos untuk tanaman. Seperti pada (Gambar 3), Ibu Tukinem yang merupakan seorang warga Kampung Wijirejo Bantul sedang melakukan kegiatan pembuatan pupuk kompos dari bahan pupuk kandang kotoran kambing (intil), gerajen, dan tanah. Beliau melakukan ini untuk menjadikan sesuatu yang mungkin dianggap menjijikan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan pupuk kompos ini, tanaman akan dapat tumbuh dengan subur dan tidak mudah mati. 

    Dapat disimpulkan bahwa perempuan berperan sangat penting dalam pengelolaan sampah, dengan ide yang kreatif dan sikap yang telaten dapat menjadikan peningkatan kualitas lingkungan yang lebih baik.

Referensi :

Setyawati, Yuningtyas, E. 2020. Partisipasi Perempuan Dalam Pengelolaan Sampah yang Bernilai Ekonomi dan Berbasis Kearifan Lokal. Jambura Geo Education Journal. Volume 1 Nomor 2, 55-65. 



0 komentar:

Posting Komentar