5.6.22

MEMBANGUN START-UP SAAT MASIH KULIAH



Membangun Start-Up Saat Masih Kuliah

Tugas UMKM : Essay Psikologi Industri dan Oragnisasi

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A




Siti Khasanah (21310410089)

Karya ini dibuat sebagai syarat untuk Ujian Akhir Semester Psikologi Industri & Organisasi

Fakultas Psikologi Universitas 45 Yogyakarta

2022



Saat masih kuliah biasanya dipertemukan dengan teman-teman memiliki tujuan dan ketertarikan yang sama sehingga lebih mudah eksplor ide utntuk memulai startup.

Selama menjadi mahasiswa, terutama mahasiswa Manajemen atau Psikologi sering melakukan analisis kelayakan dan menyusun rencana bisnis yang ungul. Hal itu bisa dikembangkan menjadi sebuah ide usaha.

Banyak pelatihan, workshop, bahkan pendanaan untuk tim mahasiswa yang berhasil mengembangkan bisnisnya. Untuk itu, membangun startup saat masih kuliah akan lebih mudah.

Mengembangkan ide produk dari pelaku UMKM.

“karena aku senang banget main mix & match baju jaman SD di Polyvore, terus liat-liat fashion magazine jadinya sampai sekarang interest aku ya, di fashion. Terus dapat kesempatan bareng Itting buat ngembangin interest aku lewat bisnis Syashi ini” ungkap Anastasya Mahasiswi Manajemen as chief of Marketing

Karena hobi dan ide-ide kreatifnya itu, peran tasya di Syashi ini sebagai team marketing

Karena aku tahu cari bahan atau pakaian yang sutainable fasion atau fesyen berkelanjutan secara online susah-susah gampang, jadi aku mau ngasih solusinya dengan membangun bran sama tasya. Siti Khasanah Mahasiwi Psikologi as chief of operation

Dan karena ngerti bahan/kain serta tahu gaya hidup ramah lingkungan tengah menjadi sorotan masyarakat dalam beberapa tahun kebelakang. Hal ini juga membuat sejumlah para pelaku usaha mulai menerapkan konsep keberlangsungan pada bisnisnya, Saya jadi team produki Syashi.

Tak hanya membuka usaha untuk menciptakan ekosistem ekonomi mandiri, WearSyashi juga mengampanyekan isu sosial menjaga bumi dengan lebih peduli terhadap lingkungan.

Siapa pengusaha UMKM itu?

Istilah sebutan pengusaha UMKM adalah pelaku usaha atau pengusaha dalam skala mikro dan kecil, dan sebagai pada skala menengah. Khusus pada pengusaha Mikro dan Pengusaha Kecil adalah mereka yang 'berada' di posisi akar rumput, dimana mereka juga yang paling mendominasi dalam struktur ekonomi masyarakat. Dimanapun dii tanah air ini, kaum marginal yang bergerak di tataran ekonomi mikro adalah mereka yang paling banyak dan sangat akrab dalam struktur perekonomian masyarakat kelas bawah. Ke kota manapun kita pergi pasti sangat mudah menemui pelaku usaha mikro ini dalam kontribusinya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari di sekitarnya sehingga keberadaan pelaku usaha/pengusaha tersebut dimanapun dan kapanpun pergi, mereka atau menemukan.

Bila dilihat dari segi karakteristik siapa pengusaha atau pelaku UMKM, Hatifah Syaifuddin (dalam Hartono dan Hartomo 2014:18) mengungkapkan ciri-cirinya yang dilihat dari berbagai segi, yaitu:

1. UMKM adalah usaha rakyat yang nilai kapitalnya relatif kecil, lambat melakukan ekspansi, tidak damping dan modal sering terpakai untuk kebutuhan rumah tangga.

2. Dari segi personil, UMKM adalah usaha yang sering dilakukan secara mandiri (self employment), tidak menuntut keterampilan yang tinggi, lemah latar belakang bisnis maupun akademis dan kurang wawasan perkembangan di luar.

3. D
ari segi manajemen, UMKM adalah usaha yang rentan terhadap pesaing, pasif dan tanpa integrasi dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol.

4. Dari segi sarana dan teknologi yang terbatas dan seringkali out of date, produk/jasa UMKM seringkali mudah diungguli pesaing dan mengalami kesulitan manajerial maupun finansial dalam pengembangan teknologi.

5. Dari segi kontrol sosial ekonomi, iklan UMKM tidak mendorong orang memakai produk usaha rakyat ini karena gengsi sehingga sering mengalami kesulitan menembus pasar yang lebih luas karena tidak standarnya produk dibandingkan dengan produk usaha besar.

6. Dari segi sistem produksi, UMKM memiliki produktivitas yang rendah, seringkali menggantungkan diri pada pekerja keluarga yang tidak berbayar dan sulit mengembangkan desain produk,

7. Dari segi institusi dan pengorganisasian, UMKM adalah usaha rakyat yang umumnya berpandangan bahwa bisnis adalah tanggung jawab individu sehingga tidak disadari pentingnya berorganisasi dan karena sangat tersebar sulit dikaitkan satu sama lain.


Daftar Pustaka :

Viki, Tendayi. (2017). The Corporate startup. Elex Media Komputindo

Agustina, Titien. (2018). Kebangkitan pengusaha UMKM : membangun mental ownership-entrepreneur sejati bagi pengusaha UMKM. Yogyakarta:  Aswaja Pressindo

Herry. (2017).  Design the business plan for startup entrepreneur. Jakarta: PT. Grasindo 



0 komentar:

Posting Komentar