13.5.22

AKSI KLITIH DAN KAITANNYA DENGAN KENAKALAN REMAJA

                     (Oleh : Fika Yuliyanti)


'Klithih' sebuah kata bahasa Jawa khususnya Yogyakarta yang arti aslinya ialah jalan-jalan di malam hari tanpa tujuan, sekedar membeli makanan atau nongkrong di suatu tempat. Kata 'klithih' ini sayangnya sekarang memiliki arti yang berbeda, dan berkonotasi negatif, yaitu aktivitas geng motor para remaja yang sering kali meresahkan masyarakat, dengan melakukan pengeroyokan, bahkan melukai korban dengan brutal, beberapa diantaranya bahkan sampai meninggal dunia.

Motif utama aksi klitih yang dilakukan oleh pelajar ini karena darah muda yang disalurkan secara negatif. Konstruksi maskulinitas beracun (toxic masculinity) pada hubungan sesama anak laki-laki juga turut menjadikan seseorang sebagai pelaku klitih. Hal ini karena para pelajar yang melakukan klitih dalam melancarkan aksinya akan mendapatkan "pengakuan eksistensial maskulin" dari teman-temannya. Semakin seseorang berhasil melakukan klitih tanpa ditangkap polisi, maka namanya akan tersohor di kalangan gengnya. Hal semacam ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Jogja saja, namun seluruh dunia ketika seorang remaja terjerumus pada pergaulan yang identik dengan aksi kekerasan. 

Salah satu pemicu adanya klitih adalah kekerasan dari orang tua maupun lingkungan remaja tersebut sehingga dia mencari pelarian dengan bergabung bersama geng klitih tersebut. Pemicu lainnya adalah adanya ketidakpedulian orang tua terhadap anak-anaknya. Hal ini dapat dilihat dari pembiaran orang tua jika anak tidak berada di rumah pada malam hari. Ketidakharmonisan rumah tangga inilah yang membuat anak-anak remaja menyalurkan kurangnya cinta kasih atau perhatian orang tua pada tindakan klitih. Hal inilah yang kemudian menjadikan aksi klitih masuk ke dalam fenomena psikologi sosial, karena faktor-faktor lingkungan tempat tinggal dan pertemanan yang membentuk karakter remaja yang sedang mencari jati diri dan masih labil tersebut menjadi tidak terorganisir ke arah yang positif.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa psikologi untuk mencoba mengatasi aksi klitih tersebut?

a. Untuk mengatasi klitih, perlu adanya pendidikan keluarga agar remaja tidak menjadi salah satu pelakunya;

• Kasih sayang dan perhatian dari orang tua.

• Orang tua harus mengetahui kemana dan dengan siapa anaknya pergi.

• Memberikan pengertian bahwa aksi klitih bukanlah aksi yang patut untuk ditiru.


b. Untuk remaja yang sudah terlanjur menjadi pelaku dari aksi klitih kita bisa melakukan beberapa hal dibawah ini;

• Memberikan pengertian dan penjelasan bahwa aksi yang ia lakukan adalah aksi kejahatan yang tidak sepantasnya untuk dilakukan.

• Mengarahkan anak-anak remaja tersebut ke kegiatan yang lebih positif seperti belajar memainkan alat musik, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

• Mengedukasi orang tua dari remaja pelaku klitih ini untuk lebih peka terhadap perilaku dan kegiatan apa yang dilakukan oleh anaknya.


   

                            SUMBER PUSTAKA

https://id.theasianparent.com/apa-itu-klitih



0 komentar:

Posting Komentar