4.1.22

MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH

Masalah dan Pemecahan Masalah


Nisa Armila Gunawan (19310410076)

PSIKOLOGI INOVASI

Dosen Pengampu: Dr. Arundhati Shinta, M

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Masalah adalah sesuatu yang umum terjadi pada setiap orang. Masalah hampir dimiliki oleh setiap orang bahkan bisa dikatakan semua orang pasti memiliki masalah. Baik itu masalah yang saat ini sedang dimiliki atau masalah yang ada di saat masa lalu. Lalu sebenarnya apa itu masalah? Munurut kamus BBI, Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan. Sedangkan menurut Sugiyono (2009) masalah diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara-aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksana.

Lalu harus bagaimana sikap kita ketika dihadapkan sebuah masalah? Ketika kita memiliki sebuah masalah upaya yang perlu kita lakukan yaitu pemecahan masalah (problem solving). Agar permasalahan yang terjadi baik permasalahan rutin ataupun tidak rutin dapat segera diselesaikan. Hal ini sejalan dengan pendapat Polya (1985) yang menyatakan bahwa pemecahan masalah merupakan suatu usaha mencari jalan keluar dari kesulitan guna mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu agar dapat menyelesaikan masalah dengan tuntas, maka belajar untuk memecahkan masalah sangat diperlukan.

Sudjimat (Sukasno, 2002) menyatakan bahwa belajar pemecahan masalah pada hakikatnya adalah belajar berfikir (learning to thinking) atau belajar bernalar (learning to reason) yaitu berfikir atau bernalar mengaplikasikan pengetahuan-pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya untuk memecahkan masalah-masalah baru yang belum pernah dijumpai sebelumnya. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam pemecahan masalah: 

Langkah 1 – Definisikan Masalah

Seperti masalah apa yang sedang terjadi saat ini. Lalu mencoba menjelaskan simpton (gejala) yang spesifik, yang menandakan adanya masalah tersebut. 

Langkah 2 – Kumpulkan Data

Apakah anda memiliki bukti yang menyatakan bahwa masalah memang benar ada. Sudah berapa lama masalah tersebut ada dan dampak apa yang dirasakan dengan adanya masalah tersebut

Langkah 3 – Identifikasi Penyebab yang Mungkin

Jabarkan urutan kejadian yang mengarah kepada masalah tersebut. Pada kondisi seperti apa masalah tersebut terjadi dan adakah masalah-masalah lain yang muncul sering/mengikuti kemunculan masalah utama

Langkah 4 – Identifikasi Akar Masalah

Alasan apa yang benar-benar menjadi dasar kemunculan masalah

Langkah 5 – Ajukan dan Implementasi Solusi

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah muncul kembali. Bagaimana solusi yang telah dirumuskan dapat dijalankan. Siapa yang akan bertanggungjawab dalam implementasi solusi dan adakah resiko yang harus ditanggung ketika solusi diimplementasikan. 

Ada pepatah dari Harry Slyman yang berbunyi "masalah hidup seperti ombak di tepi pantai, ia akan datang tapi pada saatnya ia akan pergi". Maksudnya selama kita hidup masalah akan selalu ada menghampiri, jangan terbebani oleh adanya masalah karena pada saatnya masalah tersebut akan terselesaikan yang terpenting kita tidak memilih jalan untuk menghindar dari masalah. Menghindar dari masalah bukanlah solusi yang baik untuk memecahkan masalah. Mari lebih bijak dan tepat dalam menghadapi masalah. 


Referensi =

Sahrudin, Asep. (2016). Jurnal Pendidikan UNSIKA: Implementasi Model Pembelajaran Means-Ends Analysis Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa. Vol. 4, No. 1: ISSN 2338-2996

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.



0 komentar:

Posting Komentar