12.11.21

Menjaga Kesehatan Mental diMasa PPKM

 Ujian Mid Psikologi Inovasi Semester Ganjil 2021/2022

Dosen Pengampu: Dr. arundati Shinta, MA

Yudit Ilham Ramadhana / 19310410018 (Kelas B)

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

           


            Kesehatan mahal harganya, istilah ini kian familiar di telinga kita seiring dengan merebaknya pandemi virus Corona yang melanda dunia tanpa terkecuali khususnya di Indonesia yang kian hari tercatat terjadi penambahan angka positif terpapar virus ini. Hal tersebut tentu dapat menimbulkan rasa takut dan panik. Apalagi anjuran untuk diam di rumah serta kebijakan PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang banyak menimbulkan jarak secara emosional antara keluarga, sahabat, rekan kerja, atau teman yang dapat saling memberi dukungan.

            Wabah virus Corona yang terjadi hampir dua tahun tidak hanya berdampak pada sektor perekonomian saja. Bagi sebagian orang, pandemic ini juga memberi dampak pada psikologis individu. Bagi sebagian orang, hal ini bisa dirasakan sebagai suatu tekanan atau beban yang sangat besar. Bila tidak dikendalikan, tekanan tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan mental. Oleh karena itu, pemeriksaan dini atau skrining kesehatan mental penting untuk dilakukan.

            Gangguan kesehatan mental yang terjadi selama ppkm dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan akan terjangkit, rasa terasing selama menjalani karantina, kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah lagi kebingungan akibat informasi hoax yang tersebar. Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan mental selama ppkm? Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental selama ppkm :

Melakukan olahraga dan makan makanan bergizi

Berbagai olahraga ringan, seperti lari kecil atau lompat di tempat, dapat dilakukan selama ppkm. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood. Selain itu, untuk menjaga kesehatan tubuh juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi asupan nutrisi yang cukup agar dapat menjaga kesehatan mental, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berempati pada orang yang terdampak

Berempati pada orang yang terdampak ppkm dapat meningkatkan kemampuan untuk mengatur emosi selama stres. Merasa empati juga memungkinkan untuk mengelola kecemasan yang dialami dengan lebih baik tanpa merasa terbebani.

Menjalin komunikasi yang baik

Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerja, baik melalui pesan singkat, telepon, atau video call. Menjalin komunikasi yang baik juga dapat membentuk social bubble dengan disiplin protokol kesehatan yang ketat. Dengan cara ini, tekanan yang dirasakan akan dapat berkurang sehingga dapat merasa lebih tenang.

Hindari informasi negatif dan berita hoax

Pilah informasi yang dapat diterima secara kritis dan bijak. Dapatkan informasi mengenai pandemi virus Corona hanya dari sumber yang terpercaya.

Meminimalisir stress

Meminimalisir stress dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan melakukan aktifitas yang disukai, bersantai disaat ada waktu luang, dan mengurangi pikiran-pikiran negatif yang dapat menambah beban pikiran.

            Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, keduanya memiliki keterlibatan satu sama lain, jika individu terganggu fisiknya maka ia dapat dimungkinkan tergangu mental atau psikisnya, begitu pula sebaliknya. Sehingga dimasa ppkm seperti sekarang ini, setiap individu diharapkan mampu menyeimbangkan antara kesehatan mental dan fisiknya, agar tetap menjadi individu yang kuat dimasa ppkm seperti saat ini.

 

Putri, A.W. (2020). Ancaman gangguan mental di tengah wabah COVID-19. Tirto.id. Retrieved September 4, 2020, from https://tirto.id/ancaman-gangguan-mental-di-tengah-wabah-covid-19-eJvi.





0 komentar:

Posting Komentar