14.6.20

Torang Samua Basudara


Ujian Akhir Psikologi Sosial 1
(Semester Genap 2019/2020)
Beatrice. A. J. C. Randan / 19.310.410.040

Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke (Kompas, 2017). Dimana di dalamnya terdapat masyarakat yang diwarnai dengan berbagai macam perbedaan sebagai akibat dari kondisi kewilayahan, suku, ras/etnis, agama, gender dan masih banyak lagi yang menjadi pemersatu bangsa. Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa, lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di Tanah Air menurut sensus BPS tahun 2010 dengan adat istiadat, kebiasaan, agama, serta ras yang berbeda-beda (Indonesia.go.id, 2017). Perbedaan dalam masyarakat merupakan keberagaman Indonesia yang dapat disusun dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini mencerminkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang mempunyai keberagaman di masyarakatnya (Kompas, 2020). Berbeda menandakan bahwa ada keunikan dan ciri khas tersendiri. Namun, yang terjadi sekarang perbedaanlah yang memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia kemudian timbullah diskriminasi.

Diskriminasi adalah tindakan atau keputusan yang memperlakukan seseorang atau kelompok dengan buruk karena alasan seperti ras, usia, atau kecacatan mereka (Canadian Human Rights Commission, 2020). Diskriminasi terjadi ketika seseorang atau kelompok orang diperlakukan kurang menguntungkan dibaningkan orang lain karena latar belakang mereka atau kraskteristik pribadi tertentu (Australia Human Right Commission, 2020).



Menurut Pasal 1 ayat (3) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengecualian yang langsung ataupun tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik, yang berakibat, pengurangan, penyimpangan atau penghapusan, pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan aspek kehidupan lainnya. (bappenas, 2020). Diskriminasi menyebabkan pertikaian  di Indonesia terjadi karena adanya perbedaan seperti suku, ras, agama dan masih banyak alasan lainnya. Terutama terhadap orang papua yang dipandang negatif di lingkungan masyarakat yang mengakibatkan orang papua terus mengalami penindasan (Kompas, 2019). Seperti yang dialami oleh Tasya Marian dan Priska Mulait yang berasal dari Wamena, sebuah kota yang terletak di pedalaman pegunungan Papua. Mereka melanjutkan sekolah di pulau Jawa tepatnya perguruan tinggi swasta di Jakarta demi menimba ilmu. Namun ternyata yang mereka alami di Pulau tersebut tidak seperti yang dibayangkan. Tasya menceritakan pengalamannya kesusahan ketika mecari kamar kos, karena alasan pemilik kos, yaitu kos-kosan sudah penuh dan juga tidak bisa menerima orang papua. Akhirnya ia bersama sejumlah mahasiswa asal papua tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Tak hanya sampai di situ, mereka juga tidak dilayani dengan baik oleh pemilik toko di sisi kontrakannya. Bahkan ketika awal perkuliahan, ia menyaksikan teman-teman kuliahnya menutup hidung ketika mahasiswa Papua lewat. Tasya juga pernah di tanya pertanyaan yang tidak enak untuk di dengar oleh dosen dan beberapa mahasiswa non-Papua. “Kalian dari Papua suka makan babi mentah yah?” pertanyaan tersebut dilontarkan oleh dosennya, kemudian Tasya membalas pertanyaan itu “Ibu kalimat itu tidak benar, kami tidak makan mentah, tapi kami masak dulu”. Perlakuan yang mereka alami, membuat mahasiswa Papua cenderung berkumpul dengan mahasiswa Papua lainnya (BBC Indonesia, 2019).

Kasus lainnya yaitu konflik Maluku. Konflik ini adalah konflik kekerasan dengan latar belakaang perbedaan agama yakni antara kelompok Islam dan Kristen. Konflik Maluku disebut menelan korban terbanyak yakni sekitar 8-9 ribu orang tewas. Selain itu, lebih dari 29 ribu rumah terbakar, serta 45 masjid, 47 gereja, 719 toko, 38 gedung pemerintah, dan 4 bank hancur(Tempo, 2015).


Diskriminasi merupakan suatu hal yang negatif dan merugikan. Untuk itu perlu dilakukan usaha-usaha untuk menghilangkan atau paling tidak mengurangi intensitas serta variasi diskriminasi. Usaha-usaha tersebut antara lain:
1.      Menerima perbedaan agama sebagai hal yang biasa
Lakukan toleransi antar umat beragama. Berdebat soal agama tidak akan menyelesaikan masalah. Saling menerima perbedaan agama. Kita juga saling membutuhkan satu sama lain.
2.      Hargai sesama manusia seperti diri sendiri ingin dihargai
Kasus meremehkan kemampuan masyarakat yang mempunyai keterbatasan diri diri atau disabilitas menjadi peristiwa yang menyedihkan, seperti kasus drg.Romi sebagai salah satu contoh. Kemudian perlakuan tidak menyenangkan yang diterima oleh saudara kita dari Papua karena fisik mereka. Dimata Tuhan tidak ada perbedaan, mau itu warna kulitnya putih, sawo matang, hitam, kuning, semua sama, berharga dimata Tuhan. Coba bayangkan jika kamu ada pada posisi tersebut, diperlakukan dengan tidak baik dilingkungan sekitar, bagaimana perasaan anda?. Maka dari itu, kita harus bisa menghargai orang lain. Berilah penghargaan terlebih dahulu, maka kita akan mendapat penghargaan setelahnya.
3.      Jangan meremehkan derajat orang lain, baik dari status suku, maupun status ekonomi orang tersebut.
Sebagai sesama saudara, satu bangsa, bangsa Indonesia, kita semua bersaudara. Sebagai saudara yang mungkin mempunyai kelebihan dari sisi ekonomi misalnya, alangkah indahnya, membantu saudara yang kurang beruntung secara ekonomi.Bukan malah menghina. Seperti kata Najwa Shihab “Sudah terlampau lama Papua menderita, penghinaan fisok jelas tak bisa diterima. Tetaplah Papua sebagai karib yang setara, perlakukanlah mereka selayaknya warga negara. Papua tanpa duka bisa menjadi alat ukur, sudahkah Indonesia makmur dengan cara yang betul”. (Kompas, 2019)

"Diskriminasi" terdengar seperti kata yang sangat buruk. Kita semua tidak suka didiskriminasikan, dan kita tidak pernah merasa bahwa kita sendiri mendiskriminasikan orang lain. Pada umumnya, kita langsung tahu bila kita sedang didiskriminasikan, ketika orang lain memperlakukan kita dengan tidak adil karena jenis kelamin, etnis, negara, agama, pendidikan, kecacatan, penampilan fisik, latar belakang sosial atau ekonomi kita, atau apa pun yang membuat kita berbeda. Namun, biasanya kita tidak tahu kalau kita mendiskriminasikan orang lain. Sepatah kata atau sebentuk tindakan sembrono dapat mencelakakan seseorang, dan karena itu kita perlu berhati-hati ketika berurusan dengan orang lain, betapa pun berbedanya mereka dari kita (GYS, 2020).


Keberagaman bukanlah unsur perpecahan namun justru yang menciptakan kesatuan bangsa melalui semboyan Bhineka Tunggal Ika. Kesatuan adalah upaya untuk mempersatukan perbedaan suku, adat istiadat, ras dan agama untuk menjadi satu yaitu bangsa Indonesia.  Terimalah perbedaan sebagai kekayaan keberagaman di Negara kita, yaitu Indonesia. Tidak ada yang dapat memilih lahir dari suku, ras, agama, dan golongan tertentu. Rencana Tuhan selalu indah untuk kita. Manusia tidak ada yang sempurna. Di balik kelebihan, ada kekurangan. Jangan memandang dari 'fisik' belaka, karena hati, karakter, lebih penting daripada fisik yang fana adanya (Kompas, 2019).

  

Referensi:

Refrensi Gambar:
https://obs.line-scdn.net/0hRSqvTgBTDXxMDyGvwjJyK3ZZDhN_Yx5_KDlcYhxhU0gxbE8jcm4SSWAOUhhmPEoiImFBGWgIFk1naEt6IG0S/w580


19 comments:

  1. Sangat bermanfaat kak artikelnya, sukses selalu yaa..

    ReplyDelete
  2. Sangat menyadarkan perbedaan perlu di jaga. Bagus

    ReplyDelete
  3. Sangat menyadarkan perbedaan perlu di jaga. Bagus

    ReplyDelete
  4. Benedikta Roni sauJune 15, 2020 at 10:02 AM

    Good job Angel.. Menyadarkan kita kembali

    ReplyDelete
  5. Kakak angel artikel ini bangus bangettt lohhhhh..... semangat ya kakak angel💪💪

    ReplyDelete
  6. Oke banget...diposting ke Medsos lain spy kesadaran berbangsa en mencintai dan menghargai perbedaan di Indonesia makin nyata

    ReplyDelete
  7. Mantap Angel..., sangat bagus artikelnya.

    ReplyDelete
  8. Mantap... artikel betmanfaat

    ReplyDelete
  9. Mantap...Angel.
    Tetap Semangat...

    ReplyDelete
  10. Mantappp ..sukses selalu Angel😇🥰

    ReplyDelete
  11. Artikel yang sangat menarik bahasanya juga mudah dipahami...

    ReplyDelete
  12. Artikelnya bagus 😊👍.
    Salam sukses dan tetap semangatt💪🏼💪🏼

    ReplyDelete
  13. 👍👍👍Torang samua basudara....saling menghargai perbedaan pasti membawa damai..

    ReplyDelete
  14. mantap angel ... sukses selalu ya dek

    ReplyDelete