26.6.20

Santunan Jadi Berkah, Bahagia Melimpah


Oleh:
Alia Nanda Rumekti
Rio Wahyu Nugroho
Sapta Kurniawati, M. Psi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Kebahagiaan adalah tujuan hidup manusia. Menurut Diener, Scolon, dan Lucas (2009) kebahagiaan atau happiness merupakan emosi positif, komponen kehidupan yang baik, dan perasaan-perasaan yang puas (D. V. Gremaldy, 2017). Sangat banyak tulisan yang membahas tentang kebahagiaan. Sangat banyak pula yang menerangkan tentang hubungan antara kebahagiaan dengan kesyukuran. Kebahagiaan merupakan salah satu pokok teori Martin E. P. Seligman, tentang Psikologi Positif. Seligman (2004) meletakkan Psikologi Positif sebagai pondasi dari ilmu pengetahuan yang memahami tentang emosi positif, membangun kekuatan dan kebajikan, dan membantu menemukan apa yang disebut dengan “good life”. Psikologi Positif menurut Martin Seligman adalah suatu autentic happiness atau kebahagiaan yang autentik (Iman, 2016).
Kebahagiaan bersifat kausal dan membawa banyak manfaat daripada sekadar merasa baik (M. E. P. Seligman, 2005). Kebahagiaan berasal dari kesyukuran dan merupakan hasil dari kesyukuran. Menurut Watkins (2003) kesyukuran atau gratitude merupakan sifat afektif yang mengacu pada seberapa besar individu mengalami perasaan apresiasi atas nikmat yang diperolehnya (Nashori, 2013). Kebahagiaan dan kesyukuran dapat berasal dari diri sendiri atau dari orang lain. Salah satu upaya untuk menciptakan kebahagiaan adalah membagi kebahagiaan pada orang lain. Seperti yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dan dosen fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yoyakarta melalui penyaluran santunan.
Penyaluran santunan ini dilaksanakan di dusun Tangkil 1, Desa Kemejing, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Santunan ini diberikan kepada dua puluh warga yang termasuk kategori lansia, jompo, dhuafa, dan anak yatim. Santunan ini merupakan Zakat Mal dalam bentuk uang. Selain berbagi kebahagiaan, santunan ini merupakan bentuk kesyukuran dari donatur atas rezeki yang diperolehnya. Hal ini sesuai dengan ungkapan bahwa rasa syukur dapat memperkuat kecenderungan seseorang untuk menjadi baik kepada orang lain (Watkins, 2013).
Dengan adanya penyaluran santunan ini, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dapat menjalin hubungan dengan masyarakat luas. Penyaluran santunan ini diharapkan berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Banyaknya doa dan harapan dari warga dapat meningkatkan kebahagiaan pada diri donatur. Para warga penerima juga merasa lebih diperhatikan kesejahteraan dan kebahagiaannya. kesyukuran dapat menjadi sebab atas kebahagiaan. Akhirnya, Kesyukuran dapat menjadi dampak baik atas kebahagiaan.

Daftar Pustaka:

Diener, Scolon, & Lucas (2009) dalam D. V. Gremaldy, R. B. Nirbayaningtyas, & S. C. Haryanto. (2017). Efektivitas Jurnal Kebahagiaan dalam Meningkatkan Self-Esteem pada Anak Jalanan. INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(2), 100-110.
Iman, A. S. (2016). Psikolog Positif: Pendekatan Saintifik Menuju Kebahagiaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Seligman, M. E. P., Steen A. T., Park. N., & Peterson, C. (2005). Positive Psychology Progress Empirical Validation of Interventions. Tidsskrift for Norks Psykologforening, 42, 874-884.
Watkins (2003) dalam Nashori, F. (2013). Syukur dalam Wacana Psikologi. JIP: Jurnal Intervensi Psikologi, 5(2).
Watkins, P. C. (2013). Gratitude and the Good Life: Toward a Psychology of Appreciation. Newyork: Springer Science and Business Media.


0 comments:

Post a Comment