14.6.20

PESIMIS? TIDAK! OPTIMIS? IYA!


Tirsa Venta Han / 19310410058
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi  Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Setiap individu pasti pernah mengalami masalah atau suatu hal yang membuat dirinya cenderung bersikap optimis ataupun pesimis. Optimis adalah sikap berbaik sangka dan berpikiran positif atas apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang sedangkan pesimis adalah sikap berburuk sangka dan negatif atas apa yang terjadi (Zakaria, 2010). Sikap optimisme individu akan lebih membuat seseorang berpikir secara sehat, dibandingkan dengan bersikap pesimis. Berbagai persoalan selalu timbul  jika individu bersikap pesimis.

Persoalan-persoalan tersebut yaitu seperti berkurangnya motivasi diri dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidup individu itu sendiri. Selain itu, berkurangnya daya juang individu dalam mempertahankan sesuatu dan sebagainya. Jika hal yang terjadi pada diri individu mempengaruhi pandangannya secara negatif, maka individu akan cenderung bersikap pesimis dalam menghadapi hal tersebut. Namun jika hal yang terjadi pada diri individu mempengaruhi pandangannya secara positif, maka individu akan cenderung bersikap optimis dalam menghadapi hal tersebut.

Tulisan ini terutama ditujukan untuk semua individu yang selalu bersikap pesimis. Pesimis dalam belajar, dalam berkarir, dan dalam hal-hal lainnya. Sikap pesimis tidak akan memberikan dampak yang membangun dalam kehidupan seseorang. Namun jika individu lebih bersikap optimis dalam menghadapi suatu hal, maka ia akan cenderung memiliki motivasi-motivasi yang mendorongnya untuk berjuang tanpa takut kegagalan. Hal-hal yang dihadapi dengan optimis akan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemecahan masalah yang terjadi dalam kehidupan seseorang.

Apa saja cara-cara yang dapat diilakukan agar seseorang  selalu optimis? Yuk intip empat tips berikut ini.
  1. Jadi pribadi yang bersyukur. Bersyukur membantu kita membangun sebuah dunia yang terbuat dari fakta positif. Berfokus pada hal-hal sederhana dalam hidup, seperti sinar matahari di pagi hari, adalah sesuatu yang bisa dilakukan siapapun. Kita semua bisa menemukan hal-hal ini di mana saja. 
  2. Melihat makna. Lihat makna apa yang dapat diambil dari hal-hal yang terjadi dalam hidupmu. Semua hal yang terjadi tidak pernah tanpa makna dan itu berharga.
  3. Bergeraklah. Jangan hanya memikirkan masalah anda. Bergeraklah seperti berolahrga, agar anda merasa sedikit lega.
  4. Meditasi. Kegiatan ini dapat mengontrol pikiran sehingga diri menjadi lebih rileks dan percaya diri. 



Menjadi individu yang pesimis ataupun optimis itu kembali pada diri masing-masing. Jika seseorang ingin selalu menjadi pribadi yang sehat, bersikaplah optimis. Optimis tidak memerlukan biaya mahal. Kita hanya perlu memberanikan diri. Bersikap optimis sungguh akan lebih menyenangkan daripada bersikap pesimis. Bersikap pesimis hanya akan membuat individu merasakan putus asa dan tidak percaya diri bahkan orang lain. Yuk hidup optimis!

 DAFTAR PUSTAKA
Zakaria, N., Raus, H. M., Norakyairee, H., & Syed Hassan, S. N. (2010). Pemikiran
            Optimis menurut warisan Nabawi.
Prastiwi, A, M. (2018). 5 Cara Menjadi Pribadi Optimis dan Menyenangkan Menurut
Sains. Liputan6. https://www.liputan6.com/global/read/3342435/5-cara-menjadi-pribadi-optimis-dan-menyenangkan-menurut-sains (Diakses pada tanggal 7 Juni 2020)

SUMBER GAMBAR                                                                            


0 comments:

Post a Comment