14.6.20

Perilaku Masyarakat Membuang Sampah di Sungai


Meysella Al Firdha Hanim
NIM 183104101196
Ujian Akhir Psikologi Lingkungan / A. Shinta
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Di Indonesia, masalah kebersihan selalu menjadi polemik yang berkembang. Kebersihan lingkungan merupakan salah satu tolak ukur kualitas hidup masyarakat. Masyarakat masih menganggap sungai sebagai halaman belakang yang dipandang sebagai tempat pembuangan, sehingga perlu adanya perubahan pola pikir untuk menjadikan sungai sebagai halaman depan yang harus dijaga dan dipelihara. Mengingat masyarakat merupakan pengguna sungai, maka persepsi masyarakat mengenai pengetahuan menjaga kualitas lingkungan sungai dan kesanggupan dalam melakukan aktivitas dengan tetap menjaga kelestarian sungai menjadi penting untuk dikaji. Perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap sampah dapat menyebabkan munculnya masalah dan kerusakan lingkungan. Bila perilaku manusia semata-mata mengarah lebih pada kepentingan pribadinya, dan kurang atau tidak mempertimbangkan kepentingan umum atau kepentingan bersama, maka dapat diprediksi bahwa daya dukung lingkungan alam semakin terkuras habis dan akibatnya kerugian dan kerusakan lingkungan tak dapat dihindarkan lagi.
Salah satu sumber utama pencemaran sungai di negara berkembang berasal dari pembuangan sampah di badan air. Sampah mengganggu estetika kawasan tepian sungai. Selain itu, sampah juga menjadi tempat berkembangnya penyakit, mengurangi kenyamanan dan menimbulkan banjir. Sampah sebagai pencemar di sungai dapat mengakibatkan terbentuknya sedimen sehingga sungai menjadi dangkal, kadar total suspended solid meningkat dan dissolve oksigen menurun. Kondisi ini secara otomatis mempengaruhi rantai makanandan ekosistem yang ada di sungai. Sehubung dengan hal diatas, salah satu bentuk limbah yang terdapat di lingkungan masyarakat, orang awam menyebutnya dengan sampah. Sampah dan Kesehatan lingkungan sebenarnya hanya sebagian dari benda atau hal-hal yang dipandang tidak dapat digunakan lagi, tidak dipakai tidak disenangi, atau harus dibuang sedemikian rupa sehingga tidak sampai mengganggu kelangsungan hidup.
Menurut Azwar (2007), perilaku adalah suatu kecenderungan untuk memberikan respon terhadap suatu objek atau sekumpulan objek dalam bentuk perasaan memihak (favourable) maupun tidak memihak (unfavourable) melalui proses interaksi komponen-komponen sikap yaitu kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan) dan konatif (kecendrungan bertindak). perilaku subjek yang baik terhadap perilaku membuang sampah merupakan perasaan yang memihak atau mendukung terhadap upaya berperilaku baik dalam membuang sampah.
Pencemaran lingkungan akibat sampah industri dan sampah rumah tangga yang dihasilkan sangatlah merugikan manusia, baik langsung dan tidak langsung. Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai merupakan tempat yang cocok bagi beberapa ornganisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah penyakit diare, kolera, tifus, menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Selain itu juga berdampak bagi lingkungan, cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam sungai dapat mencemari air.
Jadi, penyebab utama yang bisa menyebabkan masalah kebersihan lingkungan adalah kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Padahal sudah seharusnya masyarakat menyadari dan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya karena keadaan lingkungan itu juga mempengaruhi kehidupan masyarakat itu sendiri. Penting untuk kita memeriksa dan merubah perilaku sehari-hari terhadap lingkungan.

Daftar Pustaka
Azwar, S. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Penerbit Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 2007.


0 comments:

Post a Comment