16.6.20

MENGETAHUI METODE PENILAIAN HASIL KERJA KARYAWAN

Mohammad Evansyah
19310410049
Fakultas Psikologi Universitas 45 Yogyakarta
Ujian Akhir Semester Psikologi Industri Dan Organisasi


Penilaian kerja adalah sebuah hal yang wajib untuk dilakukan perusahaan, mengingat bahwa karyawan adalah aset penting dalam suatu perusahaan. Memiliki karyawan yang baik dan mau memberikan kontribusi yang positif adalah impian setiap HR. Sayangnya, beberapa faktor internal di kantor bisa menyebabkan perubahan kondisi karyawan. Misalnya jam kerja yang terlalu ketat sehingga membuat karyawan merasa jenuh atau pekerjaan monoton yang membuat karyawan merasa bosan. Pada akhirnya, karyawan akan mencari jalan untuk mengatasi rasa jenuh tersebut, seperti bermain gadget atau berselancar di media sosial.

Kinerja yang tinggi dari karyawan merupakan sesuatu yang sangat diharapkan, dengan kinerja yang tinggi pula perusahaan dapat merencanakan berbagai kebijaksanaan untuk pencapaian sasaran perusahaan. Kinerja merupakan aspek penting dalam upaya pencapaian tujuan suatu perusahaan. Kinerja seseorang juga tercermin dari kemampuannya mencapai persyaratan-persyaratan tertentu yang telah ditetapkan atau dijadikan standar. Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Mangkunegara, 2011:67). Oleh karena itu, pencapaian target kerja seseorang yang dinilai berdasarkankualitas dan kuantitas akan menunjukkan kinerja seseorang.


Bagaimana metode penilaian kinerja karyawan yang tepat?
1. Mengukur Produktivitas Karyawan Secara Kuantitatif
Penilaian kinerja pegawai yang pertama yaitu dengan mengukur kuantitasnya. Anda bisa melihatnya dari seberapa banyak produk yang bisa ia hasilkan dalam periode tertentu, misalnya setiap hari ataupun setiap jamnya. Tak hanya produk, tapi bisa berupa deadline kerja. Seberapa cekatan seseorang dalam menyelesaikan deadline secara tepat waktu juga bisa menunjukkan tingkat produktivitasnya.
2. Layanan yang Diberikan pada Pelanggan
Contoh penilaian kinerja karyawan yang satu ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Sistem penilaian kinerjanya dapat dilihat dari berapa banyak pelanggan yang sudah ditanganinya, berapa lama waktu rata-rata yang ia perlukan untuk menyelesaikan keluhan pelanggan, hingga berapa banyak barang yang kembali. Ini semua menunjukkan seberapa cekatannya karyawan tersebut dalam menghadapi pelanggan. Untuk membantu Anda melakukan penilaian kinerja menggunakan metode ini, mintalah feedback dari masing-masing pelanggan tentang kesan mereka terhadap karyawan tersebut.
3. Bagaimana Karyawan Memanfaatkan Waktu Kerjanya
Adanya jam kosong, misalnya ketika karyawan sudah menyelesaikan deadline-nya dan tidak memiliki pekerjaan lain, juga bisa Anda jadikan potensi untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Bagaimana cara karyawan tersebut memanfaatkan jam kosongnya, apakah mengobrol dengan teman, berselancar di media sosial, membaca email dari atasan, atau belajar hal-hal baru. Karyawan yang produktif adalah karyawan yang mampu menggunakan jam kerjanya semaksimal mungkin dan jika ada waktu senggang, ia akan memanfaatkannya untuk mengembangkan kemampuannya. 
4. Antusiasme Karyawan dalam Berkontribusi untuk Perusahaan
Untuk melakukan metode penilaian kerja ini, berikan karyawan target untuk dicapai selama beberapa bulan ke depan. Atau jika dirasa terlalu lama, bisa target untuk beberapa minggu ke depan. Dengan metode ini, Anda bisa melihat seberapa besar antusiasme karyawan dalam berkontribusi untuk perusahaan. Menyelesaikan target dalam waktu yang ditentukan bukan satu-satunya cara melihat ini, tetapi lihatlah kualitas barang atau layanan yang dihasilkan. jika karyawan Anda memberikan hasil terbaik, itu artinya ia masih mau berkontribusi untuk perusahaan dan siap membuat perusahaan menjadi lebih produktif. 


Pada prinsipnya perusahaan atau organisasi tidak menghendaki karyawan yang ada bekerja seenaknya, tetapi lebih menekankan dan menghendaki karyawan bekerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan atau organisasi dengan lebih giat, efektif dan efisien. Untuk mewujudkan kondisi tersebut maka organisasi harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi, diantaranya faktor lingkungan kerja dan tunjangan yang diberikan kepada karyawan, agar mereka lebih bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya. Lingkungan kerja yang baik akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, sehingga akan tercapai apa yang menjadi tujuan organisasi yaitu produktifitas yang tinggi.

Daftar pustaka

Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya

Sumber gambar

https://www.linovhr.com/5-tahapan-penilaian-kinerja-karyawan/amp/
https://www.kubikleadership.com/fakta-di-balik-catatan-evaluasi-kinerja-akhir-tahun/

0 comments:

Post a Comment