14.6.20

KUALITAS PERTEMANAN SEHAT


Tirsa Venta Han / 19310410058
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi  Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Manusia adalah makhluk sosial. Setiap makhluk sosial akan selalu berinteraksi dengan orang lain yang ada di lingkungan sosialnya, karena pada dasarnya manusia membutuhkan orang lain sehingga tidak dapat menjalani kehidupan sendirian. Dari interaksi-interaksi yang terjadi di lingkungan tersebut, kemudian manusia membangun sebuah relasi pertemanan antara satu dengan yang lain. Kant (dalam Grunebaum, 2003) berpendapat bahwa pertemanan adalah keintiman, persekutuan, berbagi perasaan, membagi informasi, dan saling percaya. Namun dalam menjalin pertemanan di lingkungan, banyak sekali persoalan-persoalan yang yang ditemui.

Persoalan-persoalan dalam relasi pertemanan yang paling sering kita jumpai salah satunya yaitu kualitas pertemanan yang tidak sehat. Kualitas pertemanan tidak sehat ini ditandai dengan beberapa hal antara lain yang pertama, anda selalu merasa buruk mengenai diri sendiri karena teman anda selalu memberikan kritikan pedas yang menjatuhkan. Kedua, anda sering merasa dihakimi oleh teman anda. Ketiga, anda merasa tertekan karena tidak bebas mengungkapkan pendapat untuk menentang hal yang tidak ingin anda lakukan. Dan yang terakhir, teman anda tidak pernah dengan yakin posisi anda karena cemburu akan keberhasilan yang anda raih.

Tulisan ini terutama ditujukan untuk semua makhluk sosial yang membangun relasi pertemanan. Di zaman sekarang ini banyak sekali relasi pertemanan yang tidak sehat bahkan menjerumuskan kita ke hal-hal yang negatif. Lingkungan pertemanan yang tidak sehat seperti ini sangat mampu memberikan dampak negatif yang mempengaruhi individu untuk melakukan penyimpangan. Untuk itu, setiap individu diharapkan mampu mengenal tanda-tanda kualitas pertemanan yang buruk sehingga nantinya dapat menghindarinya.

Apa saja ciri-ciri kualitas pertemanan yang sehat? Mari simak lima ciri menurut Berndt (2002).
  1. Pembukaan diri. Dalam hubungan pertemanan harus ada keterbukaan dalam berbagai hal baik itu tentang pikiran dan perasaan yang paling pribadi serta saling menceritakan segalanya.
  2. Keakraban. Dalam hubungan pertemanan individu sering memberitahu kepada temannya tentang dirinya sendiri.
  3. Dukungan harga diri. Dalam hubungan pertemanan harus bisa memuji satu sama yang lain serta mendorong teman untuk keberhasilan setelah mengalami kegagalan.
  4. Kesetiaan. Dalam sebuah kualitas pertemanan teman akan membela satu sama lain serta melawan jika terdapat masalah dengan orang lain.
  5. Perilaku sosial. Dalam sebuah pertemanan individu belajar dari teman untuk penyesuaian sosial pada individu tersebut.
Kualitas pertemanan yang sehat ditandai dengan lima ciri diatas. Ciri-ciri tersebut dapat dijadikan patokan setiap individu dalam membangun relasi pertemanan antara satu dengan yang lain. Bangunlah pertemanan dengan kualitas yang baik dan sehat, karena anda akan merasakan dampak positif yang luar biasa dari pertemanan seperti itu. Sudah sehatkah lingkungan pertemanan anda? Jika sudah, yuk terus dukung dengan hal-hal positif. Jika belum, yuk sama-sama belajar dari artikel ini!


DAFTAR PUSTAKA
Grunebaum, J. O. (2003). Friendship: Liberty, Equality, and Utility. Albany: State
            University of New York Press.
Berndt, T. J. (2002). Friendship Quality And Social Development. Journal American
            Psychological Societ. Vol 11, No 1, 7-10. Indiana: Blackwell Publishing Inc.
Rahman, S, F. (2019). Merasa Dihakimi, Waspada Pertemanan Tak Sehat. Liputan6.

SUMBER GAMBAR
            tak-sehat (Diakses pada tanggal 8 Juni 2020)

0 comments:

Post a Comment