14.6.20

JOB INSECURITY PADA KARYAWAN : APA KIAT SEORANG PEMIMPIN UNTUK MENGATASINYA?

Ujian Akhir Semester (Semester Genap 2019/2020)


Tirsa Venta Han / 19310410058
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi  Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Karyawan adalah salah satu penentu kesuksesan sebuah perusahaan. Perusahaan-perusahaan di Indonesia banyak memperkejakan karyawan tetap dan karyawan kontrak. Menurut Hasibuan (dalam Karimah, 2012) karyawan adalah orang penjual jasa (pikiran atau tenaga) dan mendapat kompensasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih dahulu. Kompensasi yang diterima karyawan akan sebanding dengan prestasi kerjanya. Oleh karena itu, karyawan pasti ingin mendapatkan penilaian kerja yang baik dari atasannya. Dengan adanya penilaian kerja yang baik dari atasan, maka karyawan akan semakin menyeimbangkan kompetensi dan motivasinya untuk mencapai prestasi kerja yang baik dan kompensasi yang sebanding. 

Prestasi kerja karyawan dapat dilihat dari bagaimana cara dan sikap yang dilakukannya untuk mencapai target-target yang ditentukan oleh perusahaan sehingga menghasilkan kinerja yang baik. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2005:9). Jadi, target-target yang dicapai harus tepat waktu dan sesuai ketentuan agar kinerja berjalan optimal dan baik. Kemudian perusahaan dapat mengevaluasi dan memberikan penilaian terhadap kinerja karyawannya dengan memperhatikan pencapaian-pencapaian prestasi karyawan tersebut.


Persoalan sederhana yang berkaitan dengan karyawan adalah ketidakstabilannya emosi dan rendahnya motivasi dalam menyelesaikan tanggung jawabnya. Tulisan ini lebih tertuju kepada rendahnya motivasi karyawan khususnya karyawan kontrak dalam melaksanakan pekejaannya. Motivasi karyawan yang rendah membuatnya menjadi tidak optimal dalam berkinerja. Apalagi jika karyawan tersebut merupakan karyawan kontrak, maka ia akan semakin putus asa dengan prestasinya dan masa depannya di perusahaan tersebut. Hal ini membuat karyawan tersebut kemudian mengalami Job Insecurity.  Namun idealnya, karyawan yang memiliki motivasi tinggi tidak akan mengalami Job Insecurity. 


Jadi pertanyaan yang harus dijawab dalam tulisan ini adalah bagaimana cara untuk mengatasi Job Insecurity yang dialami karyawan. Hal ini penting karena dua alasan. Pertama, Job Insecurity bukan hanya berpengaruh pada karyawan namun juga pada organisasi. Beberapa pegaruh Job Insecurity diantaranya adalah : Meningkatnya ketidakpuasan kerja, Meningkatnya gangguan fisik, meningkatnya gagguan psikologis, Karyawan cenderung menarik diri dari lingkungan, berkurangnya komitmen organisasi, dan peningkatan jumlah karyawan yang berpindah (Svarke & Hellgren, 2002). Kedua, dampak yang dirasakan oleh perusahaan dan juga karyawan kemudian menghambat perkembangan perusahaan kearah yang lebih baik sehingga perusahaan tentu akan mendapatkan penilaian buruk dari organisasi lain. Oleh karena itu,  starategi untuk mengatasi Job Insecurity sangatlah diperlukan.

Strategi untuk mengatasi Job Insecurity karyawan
  1. Pemimpin organisasi memberikan teladan dan pengaruh idealis yang baik kepada karyawan. Jika pemimpian menunjukkan karakternya yang baik dan kuat, maka karyawan pun akan terpacu untuk menjadi seseorang yang idealis seperti pemimpin. Keadaan ini akan membentuk penilaian pada pemimpin sehingga karyawan berusaha meniru karakter pemimpin yang dianggap baik (Elaine Sorensen Marshall 2011).
  2. Pemimpin harus memberikan dukungan bagi karyawan agar karyawan dapat menunjukkan perilaku positifnya dan tujuan perusahaan pun dapat tercapai.
  3. Berikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan karyawan, agar karyawan dapat mengontrol kinerja dirinya. Pemimpin memahami potensi atau kekuatan karyawan dan memilih tugas yang tepat sehingga karyawan merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas dengan baik (Farooqui and Nagendra 2014).
  4. Membangun hubungan yang positif dengan karyawan. Pemimpin harus memotivasi karyawan melalui tanggung jawab dan tantangan yang diberikan bagi karyawan. Misalnya memberikan sedikit imbalan atas pencapaian prestasi karyawan.


Motivasi diri yang rendah para karyawan menjadi penyebab melebarnya kondisi Job Insecurity. Namun, dengan gaya kepemimpinan yang tepat dan baik dari perusahaan maka Job Insecurity ini akan semakin minim. Karyawan merupakan aset perusahaan yang menentukan arah kesuksesan sebuah perusahaan. Untuk itu motivasi dari perusahaan juga berpengaruh dalam kondisi ini sehingga sangat diharapkan perusahaan memberikan dukungan yang optimal dalam pengembangan karyawan yang bermutu dengan kinerja dan pencapaian prestasi kerja yang baik.


DAFTAR PUSTAKA
Karimah, K. E. 2012. Hubungan Stres Kerja Dengan Kepuasan Kerja Karyawan Di                                  Tiga Direktorat Operasional PLN (Persero). Skripsi. Depok. Universitas Indonesia
Mangkunegara, Anwar P.2005.”manajemen Sumber Daya Manusia”. Cetakan                                          keenam. Penerbit PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Sverke, M. & Hellgren, J. 2002. The nature of job insecurity: Understanding                                               employment uncertainty on the brink of a new millennium. Applied Psychology: An                         International Review. 51 (1), 23-42.
Marshall, Elaine Sorensen. 2011. Transformational Leadership in Nursing: From                                      Expert Clinician to Influential Leader.
Farooqui, Ms. Safia, and Asha Nagendra. 2014. “The Impact of Person Organization Fit on                   Job Satisfaction and Performance of the Employees.” Procedia Economics                                  and Finance 11(14): 122–29. 
SUMBER GAMBAR
https://www.cekaja.com/info/hak-karyawan-uu-ketenagakerjaan/ (Diakses pada tanggal 14                    Juni 2020)
https://www.rmit.edu.au/news/all-news/2020/feb/job-insecurity (Diakses pada tanggal 14                       Juni 2020)
https://www.karyaone.co.id/blog/pemimpin-yang-baik/ (Diakses pada tanggal 14 Juni 2020) 

60 komentar:

  1. Selalu bagus dalam setiap artikelnya👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  2. Sukses selalu 👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  3. Artikelnya sangat menarik kak dan sangat bermanfaat untuk kedepannya ☺️
    Sukses selalu ya kak..

    BalasHapus
  4. Sangat menarik untuk dibaca kak. Thanks yah😊

    BalasHapus
  5. Artikelnya sangat bagus dan bermanfaat kak😇😘
    Terima kasih😇🙏

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Artikelnya menarik saya suka��

    BalasHapus
  8. Artikel yang bermanfaat, thnks kak!

    BalasHapus
  9. Mantap, bermanfaat sekali.

    BalasHapus
  10. Oke bgt ni artikelnya, trima ksh ya

    BalasHapus
  11. Sangat bagus artikelnya

    BalasHapus
  12. Keren sekali artikel ini

    BalasHapus
  13. Sangat bermanfaat,good job❤️

    BalasHapus
  14. Sangat bermanfaat artikelny

    BalasHapus
  15. Setuju sih, karyawan itu memang aset perusahaan. Kalau karyawan ga bermutu ya pasti perusahaan juga ga optimal. Thank u artikelnya kak, bagus sekali.

    BalasHapus
  16. Setuju sekali, pemimpin juga harus memotivasi karyawan agar tercipta relasi yg baik . Sukses selalu👍🏻

    BalasHapus
  17. Terbaik memang, mantappp kak

    BalasHapus
  18. Kinerja baik maka prestasi pun terukir. Artikel yg sgt bermanfaat. Sukses terus penulis 👍👍

    BalasHapus
  19. Artikel yang bagus. Menambah wawasan kami sebagai calon2 pekerja nantinya. Thx.

    BalasHapus
  20. Artikelnya bagus, sukses kedepan🙏

    BalasHapus
  21. Artikel yg sngt mmbntu skli, trima kasih penulis.

    BalasHapus
  22. Artikel yg menarik & bermanfaat sekali. Tks.

    BalasHapus
  23. Setuju nih. Banyak bgt karyawan yg kinerja memburuk justru karna pemimpin yg tdk tepat dlm menyampaikan penilaian. Misalnya marah2 dsb. Padahal seharusnya pemimpin membngun hubungan yg positif dgn para karyawan agar bisa membangun perusahaan yg sukses bersama-sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar kakak. Relasi antara pemimpin dan karyawan memang harus terjalin baik agar perkembangan perusahaan turut optimal. Terima kasih ya😊

      Hapus
  24. Terima kasih. Artikel ini sungguh membntu.

    BalasHapus
  25. Artikelnya bermanfaat. Semangat terus dlm menulis ya kak!

    BalasHapus
  26. Terima kasih penulis, artikelnya sangat membantu sekali. Semangat & sukses slalu, GBU🤗

    BalasHapus
  27. Menarik untuk dibaca. Thanks!

    BalasHapus
  28. Penjelasannya sangat mudah dipahami. Terima kasih ya, semangat terus😊

    BalasHapus
  29. Bgs artikelnya kak, bermanfaat bngt. Good job ��

    BalasHapus
  30. Pemahamanku mnjdi jelas dgn mmbca artikel ini. Thnks.

    BalasHapus