15.6.20

Hubungan Antara Dua Orang Yang Bersahabat



Hubungan Antara Dua Orang Yang Bersahabat
Ujian Akhir Psikologi Sosial
(Semester Genap 2019/2020) 
 
Engelbertha Savsavubun(19310410015)

Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Pengertian hubungan dyadic 

Hubungan dyadic adalah: hubungan antara dua orang yang dapat mempengaruhi kehidupan  individu (Shinta,2002), yang mana dalam hubungan tersebut faktor emosi dan perasaan cenderung lebih berperanan dari pada hubungan dalam kelompok besar (Hare, 1962 dalam shinta 2002). Jadi hubungan dyadic yang terjalin antara seseorang dengan orang lain, adalah kesamaan psikologis yang terjadi karena faktor emosi (perasaan). Biasanya hubungan dyadic ini ada sebagian orang yang menjalaninya dari usia remaja sampai usia menikah baru hubungan dyadic mereka berakhir. Tetapi sebagian orang sekalipun meraka sampai usia menikah tetapi hubungan dyadic tetap berjalan.
  
Pentingnya Hubungan Antara Dua Orang

Menurut Prof. Dr. Bimo Walgito dalam bukunya psikologi sosial bahwa, dengan berinteraksi satu sama lain, lalu membangun sebuah sikap antara dua orang tersebut . Dalam hal ini, ritme dan gelombang kehidupan seseorang atau keberhasilan seseorang,  juga dipengaruhui oleh orang-orang yang berada di dekat kita. Karena dari mereka kita dapat pengukuan positif untuk maju. Oleh sebab itu hubungan antara dua  orang ini penting dalam kehidupan secara sosial. Jadi ada resikologis yang didapat dari hubungan dyadic ini. Dalam kehidupan ini, cukup banyak orang yang sukses hidup karna bersahabat dengan orang yang memberi reward (keberuntungan), dan terjadi timbal balik. Artinya bukan untuk kepentingan satu orang saja tetapi kepentingan dua orang yang sahabatnya itu.
Biasanya yang terjadi dari hubungan dyadic ini, segala persoalan hidup dari temannya itu dicurhat ke sahabatnya itu. Artinya mera berbagi suka dan duka, memberi support positif untuk saling menguatkan dalam menjalankan kehidupan secara sosial. Dalam arti meraka hidup sebagai saudara, juga sebagai teman, dan juga sebagai sahabat.

Reward Dan Punishment Dalam Hubungan Dyadic

Didalam berinteraksi secara sosial, dukungan moral dari sahabat itu benar-benar penting, hanya bila salah memili sahabat, kita bisa dibuat stres dari sahabat itu sendiri. Artinya bahwa yang kita butuh dalam persahabtan yaitu reward bukan punishment. Sebab seorang sahabat bisa memberi kita positive reinforce (kekuatan positif).
Perlu kita sadarai bahwa, di mana kita lemah, sedih, kecewa, support terbesar itu datang dari sahabat untuk membuat kita menjadi kuat untuk melawan semua yang melehmakan jiwa kita itu. Oleh itu, di dalam memilih sahabat, sebagai teman yang hubungannya bersifat dyadic (dua orang), maka kita perluh juga selektif. Dan bila hubungan dyadic itu tidak memberi arti bagi kehidupan kita, maka perlu untuk kita mengakhiri hubungan dyadic tersebut.  .
Orang Terdekat Kita Sangat Mempengaruhi Cara Presepsi Kita.
Jadi di dalam kehidupan sosial, untuk seseorang itu hidupnya maju dan berkembang, kita butuh orang lain yang kehadirannya bisa membantu perkembangan hidup kita. Sebab dengan kehadirannya bisa memberi motivasi yang positif kepada kita dan sangat mempengaruhi presepsi kita di dalam menentukan sikap hidup (keberhasilan).
Jadi sebenarnya tujuan hubungan dyadic untuk orang saling bersahabat gunanya agar bisa saling mendukung, atau saling memberi support. Namun orang yang merupakan sahabat kita, dalam memberi bantuan, dengan tidak menghitung untung ruginya atas apa yang diberikan. Begitupula sebaliknya sebagian dari sahabatnya itu memberi sesuatu kepada temannya, tanpa memperhitungkan untung ruginya. Dengan begitu hubungan dyadic tetap berjalan dengan aman karna ada keterikatan emosional secara langsung 

Hubungan daya tarik individu 

Hubungan daya tarik seseorang terhadap orang lain, baik yang terhadap lawan jenis atau sejenis, itu karna ketertarikan dari keutamaan-keutamaan yang ada dalam diri masing-masing, orang yang bersahabat. Dengan demikian dengan terjalinla hubungan dyadic antara dua orang tersebut. Yang menurut Suyono dalam bukunya psikologi sosial, dengan interaksi antara seseorang dengan orang lain, terciptalah kesan. Dari kesan inilah tercipta hubungan dyadic antara seorang dengan orang lain. Dan biasanya terjadi spontan melalui interaksi sosial. Pada zaman dulu, dua orang bersahabat, tidak bertemu secara langsung tetapi berkomunikasi melalui surat (via pos) yang dikenal dengan sahabat pena. Namun sahabat pena ini bisa terjadi bukan hanya di dalam negri tetapi bisa terjadi lintas Negara. Dan pada waktu tertentu orang sebagai sahabat pena itu bertemu langsung face to face.
Biasanya hubungan dyadic ini yang awet, sampai masing-masing individu menikah tetap komunikasi lancar. Dan orang yang bersahabat sudah dianggap sebagai saudara. Namun ada resiko pula yang tidak diinginkan bila orang yang melakukan hubungan dyadic ini, bila saatnya untuk masing-masing menikah maka hubungan dyadic bisa berakhir. Karna masing-masing dari meraka sudah punya kesibukan sendiri-sendiri, dan waktu serta keadaan juga yang membuat meraka harus mengakiri hubungan dyadic. Seperti yang sudah disebutkan di atas.



Daftar Pustaka
Bimo W. 1999. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi Offset
Shinta. 2002. Pengantar Psikologi Sosial Edisi Kedua. Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45
Suyono,H. 2008. Pengantar Psikologi Sosial I. Yogyakarta: D&H Pro.Media

0 comments:

Post a Comment