14.6.20

FANATISME!!!

          "Tahap Tersulit Menjadi Seorang FANS adalah Saat Kamu Benar-Benar Mencintai Idol mu Sendiri"


Sekar Pramesthi Armindariani / 19310410072
Dr. Arundanti Shinta. M.A
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Globalisasi dan kemajuan teknologi menjadi faktor pendukung untuk terjadinya pertukaran informasi dan budaya dari negara-negara yang berbeda. Korea Selatan pada kurun waktu terakhir ini telah berhasil menyebarkan produk budaya populernya ke dunia internasional. Berbagai produk budaya Korea mulai dari drama, film, lagu, fashion, gaya hidup dilepaskan dari keberadaan media masa seperti internet, Facebook, twitter, youtube, dan sebagainya, bahkan bisa dikatakan bahwa media masa adalah saluran utama penggerak Korean Wave. Meningkatnya popularitas budaya populer Korea di dunia internasional banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Fenomena ‘Korean Wave’ atau ’Hallyu’ yang saat ini sedang melanda Indonesia banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat khususnya kawulan muda atau anak remaja (Wijayanti, 2012).    
                                                 (Sumber Gambar: Punya Pribadi)

Menyebarnya budaya Korea terutama di bidang musik, sering disebut dengan fenomena Kpop yang juga digemari oleh masyarakat Indonesia. Istilah K-pop secara luas digunakan untuk menjelaskan aliran-aliran musik gabungan dari genre-genre musik yang ada. K-pop identik dengan sekelompok perempuan atau laki-laki yang berada di bawah naungan suatu manajemen, yang biasanya disebut dengan sebutan boyband dan girlband. 2NE1, EXO, GOT7, Girl’s Generations adalah beberapa nama boyband dan girlband Korea yang terkenal  di Asia maupun Eropa (Nugraini, 2016).

Seiring dengan budaya K-pop yang semakin mendunia, memunculkan adanya komunitas penggemar K-pop, yang sering disebut fandom (Nugraini, 2016). Fandom adalah istilah yang digunakan untuk mengartikan sebuah subkultur, berbagai hal dan berbagai kegiatan yang berkenaan dengan penggemar dan kegemarannya (Hollows, 2010). Komunitas penggemar tersebut terbagi dalam fandom-fandom sesuai dengan boyband atau girlband idola. Beberapa nama fandom seperti EXO-L yang merupakan salah satu nama fandom dari boygroup EXO, dan A.R.M.Y untuk boygroup BTS, sedangkan untuk girlgroup terdapat fandom SONE untuk girlgroup SNSD, fandom Blackjacks untuk girlgroup 2NE1, dan fandom-fandom lainnya dari setiap boygroup dan girlgroup yang belakangan ini semakin banyak bermunculan. Saat tergabung di dalam fandom, aktivitas penggemar menjadi lebih luas dan mendalam karena adanya pengalaman secara kolektif, dimana kegiatan bersama yang dilakukan dengan fandom juga sering memunculkan perilaku agresif.

Perilaku agresif adalah tindakan yang dilakukan dengan maksud melukai, menyakiti, mencelakakan ataupun merusak yang menimbulkan kerugian secara fisik atau psikologis pada seseorang ataupun mengakibatkan kerusakan pada benda (Bukhori, 2008).
Perilaku agresif yang dilakukan oleh penggemar didorong oleh fanatisme. Hal ini seringkali berbuah pertikaian dan perkelahian, fanatisme juga dipandang sebagai penyebab menguatnya perilaku kelompok yang menimbulkan perilaku agresif (Ancok & Suroso,2011).

 Sedangan fanatisme didefinisikan sebagai pengabdian yang luar biasa untuk sebuah objek, di mana "pengabdian" terdiri dari gairah, keintiman, dan dedikasi, dan "luar biasa" berarti melampaui, rata-rata biasa yang biasa, atau tingkat. objek dapat mengacu pada sebuah merek, produk, orang (misalnya selebriti), acara televisi, atau kegiatan konsumsi lainnya. Fanatik cenderung bersikeras terhadap ide-ide mereka yang menganggap diri sendiri atau kelompok mereka benar dan mengabaikan semua fakta atau argumen yang mungkin bertentangan dengan pikiran atau keyakinan (Chung, Beverland, Farrelly & Quester, 2008). 

Oleh karena itu banyak kasus yang melibatkan idol dengan sesaeng. Tidak hanya mencampuri kehidupan idol Kpop, posesif tetapi hingga membahayakan idol tersebut. Artis Korea yang populer memiliki sasaeng fans sekitar 500-1.000 orang. Dan lebih parahnya lagi, sekitar 100 penggemar mengikuti secara aktif kemanapun artis itu pergi setiap harinya. Didunia hiburan Korea Selatan, girlgroup atau boygroup adalah sasaran empuk sasaeng fans. Jika sasaeng fans mendapatkan nomor telepon artis, maka ia akan menghubungi dan mengirim pesan pribadi secara terus menerus. Jika sasaeng fans mendapatkan alamat tempat tinggalnya, maka ia akan menyelinap masuk, memotret artis ketika sedang tidur, mengambil pakaian dalam, dan tindakan jahat lainnya. Tidak hanya dengan idolnya sesang fans juga kerap bertindak kasar terhadap fans kpop lainya. Hal ini memicu rasa was-was pada idol dan tekanan hingga mebuat  idol stres. Fenomena budaya populer Korea yang melahirkan konformitas dan fanatisme pada Korean Wave hal ini karena sikap remaja yang terkadang lebih mengagungkan budaya populer Korea dari pada budaya dalam negeri menunjukkan bahwasanya budaya Pop Korea secara tidak disadari telah menimbulkan fenomena dikalangan remaja.

 
(Sumber Gambar: Pribadi)


Bagi penggemar idola K-pop diharapkan agar lebih bijaksana dalam berperilaku sebagai penggemar. Kecintaan kepada idola bukanlah hal yang buruk, namun bila dilakukan secara berlebihan akan memicu perilaku agresif. Walaupun agresif verbal di media sosial tidak melukai secara fisik, tetapi akan berdampak secara psikologis bagi korban agresi.

Refernsi
Wijayanti, A. A. (2012). Hallyu: Youngstres Fanaticism of Korean Pop Culture (Study of Hallyu Fans Yogyakarta City). Journal of Sociology. 3 (3), 1-24. 

Hollows, J. (2010). Feminisme, feminitas dan budaya populer. Yogyakarta: Jalasutra.

Chung, E., Beverland, M., Farrelly, F., & Quester, P. (2008). Exploring consumer fanaticism: Extraordinary devotion in the consumption context. Journal of Advances in Consumer Research. 35 (4), 333-340.

Nugraini, E. D. (2016). Fanatisme remaja terhadap musik populer korea dalam perspektif psikologi sufistik (Studi kasus terhadap EXO-L) (skripsi). Fakultas Ushuluddin UIN Walisongo. Semarang.


1 comment:

  1. artikel yang sangat menarik, saya setuju dengan mbak sekar. Terima kasih mbak Sekar :)

    ReplyDelete