2.6.20

Bagaimana Distorsi Persepsi Bisa Terjadi?


Elvira Julia/19310410075 
Psikologi Sosial I
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA. 


Distorsi merupakan suatu kondisi terjadinya kekacauan dan penyimpangan yang dapat mengakibatkan terganggunya proses pencapaian sebuah tujuan. Kata “Distorsi” cukup sering digunakan dalam berbagai bidang, termasuk diantaranya dalam komunikasi, ekonomi, seni, akuntansi, dan lainnya. Namun, arti kata distorsi secara umum merupakan suatu kondisi yang tidak efisien, terjadi penyimpangan, dan terjadi gangguan.

Sedangkan persepsi menurut Quinn dalam Sarlito (2012:93) “persepsimerupakan proses kombinasi dari sensasi yang diterima oleh organ atau hasil interprestasinya (hasil olah otak)”. Pareek dalam Sobur (2003:446) mengungkapkan“Persepsi dapat didefenisikan sebagai proses menerima, menyeleksi, mengorganisasikan, mengartikan, menguji, dan memberikan reaksi kepada rangsangan panca indra atau data” penjelasan ini sejalan dengan pendapat Sarlito (2012:86) mengatakan “persepsi berlangsung saat menerima stimulus dari dunia luar yang ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk ke dalam otak”

Jadi dstorsi persepsi merupakan kekeliruan persepsi yang dilakukan terhadap orang lain sebab persepsi memiliki kelemahan karena terkadang kurang akurat dan sangat subjektif oleh karena manusia membentuk persepsi secara selektif yang dipengaruhi oleh kebutuhan, keinginan, pendirian, dan faktor-faktor psikologis lainnya. 
Upaya membangun persepsi dalam mengenali orang lain bukanlah persoalan sederhana sebab menyangkut proses psikologis. Distorsi persepsi adalah kekeliruan persepsi atau penarikan kesimpulan prematur terhadap orang lain akibat dari beberapa faktor antara lain:

1. The idols of the cafe yaitu kekeliruan yang disebabkan oleh pemikiran sempit, melalui pembentukan persepsi namun tidak diserta dengan pemikiran terbuka (open minded) untuk melihat hubungan kausalitas dari fakta yang ditemui. Perilaku dan pesan-pesan komunikasi seseorang dipersepsikan berdasarkan pemikiran intersubjektifitas kita tanpa mengembangkan kepekaan atau melakukan proses atribusi yakni upaya menjelaskan sebab-sebab dibalik perilaku komunikasi tersebut. 

2. The idols of the tribe, yakni kesesatan persepsi akibat individu kurang peka terhadap perbedaan antar budaya melalui sikap etnosentris dan stereotype. Persepsi etnosentris merupakan kecenderungan menghakimi nilai, adat istiadat dan perilaku atau aspek-aspek budaya lainnya menggunakan nilai, adat, dan perilaku serta aspek budaya kelompok kita sendiri sebagai standar penilaian. Etnosentrisme menjadi penghambat dalam persepsi antar budaya, sebab akan menjebak pada penilaian baik buruk sebuah budaya dengan menggunakan standar budaya yang kita miliki. Stereotype yakni persepsi terhadap orang lain berdasarkan prasangka subjektif dan tidak tepat sebab menciptakan pengharapan mengenai bagaimana seseorang seharusnya berperilaku berdasarkan apa yang terbentuk dalam pikiran dan informasi yang dipercayai sebagai suatu kebenaran.

3. The idols of the forum yakni kesalahan persepsi karena kurangnya penguasaan bahasa yang mengurangi kemampuan dalam memilih kata-kata. Perbedaan bahasa dan makna konotasi pada kata-kata yang sama.

4. The idols of the market yakni kekeliruan pada diri seseorang karena terlalu imitative dalam mengidentifikasi dirinya keadat, kebiasaan, dan norma-norma sosial.

Referensi : 

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-distorsi.html (diakses pada 1 Juni 2020)
Sultan RA. 

Leavitt (1978) dalam Sobur. Ensiklopedi Komunikasi. (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2014)

Little John. Teori Komunikasi. (Jakarta: Salema Humanika, 2009)

Tubs dan Moss dalam Saefullah, Ujang . KapitaSelekta Komunikasi Pendekatan Budaya 
dan Agama. (Bandung: Simbiosa Rekatama, 2007). 

Hamilton dalam Saefullah, Ujang . Kapita Selekta Komunikasi Pendekatan Budaya dan Agama. (Bandung: Simbiosa Rekatama, 2007)

Nugraha Ugi, 2015. Hubungan Persepsi, Sikap Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi. Jurnal Cerdas Sifa Edisi 1 No.1 Maret-Juni 2015. 

0 comments:

Post a Comment