31.5.20

Apakah emosi bisa menular?


Apakah emosi bisa menular?

Bangun Handoko/19310420090
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA

Kasus penyebaran Covid-19 yang melanda Indonesia dan negara-negara lain seperti sekarang ini akan berdampak pada kondisi emosi kita, khusus nya emosi negatif seperti muncul perasaan cemas bisa tertular virus tersebut. Kali ini kita akan membahas tentang penularan emosi, tetapi lebih dikaitkan dengan emosi negatif.

Apa itu penularan emosi? Menurut Hatfield, dkk (dalam Siti Ina Savira, 2010) penularan emosi atau dikenal juga dengan emotional contagion yaitu suatu kecenderungan untuk secara otomatis meniru, dan menyesuaikan informasi emosional (seperti ekspresi wajah, suara, postur, dan gerakan dengan yang diperagakan orang lain), sehingga kita ikut terpengaruh secara emosional.

Seperti yang dialami banyak orang belakangan ini, setiap kali mendengar berita tentang virus corona maka emosi negatif kita akan muncul, misalnya kita mendapat informasi dari berita di TV atau mendapat broadcast tentang virus corona, kondisi pasien, bahaya virus corona, penularan virus corona, bahkan informasi tentang bagaimana meninggalnya orang yang terjangkit virus corona, dll. Informasi-informasi yang diperoleh tersebut akan memunculkan perasaan-perasaan cemas dan khawatir dalam diri kita.

Berdasarkan contoh di atas, penularan emosi yang terjadi cenderung bersifat negatif karena penularan emosi menciptakan kondisi kecemasan dan kekhawatiran. Kecemasan tersebut muncul karena seseorang mengetahui informasi apa yang akan mereka rasakan jika mereka sendiri yang mengalami penderitaan tersebut.

Lalu bagaimana agar kita dapat menghindari kecemasan yang bisa menular di pandemi Covid-19 saat ini, kunci utamanya yaitu berpikir positif dan melakukan beberapa tips berikut ini :
1.    Batasi paparan informasi dan pilih sumber terpercaya. Pastikan sumber informasi jelas dan tidak mudah percaya dengan pemberitaan yang ada. 
2.   Bijak dalam menyampaikan informasi. Ketika menerima informasi baik berupa broadcast, membaca lewat artikel ataupun pemberitaan media dan akan membagikan informasi tersebut kepada orang lain, hendaknya perhatikan etika. Jika informasi yang dibagikan berupa hal negatif dan dapat mempengaruhi kondisi seseorang, sebaiknya tidak dilakukan. 
3.    Tetap produktif di rumah. Walaupun banyak kegiatan diluar rumah yang tidak bisa dilakukan, namun Anda tetap dapat melakukan hal lain di rumah bersama keluarga ataupun sendiri. Misal dengan berolahraga, mengatur barang-barang di rumah, membersihkan rumah ataupun bermain dan beraktivitas bersama keluarga. 
4.    Salurkan emosi anda dengan tepat. Anda dapat melakukan hobi ataupun kegiatan-kegiatan lain yang dapat menyalurkan emosi yang dirasakan. Selain itu, mengobrol, menelepon kerabat dan menyampaikan keluh kesah terhadap orang terdekat pun dapat mencari alternatif cara untuk menyalurkan emosi yang dirasakan. Selama tidak merugikan orang lain. 

Referensi :
Siti Ina Savira. (2010). Penularan emosi (Emotional Contagion) pada pasien rawat-inap kelas 3 instalasi rawat-inap Rumah Sakit Haji Surabaya. Jurnal Psikologi : Teori & Terapan Vol. 1, No. 1.

0 comments:

Post a Comment