24.3.20

Stop share hoax dan jangan panik menghadapi corona


Stop share hoax dan jangan panik menghadapi corona

Bagus Muhlisin / 19310410005
Fakultas Psikologi  Universitas Proklamasi 45
Dosen Penbimbing ; Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA
Psikologi Umum 2

Jumlah kasus penyebaran berita bohong atau hoaks terkait virus corona bertambah tiga. Dengan begitu, total 44 kasus yang ditangani oleh Mabes Polri dan sejumlah polda per Senin (23/3/2020) hari ini. “Penanganan kasus hoaks virus corona sampai dengan hari ini, Senin, 23 Maret 2020, sebanyak 44 kasus,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono melalui keterangan tertulis, Senin. (Kompas, 18 Maret 2020)

Sejak Virus corona yang menjangkit Negara china dan sebagian besar Negara-negara didunia termasuk Indonesia. Banyak sekali temuan berita mengenai virus tersebut yang ternyata merupakan informasi palsu. Salah satu diantaranya adalah pemberitaan tentang penyakit tersebut bisa menyebar lewat barang-barang buatan china. Tentunya bagi masyarakat yang percaya akan semakin was-was ketika akan menggunakan barang-barang buatan china.
Hoax merupakan berita bohong yang merugikan orang lain. Hal itu disebabkan informasi tersebut dapat menilai seseorang secara sepihak tanpa mengetahui kebenarannya. Dilansir dari situs Wikipedia berita palsu atau berita bohong atau hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.
Disinilah peran  penting seorang Mahasiswa sebagai kaum terpelajar agar tidak panik dalam menerima berita yang tidak jelas asal usulnya agar tidak mudah tergiring opini yang beredar di media sosial. Dan ketika mendapatkan sebuah informasi hendaknya ditelaah lebih jauh, berpikir kritis dalam menganalisa sebuah berita, sehingga tidak asal membagikan sebuah berita yang menjadikan masyarakat menjadi cemas.
Referensi :
https://nasional.kompas.com/read/2020/03/23/21275431/bertambah-lagi-total-44-kasus-hoaks-terkait-virus-corona-di-indonesia

1 comment: