22.3.20


Stay Calm, Stay Healthy
Bukan Saatnya Untuk Panik
Maily Qisti Rofiq
19310410095
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pembimbing : Fx Wahyu Widiantoro, S.Psi.,M.A.

Seperti kita ketahui pada akhir tahun 2019, inveksi 2019-nCoV menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus ini diawali dengan informasi Badan Kesehatan Dunia/World Healthy Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kasus ini terus berkembang hingga akhirnya diketahui bahwa penyebab kluster pneumonia ini adalah Novel Coronavirus, dan kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi diluar china. (Kementrian Kesehatan RI, 2020).
Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang dapat menyerang manusia dan hewan. Pada manusia, biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit serius, seperti MERS dan SARS. Covid-19 merupakan coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia  di daerah Wuhan, provinsi Hubei, China. Maka dari itu, coronavirus jenis baru ini diberi nama Coronavirus Disease-2019 yang disingkat menjadi Covid-19. (Kementrian Kesehatan RI, 2020).
Pada awal Maret 2020, Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo mengumumkan 2 WNI yang posotif terinfeksi coronavirus. Kabar ini sontak membuat masyarakat panik dan berusaha untuk mengindahkan himbauan pemerintah dengan cukup konyol yang mementingkan diri sendiri. Pemerintah menghimbau untuk selalu menjaga kesehatan, selalu mencuci tangan, mengguanakan hand sanitizer dan menggunakan masker. Namun yang terjadi di masyarakat  sebab kepanikan yang berlebihan, masyarakat justru memborong masker dan hand sanitizer di apotik dan swalayan dan berusaha menyetok bahan makanan. Tindakan ini justru banyak merugikan orang lain terutama petugas kesehatan dan orang-orang yang sedang sakit. Padahal pemerintah hanya menghimbau untuk pemakaian masker hanya untuk orang yang sakit dan untuk tenaga kesehatan, dan bagi masyarakat yang masih sehat tidak dianjurkan untuk pengguanaan masker, cukup alternatif yang bisa dilakukan dengan menggunakan kain, selalu menjaga kebersihan, selalu mencuci tangan dengan sabun.
Lalu apa yang bisa kita lakukan menghadapi Covid-19 yang semakin merebak saat ini? Apakah dengan kita panik dan khawatir yang berlebihan bisa menjauhkan kita dari Covid-19? Apakah dengan memborong masker bisa menjegah kita tertular Covid-19? Ternyata pertanyaan itu tidaklah selalu benar, justru ini hanyalah tindakan yang egois yang banyak merugiakan orang lain. Pandemik coronavirus memperlihatkan bagaimana kita saling terikat satu sama lain. Tetapi kedekatan kita satu sama lain justru menjadi kekuatan kita saat ini, terutama dalam hal kesehatan kita sangat bergantung satu dengan yang lain. Cuci tangan setiap saat dan tutup mulut saat batuk adalah cara yang paling tepat untuk menjaga diri sendiri, orang-orang yang kita sayang, teman, kolega, semua orang bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun. Dan ini bukan saatnya untuk panik justru ini saat yang sangat tepat untuk menjaga satu sama lain. Tetap ikuti himbauan pemerintah menghindari keramaian, mengurangi aktivitas diluar rumah. Saatnya bertanya pada diri sendiri apa yang bisa saya lakukan saat ini? Mungkin kita bisa memulai hal-hal yang paling sederhana seperti mencuci tangan setiap saat, menutup mulut saat batuk atau bersin, olahraga teratur, menjaga kebersihan, dan istirahat yang cukup. Ayo bersama-sama tebarkan kebaikan demi mencegah penyakit.

REFERENSI
Kementrian Kesehatan RI Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). (2020). Pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi Novel Coronavirus [2019-nCoV]. Dapat diakses di https://infeksiemerging.kemkes.go.id (diakses pada 18 Maret 2020).

Kementrian Kesehatan RI Direktorat jendral pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). (2020). Novel coronavirus. Dapat diakses di https://www.kemkes.go.id (diakses pada 21 Maret 2020).

0 comments:

Post a Comment