24.3.20

Santai Boleh , Waspada Harus , Rasis Jangan

Santai Boleh , Waspada Harus , Rasis  Jangan
Rika Rachmawati  (19310410027)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pembimbing: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A


Beberapa bulan ini dunia sedang dihebohkan dengan CONVID-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona dikalangan masyarakat Indonesia. CONVID-19 sudah menjadi topik pembicaraan dikalangan masyarakat dan media online, tidak hanya menjadi topik pembicaraan dinegara yang awalnya terkena virus ini, tetapi juga sudah menjadi pembicaraan dunia.
Akan tetapi masih banyak orang yang belum mengerti atau tau tentang CONVID-19, kurangnya informasi dan literasi yang membuat masih ada orang yang belum tau tentang CONVID-19. Maka dari itu kita yang lebih tau tentang CONVID-19 harus bisa menjelaskan apa itu CONVID-19 kepada orang lain.
Dilansir dari World Health Organization (WHO), corona berasal dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga flu yang lebih parah, seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS).Pada awalnya, virus ini ditularkan antara hewan dan manusia. Seperti SARS yang ditransmisikan dari luwak ke manusia, sementara MERS ditularkan ke manusia melalui unta. Nama virus corona berasal dari Bahasa latin “corona” dan Yunani “korone” yang artinya adalah mahkota atau lingkaran cahaya. Penamaan ini memang tak lepas dari wujud khas virus itu, yang memiliki pinggiran permukaan yang bulat dan besar, penampilan yang mengingatkan pada “corona matahari.” Bentuk ini tercipta oleh peplomer viral spike yang merupakan protein yang mengisi permukaan virus.( S A, Ega,18 maret 2020 )
CONVID-19 pertama kali dari wilayah Wuhan di Cina , tetapi sekarang sudah menyebar ke berbagai Negara di dunia  termasuk Indonesia. CONVID-19 menjadi masalah seluruh dunia yang membuat banyak orang panik dan cemas berlebihan serta membuat banyak orang menjadi serakah, egois dan rasis. Akan tetapi masih ada orang yang bersikap santai dalam menghadapi CONVID-19. Dalam menghadapi CONVID-19 harus kita tanganin dengan santai tapi tidak terlalu sampai , waspada akan setiap situasi dan janggan rasis.
Kenapa santai boleh , waspada harus dan jangan rasis karena CONVID-19 tidak hanya menggancam kesehatan manusia tapi juga mengancam  rasa toleransi , kepedulian terhadap saudara sebangsa, dan membuat beberapa orang menjadi rasis terhadap satu golongan. Santai dapat menjadi gambaran beberapa orang di Indonesia yang terlalu menyepelekan CONVID-19 dengan berlibur atau nongkrong ke tempat ramai , sedangkan pemerintah sudah melarang untuk tidak berpergian ketempat yang ramai orang tapi masih ada orang yang menyepelakan peringatan pemerintah, tapi setelah banyak orang atau malah diri sendiri terkena virus beberapa orang menyalahkan pemerintah yang tidak sigap menangani CONVID-19. Kita boleh santai menghadapi CONVID-19  agar sidikit menghilangkan rasa panik, tapi kita jangan terlalu santai sampai menyepelekan ajuran atau peringatan pemerintah. Kita harus waspada dalam menghadapi CONVID-19 dengan cara sering cuci tanggan , menjauhi kerumunan, memakai masker, memberikan masker pada orang yang sakit, menjaga jarak pada orang yang sakit, tidak menyentuh wajah , tidak menyetuh bagian luar masker. Membagikan masker pada orang sakit juga bisa menjadi salah satu cara agar virus tidak semakin menyebar, tapi beberapa hari yang lalu masker menjadi sangat mahal walau sekarang harga masker mulai normal.
 Wabah virus corona membuat banyak orang panik dan mencari masker , hal ini dimanfaatkan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab untuk menaikan harga masker menjadi sangat mahal , tidak hanya masker tapi beberapa bahan pokok dan kesehatan lainnya.  Virus ini mebuat banyak orang panik dan cemas serta rasis, kenapa bisa rasis  karena beberapa minggu yang lalu saat ada kabar dua orang  di wilayah Depok yang terkena virus corona , saya melihat langsung perilaku  rasis di dalam bus angkutan umum , disitu tiba-tiba ada dua warga Negara asing dari Cina , awalnya semua baik-baik saja tapi saat dua orang WNA dari cina mulai mengobrol dan menggunkan bahasa cina semua orang mulai menenggok kearah dua orang Cina tersebut , ada yang langsung tutup hidung seperti menggunakan masker dengan krudung,  ada yang berbisik dan menjaga jarak dengan wajah yang tidak menggenakan padahal belum tentu dua orang tersebut terkena virus corona memang boleh waspada tapi jangan rasis pada pihak tertentu. Tidak Hanya yang saya alami tetapi ada tidakan rasisme pada orang Asia di kereta AS , orang Asia disemprot anti bakteri dan diminta untuk berpindah tempat duduk. Kita boleh waspada tapi jangan menjadi rasis dan kehilangan rasa toleransi serta solidartas.
Bagaimana cara kita untuk tidak bersikap tidak panik berlebihan dan rasis. Kita bisa menghilangkan rasa panik dengan selalu menjaga kebersihan, melakukan kegiatan positif atau bisa melihat media sosial serta dapat menonton drama untuk menghilangkan stress dan bisa menjaga jarak, bukan menjauhi orang. Sikap rasisme dalam diri kita bisa hilang dengan salah satu ara yaitu memperbanyak pergaulan dengan orang-orang luar negeri denan melalui media sosial, sehingga kita dapat bersikap toleransi terhadap lingkungan.

Sekian dan Terima kasih

sumber :
S A, Ega.2020. Virus Corona: Penyebab, Cara Pencegahan dan Dampaknya Pada Ekonomi Global. https://koinworks.com/blog/virus-corona/?utm_source=corona-popup&utm_medium=organic&utm_campaign=CoronaAwareness (diakses pada 24 Maret 2020)
Suhartono , Anton.2020. Viral Pria Asia Jadi Korban Rasisme di Kereta AS, Diusir dan Disemprot Disinfektan. https://www.inews.id/news/internasional/viral-pria-asia-jadi-korban-rasisme-di-kereta as-diusir-dan-disemprot-disinfektan( diakses pada 24 Maret 2020)


0 comments:

Post a Comment