18.3.20

PENANGANAN SAMPAH

SAMPAH KAMPUS DAN STRATEGI PENANGANANNYA

Oleh Ika Fatmawati
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Ketika Anda memasuki kampus Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, anda mungkin akan merasa bahwa para penghuni kampus ini jorok. Bukan hanya daun- daun yang bertebaran di tanah, tetapi sampah bekas bungkus makananpun bertebaran. Kondisi ini lebih parah di sekitar kantin, piring, sendok, dan botol plastik bekas minum yang masih tertinggal di atas meja. Tempat sampah penuh dengan sisa makanan basah yang sudah tumpah karena kucing mencari sisa makanan.


Kenapa bisa terjadi hal yang demikian? Karena kurangnya kesadaran dalam diri dan belum tumbuhnya rasa memiliki terhadap kampus tempat mereka menuntut ilmu. Merasa bahwa kondisi lingkungan sekitar kampus adalah tanggung jawab petugas kebersihan.  Padahal sesungguhnya, seperti apapun petugas kebersihan bekerja, kalau manusia di sekitarnya tidak turut serta menciptakan kondisi yang bersih dan sehat maka tidak akan berhasil.

Sampah bisa menjadi masalah jika kita mengabaikannya, tetapi juga bisa memberikan berkah saat kita memperlakukannya dengan mulia. Sampah- sampah yang bertebaran itu akhirnya akan berkumpul menjadi satu di tempat pembuangan sampah. Beberapa saat kemudian akan di bakar dan menyisakan abu. Abu yang tidak bisa dimanfaatkan karena hasil dari campuran macam- macam sampah.

Bagaimana bisa di lingkungan kampus mengelola sampah? Memasukkan materi pengelolaan sampah dalam mata kuliah tertentu adalah contoh nyata yang sudah dilakukan Arundati Sinta, dosen Fakultas Psikologi. Hal ini akan memotivasi mahasiswa untuk lebih mempedulikan sampah. Sinta juga mendorong mahasiswa untuk menjadi anggota bank sampah dan praktek pembuatan tempat sampah takekura.

Tidak hanya mendapatkan nilai, tetapi akan membentuk kebiasaan baru mahasiswa. Kebiasaan baru itu adalah pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya. Secara garis besar sampah dibedakan menjadi tiga saja yakni :

a. Sampah organik/basah
Sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti daun-daunan, sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, sisa buah, dll. Sampah jenis ini dapat terdegradasi.

b. Sampah anorganik/kering
Sampah yang tidak dapat terdegradasi secara alami. Contohnya: logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll.

c. Sampah berbahaya
Sampah jenis ini berbahaya bagi manusia. Contohnya : baterai, jarum suntik
bekas, limbah racun kimia, limbah nuklir, dll. Sampah jenis ini memerlukan
penanganan khusus.

Kita semua bisa melakukannya. Sampah yang bisa di daur ulang di setorkan ke bank sampah dan bisa menghasilkan rupiah. Bagi mahasiswa yang kreatif plastik kresek pun bisa di tukar dengan rupiah. Merubah plastik kresek tersebut menjadi hasil kreasi sampah plastik yang indah dan bernilai.

Kesediaan mengelola sampah adalah merupakan pendidikan karakter. Diharapkan mahasiswa yang terlibat dalam program IAYP dan kegiatan pengelolaan sampah ini kelak akan memepunyai karakter unggul. Mereka akan menjadi sumber daya manusia yang unggul di tempatnya berkarya. IAYP adalah International Awad for Young People yang merupakan pendidikan karater di UP45. 

Referensi :
- Kurniaty, Y., Nararaya, W.,Turawan, R., & Nurmuhamad, F. (2016) Mengefektifkan pemisahan jenis sampah sebagai upaya pengelolaan sampah terpadu di kota Magelang. Jurnal varia Justicia, 12(1) , 135-150.(diakses pada tanggal 17 Maret 2020)
- Sinta, A. (2017). Pengelolaan sampah sebagai strategi pembentukan karakter unggul pada mahasiswa.http://kupasiana.psikologiup45.com/2017/09/pengelolaan-sampah-sebagai-strategi.html (diakses pada tanggal 18 Maret 2020)

0 comments:

Post a Comment