16.3.20

Kesehatan Mental : Tantangan Nyata Bagi Generasi Millenial



Kesehatan Mental : Tantangan Nyata Bagi Generasi Millenial
Herlinda Desi Anggraini/19310410008
Fakultas Psikologi Universitas Prokamasi’45
Yogyakarta

Dosen Pembimbing :
1.    Dr., Dra. Arundati Shinta, MA
2.    Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA




Masalah yang terjadi saat ini pada generasi millenial adalah kurangnya kesadaran pada kesehatan mental. Menurut Federasi Kesehatan Mental Dunia (World Federation for Mental Health), definisi kesehatan mental adalah kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang optimal baik secara fisik, intelektual dan emosional. Remaja di Indonesia kurang pengetahuan tentang kesehatan mental tersebut sehingga masih banyak kasus bunuh diri yang disebabkan gangguan kesehatan mental. Data yang dikeluarkan WHO (World Health Organization) pada 2012 memperkirakan 350 juta orang mengalami depresi, baik ringan maupun berat. Hasil riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia pada tahun 2013, menunjukan bahwa prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukan dengan gejala depresi dan kecemasan pada anak usia 15 tahun ke atas sekitar 14 juta orang. Dari hasil riset tersebut dapat kita lihat bahwa tingkat gangguan mental yang terjadi pada remaja masih tinggi. 

Tantangan untuk generasi millennial adalah bagaimana cara mempertahankan agar mental tetap sehat terhindar dari depresi ringan maupun berat. Menurut Atkinson (1991) depresi sebagai gangguan mood yang dicirikan tak ada harapan dan patah hati, ketidakberdayaan yang berlebihan, tak mampu mengambil keputusan memulai suatu kegiatan, tak mampu konsentrasi, tak punya semangat hidup, selalu tegang, dan mencoba bunuh diri. Dengan menjaga kesehatan mental adalah upaya generasi millennial untuk mengurangi terjadinya bunuh diri dikalangan remaja. Cara menjaga kesehatan mental di mulai dari intropeksi diri, mulai memahami diri sendiri dan menerima diri.

 Salah satu contoh nyata tantangan generasi millennial yaitu bagaimana menghadapi dampak buruk dari media sosial. Generasi millennial saat ini gemar menggunakan media sosial terutama “instagram”. Dari media sosial tersebut banyaknya like dan followers menjadi tolak ukur popularitas. Hal tersebut berdampak buruk pada kesehatan mentalnya. Apabila jumlah like  dan followers tidak seperti yang diharapkan, kecemasan akan muncul yang bisa berubah menjadi stress bahkan hingga depresi. Tidak hanya berdampak pada kesehatan mentalnya saja, dampak buruk tersebut berpengaruh pada kehidupan nyata yakni dalam berinteraksi dengan teman sebaya akan menjadi minder jika membicarakan popularitasnya di media sosial.  Hal-hal tersebut yang harus dihindari, karena akan memicu timbulnya gangguan kesehatan mental dan menurunkan kepercayaan diri. 

Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan menumbuhkan rasa percaya diri dan menjadikan sarana untuk pengembangan diri, misalnya : mencari informasi workshop, mencari informasi perlombaan dan menjadi tempat untuk diskusi hal positif. Dengan cara itu generasi millennial bisa mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental.  Karena mental yang sehat akan menciptakan kehidupan yang hebat.

Daftar Pustaka :
Banjarmasin Tribun News. (2019, 18 Maret). Meredam Stigma Negatif Depresi Remaja.

3 comments: