30.3.20

COVID-19 JADI PANDEMI, ANAK ANTI “BORING-BORING CLUB


Oleh:
Nama                           : Alia  Nanda Rumekti
NIM                            : 1931010066
Dosen Pembimbing     : Eni Rohyati, S. Psi., M. Psi.

            Covid-19 adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan manusia. Covid-19 menjadi  populer di masyarakat sejak pertengahan bulan Maret 2020. Covid-19 menyebar melalui tetesan air yang keluar saat bersin atau batuk yang kemudian menempel pada salah satu benda atau bagian tubuh (WHO, dalam CNBC Indonesia, 2020). Covid-19 akan melanjutkan rantai penyebarannya jika benda atau bagian tubuh yang terkena air tersebut tersentuh oleh orang lain. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan Sosial Distancing atau Physical Distancing. Langkah tersebut diharapkan menjadi usaha pemutusan rantai penyebaran Covid-19.
            Social Distancing atau Physical Distancing ini salah satunya dilakukan menerapkan kegiatan WFH (Work From Home) dan di Rumah Saja. WFH an di Rumah Saja tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan pekerja tetapi juga kalangan mahasiswa dan pelajar. Guna mendukung himbauan tersebut, hendaknya kita mengajak seluruh anggota keluarga untuk tetap melakukan kegiatan di rumah saja. Namun salah satu anggota keluarga yaitu anak, tentu tidak betah berlama-lama dengan kondisi seperti ini. Anak pada umumnya senang bereksplorasi dan bermain bersama teman di luar rumah. Anak seringkali merasa bosan jika hanya bermain bersama orangtua, kakak, atau adik di rumah. Anak biasa menyebut kebosanan ini dengan “boring-boring club”. Lantas, bagaimana cara kita agar anak tidak mengalami kebosanan dalam kondisi ini?
            Ada 7 tips dan trik yang mungkin bisa kita lakukan, diantaranya:
1.  Ajarkan dan berikan pengertian mengenai Covid-19, termasuk penyebab, penyebaran, dan penangannya. Juga alasan mengapa WFH, Lockdown, dan “di Rumah Saja” harus dilakukan.
2.      Mendisiplinkan jam aktivitas anak dengan tetap mendampinginya dalam beraktivitas.
3.   Menyiapkan alat-alat permainan edukatif dengan menyesuaikan usia anak seperti puzzle, piramida donat, susun balok, atau berhitung mencongak.
4.      Mengemas kegiatan belajar ke dalam sebuah kegiatan seru seperti film, permainan, cerita, dan lagu.
5.      Memasak atau membuat makanan dan minuman kesukaannya bersamanya.
6.      Mengajaknya bermain di taman atau kebun sambil membersihkan dan mengolahnya.
7.      Membuat kerajinan atau berinovasi bersamanya. (misal dia suka melukis, melukislah bersamanya)
Kondisi nasional saat ini seakan tidak mampu menyokong kebosanan anak. dan kurangnya perhatian keluarga atas apa yang dikerjakannya dapat menyebabkan anak merasa kurang dihargai hasil kerjanya. Anak juga bisa cenderung merasa bahwa semakin ia ingin menunjukkan pada keluarga, keluarga akan semakin menyepelekannya. Atau anak sering merasa sendiri dan kesepian karena seluruh anggota keluarganya sibuk bekerja. Sehingga anak cenderung terlanjur menikmati kesendiriannya. Hal tersebut mungkin menjadi beberapa alasan anak  untuk bosan saat harus bermain atau belajar di rumah saja. Oleh karena itu, tips dan trik di atas diharapkan dapat mengurangi kebosanan pada anak. Sehingga anak anti terhadap “boring-boring club”.

Daftar Pustaka:
www.cnbcindonesia.com/tech/20200330091817-37-14843/catat-ini-cara-penyebaran-virus-corona-menurut-who (diakses pada 30 Maret 2020)

0 comments:

Post a Comment