24.3.20

COVID-19 : Perlukah Indonesia Lockdown?

SRI AYU
19310410079
DOSEN PEMBIMBING : Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA




Penyebaran virus Corona makin hari makin meluas, penyebarannya senyap dan tak mudah terdeteksi, sehingga perlu mencari solusi sesegera mungkin untuk melakukan pengetesan masal mencegah virus tersebut menjalar keseluruh provinsi dan memakan korban lebih banyak dan biaya yg lebih besar. Beberapa negara yang lebih maju, lebih canggih dan ekonominya lebih kuat pada akhirnya juga melakukan lockdown untuk membatasi penyebaran virus, sebut saja seperti Cina, Korea selatan dan Italia.https://www.kompasiana.com/awy/5e6f569b097f364fad0a30e2/perlukah-indonesia-lockdown-melawan-virus-corona

Lockdown adalah situasi yang melarang warga untuk masuk ke suatu tempat karena kondisi darurat. Lockdown juga bisa berarti negara yang menutup perbatasannya, agar tidak ada orang yang masuk atau keluar dari negaranya. Sedangkan untuk indonesia sendiri lockdown tentu saja bukan hal yang mudah, perputaran ekonomi akan macetdan pemerintah juga harus siap menyediakan bahan pangan gratis untuk masyarakat. Dan tentu saja pemerintah membutuhkanjangka waktu yang tidak singkat.

Menurut dokter Panji Hadisoemarto, M.P.H, lulusan Harvard T.H.Chan School of Public Health dan Dosen Departemen Kesehatan Publik dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran berkata bahwa kita tidak harus melakukan lockdown, tetapi yang diperlukan adalah social distancing atau menjaga jarak sosial. Social distancing bisa dilakukan secara pribadi dengan menghindari keramaian atau orang yang sedang sakit, atau dilakukan oleh pemerintah dan otoritas dengan memberlakukan kebijakan untuk belajar dari rumah, kerja dari rumah dan beribadah dari rumah. https://today.line.me/id/pc/article/Wabah+Virus+Corona+Pakar+Nilai+Indonesia+Tidak+Perlu+Lockdown+tapi-rNLzMk

Namun, penerapan social distancing sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas dan kelebihan kapasitas pada sistem kesehatan kita. Tentunya dengan memikirkan mekanismenya agar dampak disrupsi sosialnya minimal.Dan semua itu tidak akan berjalan tanpa kesadaran dari masing-masing individu, yaitu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, makan makanan yang bergizi dan berolahraga yang teratur.

Referensi :



0 comments:

Post a Comment