24.3.20

COVID-19 : LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI

Nama : Tri Wahyu Ningsih (19310410026)
Dosen Pembimbing : Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A
Fakultas Psikologi  
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

       Beberapa hari ini dunia kesehatan digemparkan oleh adanya covid-19 atau kita kenal dengan virus corona yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China. Covid-19 merupakan salah satu jenis penyakit dari SARS-CoV-2 (SARS Coronavirus tipe 2) yang memiliki karakter single stranded RNA yang mudah bermutasi. Covid-19 tidak hanya menyerang hewan saja, namun juga dapat menyerang manusia. Virus ini memiliki masa inkubasi dalam tubuh manusia antara 2-14 hari.  
     Covid-19 merupakan virus berukuran besar yang tidak melayang di udara, Covid-19 mampu bertahan pada permukaan logam selama 12 jam. Cara penularan covid-19 ini ada berbagai macam, misalnya adalah Droplets. Droplets merupakan cara penularan corona secara langsung, apabila droplets atau percakapan cairan yang mengandung virus dengan cara bersin atau batuk memasuki wilayah hidung, mata, mulut dan bagian wajah yang masih sehat, maka otomatis bisa tertular virus corona ini. Penularan droplets ini biasanya hanya berjarak 1-2 meter dengan penderita, maka jika berkomunikasi dengan penderita pada jarak tersebut, besar kemungkinan akan tertular virus tersebut. Namun penularan covid-19 bisa juga melalui kontak pribadi dengan cara berjabat tangan dan bersentuhan. Bisa juga melalui benda yang diatasnya terdapat virus tersebut, misalnya setelah memegang pegangan pintu lalu mengusap wajah. Karena bisa saja virus ini menempal pada dan bertahan selama 15 menit.  
        Namun jangan terlalu menyepelekan virus ini, karena di Negara tropis corona bisa hidup cukup lama sehingga begitu keluar dari tubuh penderita tidak langsung mati. Maka dari itu, kita disarankan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer dan kita dipaksakan untuk tetap dirumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Pemerintah memerintahkan kita untuk social distancing atau mengurangi kontak dengan banyak orang dan menjaga jarak setidaknya 1-2 meter. Menghindari transportasi publik, mengurangi perjalanan-perjalanan yang tidak perlu, bekerja dari rumah dan hindari kumpul-kumpul. Untuk melakukan social distancing tersebut, kita diperintahkan untuk tetap tinggal dirumah atau disebut karantina diri. Karantina diri berarti tinggal dirumah dan tidak bepergian, kecuali memerlukan perawatan medis dan dilakukan selama 14 hari. Hal ini diwajibkan oleh orang-orang yang berpeluang besar terinfeksi virus corona, seperti baru kembali dari luar negeri, terutama Negara yang terkonfirmasi terjangkit virus corona. Oleh karena itu, kita harus mematuhi aturan yang telah diperintahkan oleh pemerintah. Melakukan karantina diri atau tinggal dirumah supaya mencegah tersebarnya virus corona.

Sumber :
(https://web.facebook.com/DivHumasPolri/videos/1079151119136600/ diakses tanggal 19 Maret 2020).  
(https://www.cekaja.com/info/cara-penularan-virus-corona-jangan-sepelekan-hal-ini/?utm_source=facebook&utm_medium=social&utm_term=blog%3D20200321&fbclid=IwAR1XXpyiia_2ysHQcBOKhN00ddhTjWOuTL-DmDiDKZXopL4g3vRWPg_GteQ diakses tanggal 16 maret 2020. penulis : Gesti Weningtyas)
(https://id.theasianparent.com/karantina-diri penulis : pebri)

0 comments:

Post a Comment