18.12.19

Kunjungan Panti Jompo Terhadap Pembentukan Sikap Sosial Lansia

Heni Suprapti
(183104101183)
Dosen Pembimbing
Bpk. FX. Wahyu Widiantoro, S. Psi., MA

                 Panti jompo yang menjadi tujuan kunjungan merupakan panti jompo yang berada di daerah Bantul, Yogyakarta, panti jompo ini menampung sekitar 50 orang lansia. Kunjungan yang di lakukan pada awal desember tahun 2019 ini dilakukan untuk mengetahui keterkaitan kunjungan keluarga ataupun masyarakat sekitar terhadap pembentukan sikap social para lansia yang ada di panti jompo tersebut. Panti Jompo adalah tempat tinggal yang dirancang khusus untuk orang lanjut usia, yang di dalamnya disediakan semua fasilitas lengkap yang dibutuhkan orang lanjut usia (Hurlock, 1996). Sedangkan di Indonesia penduduk lanjut usia adalah mereka yang berumur 60 tahun keatas. Sesuai Undang-undang nomor 13 tahun 1998 pasal 1 ada di muatkan mengenai pengertian lanjut usia yaitu seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas (Menkokesra,2010).
Menurut Gillin Dan Gillin (dalam Soekanto, 2007:55) , hubungan sosial adalah hubungan yang dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, antar kelompok, antar orang dengan kelompok. Proses hubungan sosial akan terjadi pada saat ada dua individu atau lebih yang saling mengadakan kontak sosial maupun komunikasi. Dalam kunjungan ke panti jompo ini, hubungan sosial yang dikaitkan dengan teori ini yaitu untuk mengetahui hubungan sosial lansia dengan keluarganya ataupun masyarakat sekitar.
Para Lanjut usia di panti jompo biasanya mereka yang masih memiliki keluarga atau sudah tidak memiliki keluarga, para lansia yang masih memiliki keluarga biasanya keluarganya memutuskan untuk mengirimkan mereka ke panti jompo dengan berbagai alasan sedangkan para lansia yang sudah tidak memiliki keluarga biasanya lebih memilih tinggal dipanti jompo dengan alasan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dan mengurangi rasa kesepian karena tidak tinggal seorang diri. Meskipun para lansia sudah memiliki banyak teman sesama lansia di panti jompo bahkan sudah seperti keluarga tetapi tidak menutup kemungkinan mereka akan senang jika dikunjungi oleh keluarga dan masyarakat sekitar karena mereka merasa mendapatkan perhatian yang lebih terhadap dirinya, tidak merasa terbuang atau dikucilkan oleh keluarga dan masyarakat sekitar.
Sehingga jika kunjungan keluarga ataupun masyarakat sekitar dikaitkan dengan teori hubungan sosial para lansia sangatlah erat karena semakin sering keluarga ataupun masyarakat mengunjungi para lansia di panti jompo maka hubungan sosial mereka akan lebih baik jika dibandingkan mereka para lansia yang jarang dikunjungi oleh keluarga, kerabat ataupun masyarakat sekitar.

Daftar Pustaka :
Bachtiar,Wardi.2006. Sosiologi Klasik Dari Comte Hingga Parsons. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Gillin dan Gillin. Cultural Sociology, a Revision of An Introduction to Sociology. New York: The Macmillan Company, 1954.
Hurlock,Elizabeth B.Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Kelima. Jakarta : PT Raja grafindo
Soekanto, Soerjono.2007. Faktor-Faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum.

0 comments:

Post a Comment