27.11.19

SANATA DHARMA BERBAGI "Masyarakat yang Peka : Sebuah Tinjauan Psikologis"

Tirsa Venta Han (19310410058)
Dosen Pembimbing : Bpk. Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A.






     Sanata Dharma Berbagi adalah acara yang diselenggarakan pada tanggal 22 November 2019 bertempat di Ruang Kadarman Kampus 2 Universitas Sanata Dharma dan dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan dari kalangan – kalangan lainnya.. Seminar yang menyajikan tema  “Masyarakat yang Peka : Sebuah Tnjauan Psikologis” ini menghadirkan dua narasumber yang sangat interaktif yaitu Dr. Maria Laksmi Anantasari, M.Si. dan Dr. Y. Heri Widodo, M.Psi., Psi.
     Dr. Maria Laksmi Anantasari, M.Si memaparkan materi “Perempuan yang Bertumbuh dalam Tekanan : Kisah Asuh Para Ibu”. Dalam materinya beliau menyampaikan bahwa setiap orang tua pasti mengharapkan kehadiran anak yang sehat dan normal, akan tetapi harapan itu tidak selalu menjadi kenyataan  ketika anak yang dilahirkan mengalami suatu keadaan yang berbeda atau berkebutuhan khusus misalnya gangguan Autisme.
     Dr. Ari menyampaikan bahwa ada beberapa karakteristik gangguan Autisme anak sebagai suatu stresor yaitu kesehatan pencernaan, komunikasi, sensitivitas indera peraba dan pendengaran, keterampilan dasar seperti buang air kecil atau buang air besar,  perilaku makan, dan perilaku berulang. Selain stresor yang terjadi pada anak, stresor juga dapat terjadi kepada ibu dari anak tersebut seperti sulit untuk mengasuh anak karena disatu sisi si ibu  mengasihi anaknya tetapi disisi lain ia juga tertekan, bahkan ingin menghindar tapi juga ingin mendekat, sangat sayang terhadap anaknya tapi juga tidak kuat dan ini dirasakan sepanjang hayat para ibu penderita Autisme.
     Selain materi yang disampaikan oleh Dr.Ari, disampaikan juga materi “Relasi Interpersonal dalam masyarakat yang semakin non-Komunal” oleh Dr. Y. Heri Widodo, M.Psi., Psi. Dalam materinya beliau mengatakan bahwa individu yang sehat itu adalah individu yang  tidak fokus pada dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk yang tidak terlepas dari relasinya dengan manusia lain. Kebutuhan manusia akan hadirnya orang lain dalam kehidupan sudah dimulai sejak masih didalam perut. Dr. Heri juga menyampaikan bahwa relasi interpersonal dalam pola yang positif akan berdampak secara positif terhadap individu yang terlibat didalamnya.
     Dari penyampaian kedua materi tersebut, ada beberapa hal yang dapat diambil Antara lain, penderita Autisme memiliki potensi – potensi yang luar biasa bahkan superior misalnya jago menggambar, jago memasak, robokit dan sebagainya. Selain itu, komponen yang penting dalam relasi interpersonal adalah dukungan sosial dalam keadaan tertekan ataupun keadaan normal agar komunal itu tetap ada dalam masyrakat.



0 comments:

Post a Comment