2.10.19

Review teori konsep diri dalam teori kepribadian CARL R. ROGER


Review teori konsep diri dalam teori kepribadian CARL R. ROGER
Rr.Sekarlangit Ayuningtyas
183104101179
Psikologi kepribadian 2
Wahyu widiantoro

Carl Ransom Rogers lahir pada 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois, Amerika Serikat. Rogers merupakan anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan Walter dan Julia Cushing Rogers. Rogers lebih dekat kepada ibunya dibandingkan sang ayah. Hal ini terjadi karena profesi ayahnya sebagai seorang insinyur dan kontraktor, membuatnya sering bepergian meninggalkan rumah sejak Rogers masih kecil. Kesuksesan yang diraih sang ayah membuat keluarga Rogers menikmati gaya hidup kelas menengah atas Amerika kala itu. Rogers belajar dari kedua orang tuanya tentang nilai-nilai yang mereka anut yaitu religiusitas dan prinsip kerja keras.

Di sekolah, Rogers termasuk anak yang berprestasi.
Ia juga seorang pemimpi yang sangat menyukai buku-buku dengan kisah petualangan. Meskipun terlahir dalam keluarga besar, Rogers kecil lebih senang menyendiri di sekolah. Ia termasuk anak yang sensitif dan perasa dengan ejekan-ejekan yang dilontarkan oleh teman-temannya.

Ketika Rogers berusia 12 tahun, ayahnya membawa seluruh keluarga untuk pindah ke sebuah peternakan yang jauhnya 25 mil dari kota Chicago. Meskipun sang ayah bukanlah petani dan masih menjadi seorang kontraktor yang sukses, namun keputusan ini diambil oleh kedua orang tuanya dengan harapan dapat memberikan lingkungan yang lebih kondusif dan relijius bagi perkembangan anak-anak mereka. Di lingkungan inilah Rogers muda menemukan gairahnya terhadap ilmu pertanian. Ia seperti seorang ilmuwan kecil yang bersikap ilmiah dan melakukan observasi dengan catatan-catatan detil tentang tumbuhtumbuhan dan hewan di sekitarnya
Rasa tertariknya pada ilmu pertanian membawanya untuk mendalami ilmu alam dan ilmu hayat di Universitas Wisconsin. Setelah lulus pada tahun 1924, ia melanjutkan studinya ke Union Theological Seminary di New York City. Di tempat inilah ia berkenalan dengan pandangan liberal dan filosofis mengenai agama dan merasa tergugah untuk mempelajari dirinya sendiri. Minatnya pun berubah lagi ke psikologi pendidikan dan psikologi klinis yang kemudian ditekuninya di Teachers College of Columbia University dan mendapat gelar doktornya pada tahun 1931. Di sanalah ia terpengaruh oleh filsafat John Dewey dan diperkenalkan pada psikologi klinis oleh Leta Hollingworth.
Pertemuannya dengan Alfred Adler telah mengubah orientasi Rogers dalam metode psikoterapi dan mendorongnya untuk mencetuskan teknik terapi yang berpusat pada klien atau pribadi.  Teknik ini ia kembangkan secara terus menerus di berbagai tempat kerjanya seperti di Rochester Guidance Center (pusat bimbingan untuk anakterlantar).  Ia juga mendirikan Pusat Kajian Pribadi (The Center for Studies of The Person) di La Jolla California. Selain itu, Rogers juga pernah menjadi presiden American Psychological Association pada tahun 1946-1947. 

Definisi Diri menurut  Carl R. Rogers Sebenarnya Rogers memulai  istilah diri dalam sebuah kebingungan karena ketika itu tidak ada definisi yang tepat untuk menje laskan „diri‟. Dari proses psikoterapis yan g ia lakukan saat menghadapi  k lien-kliennya, istilah diri sangat sring mereka gunakan. Lewat sesi-sesi dengan para kliennya, Rogers memahami bahwa keinginan mereka yang terkuat sebenarnya adalah untuk menjadi „diri yang sebenarnya‟. Dari proses inilah, Rogers menyadari bahwa memahami „diri‟ merupakan hal yang amat penting dan efektif dalam proses manusia untuk tumbuh dan berkembang sehingga diri menjadi konsep utama dalam teori kepribadian Rogers yang didefinisikannya sebagai berikut:  “Gestalt konseptual yang terorganisasi dan konsisten yang terdiri dari persepsi-persepsi tentang sifat-sifat dari „diri subjek‟ atau „diri objek‟ dan persepsi-persepsi tentang hubungan-hubungan antara  „diri subjek‟ atau „diri objek‟ dengan orang-orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-persepsi ini. Gestaltlah yang ada dalam kesadaran meskipun tidak harus disadari. Gestalt tersebut bersifat lentur dan berubah-ubah, suatu proses, tetapi pada setiap saat merupakan suatu entitas spesifik”. (Hall dan Lindzey, 1993: 134)

Menurut Rogers, individu mempersepsi objek eksternal dan pengalaman-pengalaman yang ia rasakan dan kemudian memberi makna terhadap hal-hal itu. Keseluruhan sistem  persepsi.Rogers melihat diri sebagai suatu perangkat persepsi dan kepercayaan diri yang konsisten dan teratur (Feist dan Feist, 1998:461). Perangkat sentral persepsi yang paling menentukan perilaku adalah persepsi mengenai diri atau konsep diri.
Konsepsi Rogers sangat berbeda dengan konsepsi behavioristik yang melihat manusia sebagai pion kekuatan eksternal. Meskipun ide-ide Rogers mengenai manusia  berasal dari pengalaman-pengalamannya menghadapi orang-orang yang terganggu secara kejiwaan, namun konsepsi Rogers tentang sifat dasar manusia adalah positif, optimistik dan jauh berbeda dengan konsepsi Freud yang menganggap manusia sebagai makhluk yang didorong oleh impuls-impuls yang destruktif.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menurut Rogers diri adalah gestalt konseptual yang terorganisasi dan konsisten yang terdiri dari persepsi-persepsi tentang sifat-sifat dari „diri subjek‟ atau „diri objek‟ dan persepsi-persepsi tentang hubungan-hubungan antara  „diri subjek‟ atau „diri objek‟ dengan orang-orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-persepsi ini


referensi
Hall, C.A. dan Lindzey, G. 1993. Teori-teori Holistik. Supratiknya, A. (ed.). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Boeree, C. George. 2006. Carl Rogers.http://www.wikipedia.com
 M U A D D I B  Vol.03 No.01 Januari-Juni  2013 ISSN 2088-3390 97

0 comments:

Post a Comment